Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2018

Kurs US Dollar Menguat Tajam, Mata Uang Emerging Market Melemah

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Jumat 31 Agustus  2018, dibuka pada level  14700/14775 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14700-14825. Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya pasca rilisnya data yang menunjukkan inflasi yang kembali memenuhi target The Fed, serta pengeluaran konsumen yang masih kokoh. Hal ini memperkuat kemungkinan Bank Sentral untuk melanjutkan kenaikan suku bunga secara gradual.

baca juga: Pemerintah kerja keras tarik devisa balik ke Indonesia

Sementara itu dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,650/14,660, diperdagangkan dalam rentang 14,650-14,692, dan ditutup pada level 14,685/14,695.  Penguatan USD ini disebabkan karena naiknya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal II sebesar 4.20%, lebih baik dibandingkan dengan survei sebesar 4.00%. Naiknya pertumbuhan ekonomi AS memberikan sinyal positif bagi naiknya inflasi inti yang diperkirakan akan mencapai target 2.00%. Selain itu, p…

Info kurs valas US Dollar rupiah, EUR Rupiah, GBP Rupiah, SGD Rupiah, AUD Rupiah, CNY Rupiah

Info kurs valas hari ini US Dollar rupiah, EUR Rupiah, GBP Rupiah, SGD Rupiah, AUD Rupiah, CNY Rupiah, USD/IDR pagi ini Senin, 27 Agustus  2018, dibuka pada level  14550/14610 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14550-14650
Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah tajam terhadap major currencies lainnya pada Jumat pekan lalu seiring dengan Presiden The Fed, Jerome Powell, yang menyatakan bahwa belum ada tanda yang jelas terkait meningkatnya risiko ekonomi yang overheat, memperkuat ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga masih akan berlanjut secara gradual. Powell menggarisbawahi dua risiko yang akan dihadapi perekonomiannya, dimana jika kenaikan suku bunga terjadi sangat cepat, akan menahan pertumbuhan ekonominya, sementara bila terlalu lambat, dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi overheat. DXY turun 0.55% ke level 95.02
Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14635/14645, diperdagangkan dalam rentang 14635-14665, dan ditutup pada leve…

Probabilitas Kenaikan Fed Fund Rate 100%, Kurs USD Menguat

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Jumat 24 Agustus  2018, dibuka pada level  14630/14680 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14600-14700, Dari Pasar FX Global kemarin, USD kembali menguat terhadap major currencies lainnya, membalikan pelemahan pasca rilis data negatif sebelumnya.

Penguatan USD didorong oleh investor yang kembali terfokus pada perang dagang antara US dan China, serta ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut. Sebagai informasi, implied probability kenaikan Fed Fund Rate pada 26 September 2018 telah mencapai 100%. Dari Pasar Domestik,  Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,600/14,610, diperdagangkan dalam rentang 14,600-14,645, dan ditutup pada level 14,625/14,635

baca juga: Zona Eropa sedikit membaik, kurs EUR mulai menguat

Penutupan saham dan harga komoditas 23  Agustus 2018:
IHSG +0.65%
Dow Jones -0.30%
Nikkei +0.22%
Straits Times +1.56%
Gold $ 1185
Oil $ 67.87

Indikasi kurs Valuta Asing, 24 Agustus  2018, pukul 08.10 WIB:
US…

Kurs US Dollar melemah terhadap major currencies, namun menguat terhadap Rupiah

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini  Kamis 23 Agustus 2018 , dibuka pada level 14590/14620 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14550-14650, Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya pada Rabu lalu seiring dengan data perumahan US yang dirilis melemah, dimana traders menanti rilisnya risalah rapat FOMC untuk mencari clue terkait kebijakan moneter The Fed ke depannya. DXY turun tipis 0.07% ke level 95.06. Data US Existing Home Sales dirilis turun 0.7% pada bulan Juli, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan sebesar 0.6%.

Dari Pasar Domestik perdagangan kemarin, Spot USD/IDR diperdagangkan dalam rentang 14565-14590, dan JISDOR berada pada level 14568

baca juga: Pemerintah kerja keras tarik US dollar ke Indonesia

Penutupan saham dan harga komoditas 21 Agustus  2018:
IHSG +0.88%
Dow Jones -0.34%
Nikkei +0.09%
Straits Times -0.15%
Gold $ 1192.56
Oil $ 67.88

baca juga: BI menaikkan suku bunga acuan

Indikasi…

Optimisme Membaiknya Ekonomi Zona Eropa Membawa EUR Menguat

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Selasa 21 Agustus 2018 dibuka pada level  14555/14575 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14500-14600. Dari Pasar FX Global kemarin,pada Sesi Amerika USD index melemah 0.14% ke level 95.86, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi di 96.31.

Pelemahan kurs USD index ini salah satunya dipengaruhi oleh penguatan EUR, seiring para investor optimis dengan kesehatan ekonomi Eurozone setelah proses bailout selama 8 tahun bagi Yunani mencapai tahap akhir pada Senin kemarin. EUR/USD menguat 0.19% ke level 1.1460. Namun di sisi lain, kekhawatiran masih dimiliki oleh pelaku pasar atas ekonomi Turki setelah pada Jumat lalu peringkat utang Turki diturunkan hingga menjadi level junk. Krisis Turki dapat semakin parah pada minggu ini, seiring rencana US untuk kembali menetapkan sanksi pada Rabu esok. GBP/USD menguat 0.25% ke level 1.2783. Di sisi lain USD/JPY melemah 0.17% ke level 110.32, turut memberikan tekanan terhadap USD.

Dari Pasar D…

Kurs Rupiah sedikit menguat, Ancaman krisis ekonomi Turki masih membayangi

Rupiah sedikit menguat imbas dari koreksi terbatas US dollar terhadap mata uang utama lainnya, hari ini diperdagangkan di level 14550/14620, Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah pada Jumat lalu di saat investor menunggu  hasil pembicaraan mengenai kelanjutan isu perdagangan antara Cina dan Amerika. Dari data ekonomi, US University of Michigan Consumer Sentiment Index dirilis lebih buruk 95.3 dibanding periode sebelumnya 97.9.

baca juga: Perbankan Eropa terdampak krisis Turki

Kurs US Dollar indeks (DXY) berada pada level 96.11, turun 0.56% dari hari sebelumnya. Lira Turki masih diperdagangkan melemah 8.5% terhadap USD, ke level 6.3 per USD, sedikit pulih dari level terendah 7.3 pada awal minggu lalu. Pelemahan Lira mendorong pelemahan mata uang emerging market lainnya terhadap USD, yang membuat pelaku pasar berjaga-jaga dan beralih pada mata uang safe haven.

baca juga: Pertumbuhan ekonomi zona Eropa melambat

Krisis Turki-Amerika membuat investor berekspektasi bahwa hal ter…

Bank of Japan buka peluang menaikkan suku bunga acuan untuk tenor Jangka Panjang

Kondisi saat ini Jepang dilanda deflasi yang berkepanjangan, Mencermati pasar bonds dan kondisi suku bunga acuan di pasar global, Bank of Japan nampaknya sudah bisa memberikan toleransi suku bunga jangka panjang untuk sedikit merayap naik menjadi sekitar 0,4 persen, hal ini sudah mulai diperkenalkan bulan lalu, untuk secara perlahan diam-diