Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Indeks DXY turun, Prediksi Kurs Dollar Rupiah di Kisaran 14675/14825

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Kamis 15 November 2018 , dibuka pada level 14720/14750 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14675-14825

Dari Pasar FX Global, USD masih melanjutkan pelemahannya terhadap major currencies lainnya pada Rabu lalu, menyusul data inflasi yang cukup rendah dimana US Core CPI MoM dirilis sesuai ekspektasi mengalami kenaikan 0.2%, namun secara YoY kenaikan hanya sebesar 2.1%, lebih rendah daripada ekspektasi kenaikan sebesar 2.2%, serta penguatan GBP pasca Perdana Menteri UK, Theresa May, yang berhasil mengamankan dukungan dari kabinetnya terkait rancangan kesepakatan Brexit. DXY turun 0.41% ke level 96.75, GBPUSD naik 0.18% ke level 1.3005.

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin diperdagangkan dalam rentang 14735-14800, JISDOR berada pada level 14755. Dari pasar surat berharga, harga SUN benchmark ditutup menguat 5 – 75 bps. Tiga dari 30 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memprediksi bahwa dalam RDG BI yang akan berlangsung hari ini…

Prediksi Dollar Rupiah Hari Ini Bergerak di Kisaran 14825/14925

Info kurs valas USD/IDR pagi ini Selasa 13 November 2018, dibuka pada level 14830/14880  dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14800-14950.

Dari Pasar FX Global kemarin,USD kembali diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya, hingga menyentuh level tertinggi dalam 17 bulan pada Senin lalu. Penguatan USD didorong oleh pelemahan GBP pasca juru bicara PM UK yang menyangkal laporan yang menyebutkan bahwa elemen kunci dalam perundingan Brexit dapat disampaikan ke UK paling cepat Selasa ini. Hal ini menurunkan optimisme investor terkait perkembangan Brexit. USD index naik 0.67% ke level 97.38, sementara GBP terhadap turun 0.96% ke level 1.2847.

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14730/14750 diperdagangkan dalam rentang 14710-14810 dan ditutup pada level 14810/14820. JISDOR berada pada level 14747.

Penutupan saham dan harga komoditas 12 November 2018:
IHSG -1.65%
Dow Jones -2.32%
Nikkei +0.09%
Straits Times -0.32%
Gold $ 1202
Oil $ 59.09

Ind…

Penguatan Rupiah masih akan berlanjut, Trade War AS vs China mereda

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Kamis 8 November 2018 , dibuka pada level 14585/14615 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14550-14750

baca juga: Kurs Rupiah menguat imbas data inflasi terkendali

Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya seiring dengan beralihnya fokus investor dari hasil pemilu tengah semester US ke kebijakan moneter The Fed dimana The Fed telah memulai pertemuan yang akan berlangsung selama dua hari. Federal Open Market Committee (FOMC) diekspektasikan akan tetap mempertahankan suku bunganya di level 2.00%-2.25% pada pertemuan saat ini, namun pelaku pasar akan memperhatikan laporan kebijakan moneter the Fed sebagai informasi lebih lanjut terkait rencana kenaikan suku bunga pada Desember mendatang. Sebelumnya, USD juga telah diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya setelah Partai Demokrat meraih kontrol di US House Representatives dan Partai Republik tetap bertugas di US Senate.

Dari Pas…

Woww Kurs Rupiah menguat tajam terhadap US Dollar, balik lagi ke level 14900

Kurs Dollar Rupiah hari ini terdepresiasi cukup dalam, diperdagangkan dalam rentang 14950/15125, cukup lebar memang, hal ini cukup menggembirakan, level support kurs Rupiah bisa menyentuh 14950, semoga penguatan kurs Rupiah terus berlanjut

India, Filipina dan Indonesia paling agresif merespon kenaikan suku bunga The Fed

Kenaikan suku bunga The Fed dimonitor secara ketat oleh beberapa negara di Asia, untuk meminimalisir dampak negatif terhadap ekonomi negara tersebut, terdapat tiga bank sentral di kawasan Asia yang paling aktif dengan menerapkan siklus pengetatan moneter ekonomi, dengan menerapkan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap merespon dari kebijakan suku bunga acuan The Fed

Nampaknya The Federal Reserve ada rencana menaikkan suku bunga lagi, mungkin pada bulan Desember akan dinaikkan lagi, dan yang paling dikhawatirkan, akhir-akhir ini tensi dalam perang perdagangan China dengan Amerika Serikat semakin meningkat, agresifitas respon dari bank sentral di India, Indonesia dan Filipina cukup terlihat nyata, dengan langsung merespon menaikkan suku bungan acuan juga hanya hitungan hari mengikuti kenaikan suku bunga The Fed

baca juga: Optimisme zona eropa membuat kurs EUR menguat

Upaya keras dari bank sentral di Indonesia, India dan Filipina terus dilakukan, sudah berjalan selama berbulan-bulan…

Kurs Rupiah menguat imbas data inflasi terkendali dan cadangan devisa diperkirakan naik

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Jumat  02  November 2018, dibuka pada level  15050 - 15115 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15050 - 15200

Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah terhadap mata uang utama lainnya terkait berita positif mengenai kemungkinan deal antara Uni Eropa dan Inggris. Sektretaris Brexit Inggris, Dominic Raab, menyatakan bahwa dia memperkirakan akan menyetujui kesepakatan Brexit pada akhir November ini, dimana perusahan-perusahaan keuangan UK diperkirakan masih dapat mengakses pasar Uni Eropa. Selain itu, BoE juga menyatakan akan menaikkan suku bunga lebih cepat jika deal Brexit dapat terrealisasi dalam waktu dekat. GBP/USD diperdagangkan menguat ke level 1.3013.  Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR dibuka pada level 15,195/15,205, diperdagangkan dalam rentang 15,125-15,203, dan ditutup pada level 15,125/15,130. JISDOR berada pada level 15,195. Rupiah diperdagangkan menguat pada akhir sesi terhadap USD terkait rilis data inflasi y…

Prediksi Kurs Dollar Rupiah Pada Kisaran 15050 / 15150

Prediksi Kurs Dollar Rupiah diperdagangkan dalam rentang 15,050 / 15,150, Rupiah diperdagangkan menguat pada akhir sesi terhadap USD terkait rilis data inflasi yang relatif terkendali di sekitar level 3% (rilis data BPS inflasi YoY Indonesia 3.16%), dimana target inflasi pada 2018 sebesar 3.5%. Selain itu, Bank Indonesia memperkirakan bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober akan lebih tinggi

Bank of Japan pertahankan suku bunga jangka pendek di -0.10%, Deflasi tak kunjung reda

Bank of Japan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek pada level -0.10%. Deflasi yang tak kunjung reda memaksa Bank of Japan memangkas proyeksi inflasi inti untuk tahun fiskal ini menjadi 0.90% dari sebelumnya sebesar 1.10%. Untuk tahun fiskal 2019 dan 2020, proyeksi inflasi juga diturunkan menjadi 1.40% dan 1.50%.

Dikarenakan inflasi tetap dibawah target 2.00%, BoJ akan mempertahankan stimulus untuk masa yang akan datang.

RUU APBN 2019: Pendapatan Negara IDR 2,165.10 T, Anggaran Belanja IDR 2,461.10 T

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Kamis 1 November 2018 , dibuka pada level 15175/15200 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15170-15270

Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat mendekati level tertingginya dalam 16 bulan terakhir terhadap major currencies lainnya pada Rabu kemarin, seiring dengan data pasar tenaga kerja sektor privat yang masih kuat, yakni US Private Payrolls yang tumbuh 227k, lebih tinggi daripada ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 189k. DXY naik 0.11% ke level 96.90. Hal ini cukup mengejutkan para ekonom yang memperkirakan kenaikan pekerjaan sektor private akan terhambat akibat efek dari badai Florence.

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin diperdagangkan dalam rentang 15200-15233, JISDOR berada pada level 15227. Kemarin, DPR akhirnya menyetujui RUU APBN 2019 dengan rincian pendapatan negara sebesar IDR 2,165.10 Triliun dan anggaran belanja IDR 2,461.10 Triliun sehingga defisit anggaran sebesar IDR 296 Triliun atau 1.84%…

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Tensi perang dagang kembali memanas pasca Presiden AS, Donald Trump bersiap untuk mengenakan tarif tambahan kepada China jika negosiasi pada pertemua G20 di bulan November mendatang gagal mencapai kesepakatan.

baca juga : Prediksi pertumbuhan ekonomi China di 2019 

Tercatat Yield US Treasury tenor 10Yr sempat diperdagangkan ke level 3.05% sebelum kembali ke level 3.11% pada penutupan sesi Asia Selasa (30/10). Harga SUN benchmark juga ditutup menguat 20 - 25 bps dengan benchmark 5Yr (FR0063) dan benchmark 10Yr (FR0064) masing-masing ditutup pada level 8.36% dan 8.62%.

baca juga: Prediksi kurs Rupiah di 2019

Sedangkan update tentang realisasi investasi di Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi selama periode kuartal III 2018 mencapai IDR 173.80 Triliun atau turun 1.6% dibandingkan dengan kuartal III tahun lalu sebesar IDR 176.60 Triliun. Meskipun mengalami penurunan, secara year on year, investasi di Januari hingga September ini masih meningkat …

Inggris terancam resesi karena kesepakatan Brexit antara Inggris - Uni Eropa deadlock

Info kurs valas hari ini, USD/IDR pagi ini Rabu, 31 Oktober 2018 dibuka pada level 15210/15235 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15180-15280

Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya pada akhir sesi Amerika terkait rilis data US Conference Board Consumer Confidence Index yang lebih baik 137.9 dibanding sebelumnya 135.3. Dolar indeks, DXY, naik 0.45% ke level 97.01. Dari pasar Eropa, Kurs Euro diperdagangkan melemah terhadap USD, terkait berita mengenai Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang menyatakan bahwa dia tidak akan mengajukan diri untuk pemilihan berikutnya pada tahun 2021. Selain itu rilis data Eurozone GDP QoQ dirilis lebih buruk 0.2% dibanding sebelumnya 0.4%.

Kurs Poundsterling diperdagangkan melemah terhadap mata uang lainnya, setelah lembaga rating kredit S&P menyatakan bahwa tidak adanya deal Brexit antara Inggris-Uni Eropa akan membuat Inggris berada dalam resesi mengikuti krisis finansial global, dan akan memb…

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Semakin panasnya perang tarif perdagangan internasional antara Amerika Serikat dan China membuat ekonomi China diprediksi semakin surut secara periodik di akhir tahun 2018, dan sampai diujung tahun 2019, beberapa ekonom dunia nampaknya akan mengkoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi Cina selama kuartal-kuartal mendatang, hal ini karena langkah-langkah pemerintah China baru-baru ini untuk melawan balik perang perdagangan dengan Amerika Serikat dipandang kurang memadai

Jika diprediksi dari sisi Produk domestik bruto China mungkin akan meningkat sebesar 6,4 persen secara YoY di kuartal terakhir 2018, namun selanjutnya pertumbuhan melambat menjadi 6,3 persen pada kuartal pertama 2019, menurut 65 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. dilansir dari Bloomberg

"Kami melihat akan ada pelambatan di tahun 2019, meskipun ada upaya oleh pemerintah China untuk merangsang pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter," ucap Patrick Franke, ekonom dari Frankfurt yang berpartisipas…

Kurs Dollar Rupiah masih kokoh, Tensi perang dagang US vs China memanas lagi

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Selasa 30 Oktober  2018, dibuka pada level 15215/15240  dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15180-15280

Dari Pasar FX Global kemarin,  kemarin USD index ditutup menguat 0.25% ke level 96.37. Hal ini terjadi setelah Bloomberg News melaporkan bahwa US berencana menambah implementasi tarif impor dari barang-barang Tiongkok apabila pembicaraan antara US President Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jingping menemui kebuntuan. Saat ini US telah menetapkan tarif impor pada barang impor dari Tiongkok sebesar USD 250 Milyar, hampir separuh dari total impor US dari Tiongkok. Hal tersebut dibalas oleh Tiongkok dengan menetapkan tarif pada barang yang diimpor dari US senilai dari USD 110 Milyar. USD terhadap JPY menguat 0.46% ke level 112.40.
Dari eropa, EUR terhadap USD melemah 0.10% ke level 1.1391. Ditengah berita bahwa Chancellor Jerman Angela Merkel mengkonfirmasi bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Pemimpin Pa…

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Prediksi angka pertumbuhan perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,2% pada tahun 2018, ya setidaknya tidak turun, masih sama seperti tahun 2017. Investasi jangka panjang diproyeksikan akan meningkat lebih lanjut, karena pemulihan harga komoditas yang sedang berlangsung, dan juga perlahan kepercayaan investor yang meningkat setelah Indonesia naik tingkat rating investasinya, yang sudah diakui oleh agensi rating ternama

Jika dilihat dari sisi konsumsi sektor swasta, terlihat meningkat di tengah gejolak inflasi level moderat, untuk pasar tenaga kerja juga cukup bagus. Sementara itu, tindak lanjut menggenjot ekspor tetap terus menerus dilakukan pemerintah, hal ini untuk mengecilkan trade defisit. Inflasi terjaga di level 3,5% dengan asumsi bahwa tidak ada cuaca ekstrim yang mengganggu produksi dan panen komoditas pangan.

baca juga: Indikator makro ekonomi

Kurs Rupiah diperkirakan akan tetap di bawah tekanan di tengah ketidakpastian global sampai tahun 2019, termasuk keputusan T…

Kritik Trump terhadap Jerome Powell tidak akan mempengaruhi kebijakan The Fed selanjutnya

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Senin 29 Oktober  2018, dibuka pada level  15190 - 15235 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15175-15275

Dilaporkan dari Pasar FX Global Jumat pekan lalu, USD diperdagangkan melemah mendekati level terendahnya pada sesi perdagangan kemarin, didorong oleh penurunan yield US Treasury pasca rilisnya data US GDP yang mengalami kenaikan sebesar 3.5% secara tahunan untuk periode Juli-September, lebih tinggi daripada estimasi ekonomi sebesar 3.3%, dimana analis memperkirakan pertumbuhan akan semakin susah pasca kebijakan pemotongan pajak berakhir. DXY turun 0.25% ke level 96.00, Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR Jumat lalu dibuka pada level 15192/15202, diperdagangkan dalam rentang 15200-15225, dan ditutup pada level 15215/15218. JISDOR berada pada level 15207.

baca juga: Pemerintah kerja keras untuk tarik US Dollar kembali ke Indonesia

Penutupan saham dan harga komoditas 26 Oktober  2018:
IHSG -0.73%
Dow Jones -0.50%
Nikkei +0.35%
Str…

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...

Sektor industri China mulai terlihat perlambatannya, ini dibuktikan dari melambatnya profit secara rerata sebagian besar industri di China, Pertumbuhan laba di perusahaan industri China melambat dalam kurun waktu 5 bulan kelima berturut-turut, pada bulan September karena penjualan bahan baku dan barang-barang manufaktur semakin surut, juga terlihat pada permintaan domestik yang juga ikut turun


Data pelambatan ini sejalan dengan data yang dirilis pekan lalu yang menunjukkan tingkat produksi pabrik-pabrik secara rata-rata bulan September tumbuh pada laju terendah, terhitung sejak Februari 2016. ini sangat tidak bagus kondisinya

baca juga : hampir 50% produk impor dari China akan dikenakan tarif tambahan untuk masuk ke Amerika Serikat

Perlambatan pada sisi laba perusahaan industri akan memberi tekanan pada jumlah pekerjaan, pada akhirnya terjadi perlambatan juga pada sektor konsumsi rumah tangga dan secara keseluruhan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi China.

Secara rata-rata keuntungan indus…

Permintaan Safe Haven Currency Meningkat, Kurs USD masih kokoh terhadap Rupiah

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Selasa 16 Oktober  2018, dibuka pada level  15195/15210 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15175-15275
Dari Pasar FX Global kemarin, USD index ditutup melemah 0.23% ke level 94.72, seiring rilis data ekonomi US Retail Sales yang di bawah ekspektasi. Selain itu, penguatan dari GBP dan EUR turut menjadi faktor.Kemarin US Retail Sales (MoM) (Sep) dirilis di bawah ekspektasi, yakni 0.1% v. proyeksi 0.7%. Selain itu US Core Retail Sales (MoM) (Sep) juga dirilis di bawah ekspektasi, yakni -0.1% v. proyeksi 0.4%.Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran di antara pelaku pasar, akan kemungkinan tren peningkatan ekonomi yang kuat ini akan terus berlanjut.

Dari Eropa, GBP terhadap USD menguat 0.08% ke level 1.3166 serta EUR/USD menguat 0.27% ke level 1.1590. Ditengah kabar dari Theresa May yang menyatakan kepada Parlemen Inggris bahwa meski pembicaraan dengan EU telah mencapai kemajuan yang positif namun perbatasan Irlandia masih me…

Kurs US Dollar terhadap Rupiah naik tajam menuju 15200, ini penyebabnya....

Rupiah masih terdepresiasi, belum ada tanda-tanda penguatan, Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini  Kamis 4 Oktober 2018 , dibuka pada level 15090/15140 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15050-15200
Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya pasca rilisnya data sektor ketenagakerjaan yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan. Data US ADP Employment Change dirilis naik 230k dari periode sebelumnya sebesar 163k. Kenaikan ini jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebagian besar analis yaitu sebesar 184k. DXY naik 0.13% ke level 95.25. Di sisi lain, EUR diperdagangkan melemah meskipun Pemerintah Italia berencana menguranfi target defisit anggaran untuk tahun 2020 dan 2021 menjadi 2.2% dan 2%, dan tetap bertahan dengan rencana sebelumnya untuk tahun 2019 di 2.4%. Sebelumnya pemerintah Italia menyatakan target sebesar 2.4% selama tiga tahun, yang mana akan melewati aturan fiskal dari Uni Eropa. EURUSD turun 0.1% …

Trump ajak Uni Eropa Perang Dagang Melalui Tarif Impor Mobil

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Senin, 3 September 2018, dibuka pada level  14700/14775 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14700-14900, Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat tajam terhadap major currencies lainnya pada Jumat pekan lalu seiring dengan meningkatnya tensi perdagangan global yang mendorong peningkatan demand USD.

Kekhawatiran akan perang dagang meningkat pasca Presiden US, Donald Trump, yang menolak proposal dari Uni Eropa untuk menghapus tarif impor mobil jika US juga menghapus hal yang sama. Trump berpendapat bahwa penawaran tersebut dirasa masih belum cukup. DXY naik 0.45% ke level 95.07 sementara EUR/USD turun 0.65% ke level 1.1590.

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14695/14705, diperdagangkan dalam rentang 14695-14775, dan ditutup pada level 14725/14735.

Penutupan saham dan harga komoditas 31  Agustus 2018:
IHSG -0.01%
Dow Jones -0.09%
Nikkei -0.45%
Straits Times -0.11%
Gold $ 1198
Oil $ 69.78

Indikasi ku…

Hampir 50% produk impor dari China akan dikenakan tarif tambahan oleh Amerika Serikat

Kurs valas US Dollar Rupiah dibuka naik signifikan dibanding minggu sebelumnya, saat ini kurs US dollar Rupiah 14750/14850, cukup mengkhawatirkan, pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia telah melakukan dual intervention pada pasar valas dan obligasi domestik.

baca juga: Pemerintah terus menerus berupaya menarik US dollar ke Indonesia

Bank Indonesia menginformasikan bahwa terdapat pembelian obligasi sebesar IDR 4.10 Triliun hari ini sehingga total pembelian SBN oleh BI sejak awal tahun mencapai IDR 79.23 Triliun, dengan rincian pembelian di pasar primer sebesar IDR 57.23 Triliun dan pasar sekunder sebesar IDR 22.18 Triliun.

baca juga : Besar kemungkinan Fed fund rate akan naik

Isu perang dagang antara AS dan China kembali meningkat pasca Presiden AS, Donald Trump mendukung untuk kelanjutkan tarif tambahan sebesar USD 200 Miliar sehingga hampir 50% produk impor dari China akan dikenakan pajak.

Kurs US Dollar Menguat Tajam, Mata Uang Emerging Market Melemah

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Jumat 31 Agustus  2018, dibuka pada level  14700/14775 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14700-14825. Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya pasca rilisnya data yang menunjukkan inflasi yang kembali memenuhi target The Fed, serta pengeluaran konsumen yang masih kokoh. Hal ini memperkuat kemungkinan Bank Sentral untuk melanjutkan kenaikan suku bunga secara gradual.

baca juga: Pemerintah kerja keras tarik devisa balik ke Indonesia

Sementara itu dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,650/14,660, diperdagangkan dalam rentang 14,650-14,692, dan ditutup pada level 14,685/14,695.  Penguatan USD ini disebabkan karena naiknya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal II sebesar 4.20%, lebih baik dibandingkan dengan survei sebesar 4.00%. Naiknya pertumbuhan ekonomi AS memberikan sinyal positif bagi naiknya inflasi inti yang diperkirakan akan mencapai target 2.00%. Selain itu, p…

Info kurs valas US Dollar rupiah, EUR Rupiah, GBP Rupiah, SGD Rupiah, AUD Rupiah, CNY Rupiah

Info kurs valas hari ini US Dollar rupiah, EUR Rupiah, GBP Rupiah, SGD Rupiah, AUD Rupiah, CNY Rupiah, USD/IDR pagi ini Senin, 27 Agustus  2018, dibuka pada level  14550/14610 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14550-14650
Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah tajam terhadap major currencies lainnya pada Jumat pekan lalu seiring dengan Presiden The Fed, Jerome Powell, yang menyatakan bahwa belum ada tanda yang jelas terkait meningkatnya risiko ekonomi yang overheat, memperkuat ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga masih akan berlanjut secara gradual. Powell menggarisbawahi dua risiko yang akan dihadapi perekonomiannya, dimana jika kenaikan suku bunga terjadi sangat cepat, akan menahan pertumbuhan ekonominya, sementara bila terlalu lambat, dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi overheat. DXY turun 0.55% ke level 95.02
Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14635/14645, diperdagangkan dalam rentang 14635-14665, dan ditutup pada leve…

Probabilitas Kenaikan Fed Fund Rate 100%, Kurs USD Menguat

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Jumat 24 Agustus  2018, dibuka pada level  14630/14680 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14600-14700, Dari Pasar FX Global kemarin, USD kembali menguat terhadap major currencies lainnya, membalikan pelemahan pasca rilis data negatif sebelumnya.

Penguatan USD didorong oleh investor yang kembali terfokus pada perang dagang antara US dan China, serta ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut. Sebagai informasi, implied probability kenaikan Fed Fund Rate pada 26 September 2018 telah mencapai 100%. Dari Pasar Domestik,  Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,600/14,610, diperdagangkan dalam rentang 14,600-14,645, dan ditutup pada level 14,625/14,635

baca juga: Zona Eropa sedikit membaik, kurs EUR mulai menguat

Penutupan saham dan harga komoditas 23  Agustus 2018:
IHSG +0.65%
Dow Jones -0.30%
Nikkei +0.22%
Straits Times +1.56%
Gold $ 1185
Oil $ 67.87

Indikasi kurs Valuta Asing, 24 Agustus  2018, pukul 08.10 WIB:
US…

Kurs US Dollar melemah terhadap major currencies, namun menguat terhadap Rupiah

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini  Kamis 23 Agustus 2018 , dibuka pada level 14590/14620 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14550-14650, Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya pada Rabu lalu seiring dengan data perumahan US yang dirilis melemah, dimana traders menanti rilisnya risalah rapat FOMC untuk mencari clue terkait kebijakan moneter The Fed ke depannya. DXY turun tipis 0.07% ke level 95.06. Data US Existing Home Sales dirilis turun 0.7% pada bulan Juli, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan sebesar 0.6%.

Dari Pasar Domestik perdagangan kemarin, Spot USD/IDR diperdagangkan dalam rentang 14565-14590, dan JISDOR berada pada level 14568

baca juga: Pemerintah kerja keras tarik US dollar ke Indonesia

Penutupan saham dan harga komoditas 21 Agustus  2018:
IHSG +0.88%
Dow Jones -0.34%
Nikkei +0.09%
Straits Times -0.15%
Gold $ 1192.56
Oil $ 67.88

baca juga: BI menaikkan suku bunga acuan

Indikasi…

Optimisme Membaiknya Ekonomi Zona Eropa Membawa EUR Menguat

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Selasa 21 Agustus 2018 dibuka pada level  14555/14575 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14500-14600. Dari Pasar FX Global kemarin,pada Sesi Amerika USD index melemah 0.14% ke level 95.86, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi di 96.31.

Pelemahan kurs USD index ini salah satunya dipengaruhi oleh penguatan EUR, seiring para investor optimis dengan kesehatan ekonomi Eurozone setelah proses bailout selama 8 tahun bagi Yunani mencapai tahap akhir pada Senin kemarin. EUR/USD menguat 0.19% ke level 1.1460. Namun di sisi lain, kekhawatiran masih dimiliki oleh pelaku pasar atas ekonomi Turki setelah pada Jumat lalu peringkat utang Turki diturunkan hingga menjadi level junk. Krisis Turki dapat semakin parah pada minggu ini, seiring rencana US untuk kembali menetapkan sanksi pada Rabu esok. GBP/USD menguat 0.25% ke level 1.2783. Di sisi lain USD/JPY melemah 0.17% ke level 110.32, turut memberikan tekanan terhadap USD.

Dari Pasar D…

Kurs Rupiah sedikit menguat, Ancaman krisis ekonomi Turki masih membayangi

Rupiah sedikit menguat imbas dari koreksi terbatas US dollar terhadap mata uang utama lainnya, hari ini diperdagangkan di level 14550/14620, Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah pada Jumat lalu di saat investor menunggu  hasil pembicaraan mengenai kelanjutan isu perdagangan antara Cina dan Amerika. Dari data ekonomi, US University of Michigan Consumer Sentiment Index dirilis lebih buruk 95.3 dibanding periode sebelumnya 97.9.

baca juga: Perbankan Eropa terdampak krisis Turki

Kurs US Dollar indeks (DXY) berada pada level 96.11, turun 0.56% dari hari sebelumnya. Lira Turki masih diperdagangkan melemah 8.5% terhadap USD, ke level 6.3 per USD, sedikit pulih dari level terendah 7.3 pada awal minggu lalu. Pelemahan Lira mendorong pelemahan mata uang emerging market lainnya terhadap USD, yang membuat pelaku pasar berjaga-jaga dan beralih pada mata uang safe haven.

baca juga: Pertumbuhan ekonomi zona Eropa melambat

Krisis Turki-Amerika membuat investor berekspektasi bahwa hal ter…

Bank of Japan buka peluang menaikkan suku bunga acuan untuk tenor Jangka Panjang

Kondisi saat ini Jepang dilanda deflasi yang berkepanjangan, Mencermati pasar bonds dan kondisi suku bunga acuan di pasar global, Bank of Japan nampaknya sudah bisa memberikan toleransi suku bunga jangka panjang untuk sedikit merayap naik menjadi sekitar 0,4 persen, hal ini sudah mulai diperkenalkan bulan lalu, untuk secara perlahan diam-diam menyiapkan kondisi suku bunga naik, Ini disampaikan oleh mantan eksekutif bank sentral Hideo Hayakawa dilansir dari Reuters

baca juga : Cara ekstrem mengurangi tingkat deflasi di Jepang

Bank sentral Jepang bulan lalu tetap mempertahankan target yield dari suku bunga, tetapi juga memberikan sinyal terbuka kemungkinan suku bunga jangka panjang untuk bergerak lebih fleksibel, dalam hal ini bisa naik dan turun tidak jauh di sekitar target nol persen

Pada kesempatan lain, Gubernur Bank sentral Jepang Haruhiko Kuroda mengatakan, suku bunga dalam tenor jangka panjang sekarang akan terbuka dan diizinkan untuk bergerak dua kali lipat dari kisaran yang se…

BI menaikkan suku bunga acuan jadi 5.50%, Rupiah mulai membaik

Kurs US Dollar Rupiah sedikit agak turun tekanannya, Rupiah mulai membaik seiring sentimen positif terjadi pasca BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke level 5.50%, dengan suku bunga Lending Facility sebesar 6.25% dan Deposit Facility sebesar 4.75%.

baca juga: BI menyiapkan rencana antisipasi krisis ekonomi Turki

Terkesan penuh tekanan dalam memutuskan kenaikan bunga acuan, Keputusan ini dilakukan guna mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan deifist transaksi berjalan dalam batas yang aman. BI juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5.00 – 5.40% tahun ini, lebih kecil dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya 5.15 – 5.50%.

baca juga: Pemerintah kerja keras tarik US dollar ke Indonesia kembali

Namun perlu diperhatikan juga data neraca perdagangan, rilis resmi dari BPS mencatat neraca perdagangan Juli 2018 kembali mencatat defisit sebesar USD 2.03 Miliar, dengan nilai impor mengalami kenaikan sebesar 31.56% YoY dan e…

Perbankan Eropa Terdampak Krisis Turki, Kurs EUR melemah

Ekonomi zona eropa masih belum membaik sepenuhnya, Kurs EUR masih melemah sampai saat ini, belum menunjukkan akan rebound naik, Dari Pasar FX Global, pada sesi eropa, kurs Euro diperdagangkan melemah seiring kekhawatiran depresiasi lira yang belum usai. Penurunan mata uang Turki hingga 40 % terhadap dollar AS sejak awal tahun ikut menekan Kurs EUR dikarenakan eksposur bank-bank Eropa yang cukup besar ke perekonomian Turki yang memiliki saham mayoritas di bank-bank lokal Turki. Pasangan mata uang ini berada di level terendanya yitu di 1.1317, atau melemah 0.22% dari penutupan hari selasa.Turki juga mengumumkan rencana penerapan tarif impor pada produk-produk asal AS antara lain mobil, minuman dan tambakau, dengan kisaran 60% hingga 140%.

baca juga: Pertumbuhan ekonomi zona Eropa masih melambat

Dari sesi Amerika, Kurs US dollar terus menguat dan semakin menjadi aset safe haven seiring dengan outlook penguatan dollar AS dari kebijakan moneter The Fed dan outlook solidnya perekonomian AS…

Info Kurs Valas Hari ini, Kurs US Dollar Rupiah diperkirakan bergerak antara 14580-14680

Info kurs valas hari ini US Dollar Rupiah dibuka di level 14600/14630, Kilas balik sebentar, Dari Pasar Domestik perdagangan kemarin, Spot Kurs USD/IDR diperdagangkan dalam rentang 14575-14650, dan JISDOR berada pada level 14621

Penutupan saham dan harga komoditas 15 Agustus  2018:
IHSG +0.81%
Dow Jones +0.84%
Nikkei -0.68%
Straits Times -0.70%
Gold $ 1165
Oil $ 64.55

baca juga: Kurs US Dollar masih menguat terhadap Rupiah

Indikasi kurs Valuta Asing 16 Agustus 2018, pukul 08.15 WIB:
USD/IDR: 14595/14625
EUR/IDR: 16530/16610
GBP/IDR: 18503/18596
JPY/IDR: 131.91/132.57
AUD/IDR: 10542/10585
SGD/IDR: 10546/10622
CNH/IDR: 2106/2128

Indikasi FORWARD USD/IDR
1Week: 14607/14639
2Weeks: 14621/14653
1Month: 14651/14684
2Months: 14713/14746
3Months: 14765/14805

Kurs US Dollar Rupiah Masih Perkasa Imbas Krisis Ekonomi Turki

Info kurs valas USD/IDR pagi ini Rabu, 15 Agustus 2018 dibuka pada level 14580/14630 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14575-14675, Dari Pasar FX Global, pada Sesi Amerika USD diperdagangkan menguat ke level tertinggi 13 bulan terakhir terhadap mata uang utama lain, terkait meningkatnya investasi pelaku pasar pada mata uang safe haven untuk menghindari risiko krisis dari Lira Turki.

baca juga: Krisis Turki mulai menyebar ke negara berkembang

Meskipun Lira pulih dari pelemahan, terkait pernyataan Menteri Keuangan Turki bahwa mereka akan menjaga Lira dari pelemahan lebih lanjut, kekhawatiran terhadap eksposur perbankan Eropa terhadap Lira membuat Kurs EUR melemah tajam terhadap USD. Pelaku pasar masih khawatir dengan kebijakan Presiden Turki, Erdogan, untuk menjaga suku bunga suku bunga di level rendah, dan meningkatnya ketegangan antara Amerika dan Turki mengenai tarif impor. Indeks Dolar DXY menyentuh level 96.79, tertinggi sejak Juni 2017.

baca juga: Harga saham masi…

BI Menyiapkan Langkah Antisipasi Efek Krisis Moneter Turki

Langkah antisipasi efek domino dari krisis moneter Turki sedang dilakukan oleh Bank Indonesia, dengan mekanisme suku bunga, Mayoritas survey yaitu Dua puluh satu dari dua puluh delapan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate pada level 5.25%, sementara sisanya memprediksi bahwa BI akan menaikkan suku bunga acuan ke level 5.50%. kurs US dollar Rupiah ditutup pada level 14,575/14,585. JISDOR berada pada level 14,625

baca juga: Krisis moneter Turki: Beban hutang valas sangat tinggi

Memang dari pengamat ekonomi menilai bahwa kondisi global yang tidak stabil dan pelebaran cadangan devisa menyebabkan BI harus mempercepat kenaikan suku bunga. Presiden Joko Widodo mengadakan rapat kabinet terbatas pada Selasa kemarin, dan menyatakan bahwa penguatan cadangan devisa sangat penting di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, serta meminta untuk menjaga  stabilitas Kurs US Dollar Rupiah dalam nila…

Pertumbuhan Ekonomi Turki Cukup Tinggi, Tapi Beban Hutang Valas Sangat Tinggi

Pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat dan terbilang tinggi dibanding negara sekelasnya tidak membuat Turki terbebas dari ancaman krisis moneter, lalu mengapa hal itu bisa terjadi, Presiden Turki yang baru terpilih kembali, membuat kebijakan yang kurang hati-hati, benar memang pertumbuhan ekonomi cukup masif dan cepat meningkatnya sebesar 7.4%, namun dibalik itu semua percepatan ekonomi Turki selama ini dibarengi dengan hutang luar negeri (dalam mata uang US Dollar) yang cukup besar dan kurang terukur

baca juga : Krisis Moneter Turki dan Ancaman Inflasi

Banyak korporasi besar di Turki yang memiliki portfolio hutang dalam bentuk valas US Dollar, sedangkan pemasukan mereka dalam mata uang lokal yaitu Lira, begitu mata uang US Dollar menguat karena rencana the Fed menaikkan suku bunga acuan, sudah jelas kurs Lira Turki melemah, sudah dipastikan beban hutang korporasi-korporasi tersebut membengkak, HANYA karena selisih kurs

baca juga: Krisis moneter Turki, US dollar dan safe haven currenc…

Penguatan Kurs US Dollar dan Mata Uang Safe Haven Lainnya Mulai Mereda

Penguatan kurs US Dollar terhadap Lira Turki mulai terkoreksi, setelah empat hari berturut-turut naik sangat tinggi akibat sentimen negatif terhadap krisis ekonomi Turki, saat ini mengalami rebound, kembalinya kurs Lira Turki menguat kembali terhadap US dollar mulai diyakini beberapa pelaku pasar sebagai hal yang baik, berharap bahwa setiap kejatuhan ekonomi atau buruknya kelola sistem keuangan di negara tersebut, dan dampak negatif atau sentimen negatif ke pasar forex negara berkembang atau mata uang lainnya akan berlangsung terbatas, Berharap tidak sampai melebar secara domino ke pasar forex negara berkembang

Perisitiwa kuatnya US dollar akhir-akhir ini jika ditelusuri lebih dalam pada dasarnya sejak Kamis, US Dollar diperdagangkan lebih rendah, seperti Yen Jepang; kondisi saat ini turbulensi pasar valas dan para pelaku pasar terhadap permintaan safe haven currency sudah mulai mereda

Namun perlu diketahui bahwa baru-baru ini Presiden Turki Recep Erdogan telah berjanji untuk membala…

China Beralih Fokus ke Peningkatan Permintaan Domestik

Perang dagang China lawan Amerika Serikat masih berlangsung, dan Amerika Serikat terus-menerus menambah tekanan, China perlahan-lahan telah mengalihkan fokus pertumbuhan ekonomi dengan action plan peningkatan pertumbuhan pasar industri dalam negeri, dengan menumbuhkan permintaan pasar domestik, Pemerintah China mengambil pendekatan yang lebih terukur untuk antisipasi tingginya risiko keuangan dan utang korporasi yang disebabkan tingginya biaya pinjaman, dan secara langsung memicu peningkatan jumlah kredit macet korporasi industri manufaktur

baca juga: China memberlakukan tarif mahal pada barang dan jasa asal Amerika Serikat

Pemerintah China telah berjanji untuk meningkatkan belanja dalam negeri di industri kereta api dan pembangunan jalan, dengan kata lain, lebih mementingkan belanja di pasar domestik ketika ekonomi sedang melambat

Sementara itu bank sentral China terus memompa lebih banyak uang beredar ke dalam sistem keuangan dan mendesak bank komersial di China untuk menawarkan le…

Harga Saham di Bursa Global Turun Akibat Krisis Moneter Turki

Imbas krisis moneter di Turki berdampak ke sektor saham di Indonesia, sejak kemarin masih terpuruk, US Dollar Rupiah saat ini di posisi 14610/14630, dengan kecenderungan bergerak naik, Kira-kira sebab utama nya apa nih...

Di sektor saham melemah karena seiring dengan pelemahan yang terjadi pada bursa global. pemicu awal karena perseturuan Amerika Serikat dengan Turki, akibat adanya penerapan kenaikan tarif baja dan aluminium dari AS serta belum adanya langkah dari pemerintah Turki yang mampu mendorong kestabilan mata uangnya yang mengalami pelemahan signifikan. Hal ini memicu kekhawatiran sejumlah negara terutama Eropa dan Asia.

baca juga: Pemerintah kerja keras tarik modal asing masuk Indonesia kembali

Pada pembukaan perdagangan saham, IHSG melemah 13,326 poin (0,23%) ke 5.847,920. Indeks LQ45 turun 2,953 poin (0,32%) ke 920,273. dilansir dari detikfinance

sumber: detik finance

Rupiah Masih Melemah Terhadap US Dollar Efek Domino Krisis Moneter Turki

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Selasa 14 Agustus 2018 dibuka pada level  14590/14600 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14550-14675, Dari Pasar FX Global kemarin, pada Sesi Amerika USD index ditutup menguat 0.08%. Penguatan terbatas USD index ini terjadi seiring recovery EUR setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam 13 bulan terakhir, imbas dari Krisis Turki. Usaha Bank Sentral Turki untuk meredam krisis salah satunya dengan memangkas ketentuan pencadangan Lira dan Mata Uang Asing oleh Bank di Turki untuk memberikan supply likuiditas sebanyak yang diperlukan, masih belum berefek banyak. EUR terhadap USD pagi ini berada pada level 1.1406.

baca juga : Penyebab utama krisis moneter di Turki

Penguatan terbatas USD juga dipengaruhi olwh meningkatnya permintaan safe haven currency dimana USD terhadap JPY melemah 0.16% ke level 110.63 dan USD terhadap CHF melemah 0.12% ke level 0.9940.

Di sisi lain, GBP terhadap USD melemah 0.16% ke level 1.2750 dimana inve…

Krisis Moneter Turki: Hutang Perusahaan dalam Valas, Jatuhnya Lira, dan Ancaman Inflasi

Turki dilanda krisis moneter, baru mulai dampaknya ke market global, mata uang Turki Lira sedikit menguat hanya sebentar, ketika Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak mengatakan negara telah menyusun rencana untuk meredakan kekhawatiran investor, saat ini sedang membatasi transaksi swap. Namun US dolar masih naik terus hampir 10 persen pada hari yang sama di 6,9993 lira. padahal bulan lalu rata-rata masih berada di level 4,8450.

Mata uang Lira jatuh sangat dalam akibat merebaknya kekhawatiran market dan investor atas kebijakan Presiden Turki Tayyip Erdogan yang melakukan intervensi berlebihan atas ekonomi Turki dan memburuknya hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat.

baca juga : Krisis Moneter di Turki

"Sebenarnya jatuh nya mata uang Lira dimulai pada bulan Mei, sekarang terlihat lebih jelas lagi, jatuh nya mata uang Lira mendorong ekonomi Turki ke dalam kondisi resesi dan mungkin memicu krisis perbankan dalam waktu dekat," kata Andrew Kenningham, kepala ekonom global di Ca…

Krisis Turki Merebak, Safe Haven Currency US Dollar, CHF dan JPY Menguat Tajam

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Senin, 13 Agustus 2018, dibuka pada level  14485/14535 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14500-14650 Dari Pasar FX Global Jumat pekan lalu, EUR menyentuh level terendah satu tahun terakhir terhadap USD, dipengaruhi oleh Lira Turki yang kembali melanjutkan pelemahan dan membuat investor beralih pada mata uang safe haven, termasuk USD, CHF, dan JPY. Mata uang Lira sudah melemah lebih dari 40% dalam satu tahun terakhir terkait kekhawatiran meningkatnya kontrol, ekonomi oleh  Presiden Erdogan, dan terus memburuknya hubungan Turki-Amerika.


baca juga : Perbedaan trader fundamentalis dan teknikal

USD diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya, dengan Presiden Trump mengautorisasi penambahan tarif produk baja dan alumunium Turki menjadi 50% dan 20% masing-masing.

baca juga: Ketentuan umum structured product

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR dibuka pada level 14430/14440, diperdagangkan dalam rentang 14435-14480, dan ditu…

Manajemen Risiko Structured Product bagi Perbankan

Dalam melakukan kegiatan atau bertransaksi Structured Product, Manajemen risiko wajib diterapkan dan dipatuhi secara serius dan detail, Bank wajib menerapkan manajemen risiko secara efektif paling sedikit mencakup:

a. pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris;
b. kecukupan kebijakan dan prosedur;
c. kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko; dan
d. sistem pengendalian intern.

Direksi dan Dewan Komisaris bank wajib secara aktif mengawasi, lingkup pengawasan Direksi cakupannya antara lain, menetapkan rencana Bank untuk Kegiatan Structured Product; menetapkan kebijakan dan prosedur Bank untuk Kegiatan Structured Product; dan memantau dan mengevaluasi Kegiatan Structured Product.

baca juga : Ketentuan umum Structured Product di Indonesia

Sedangkan Dewan Komisaris, lingkup pengawasan paling sedikit setidaknya meliputi persetujuan Dewan Komisaris atas rencana Bank untuk Kegiatan Structured Product; dan evaluasi…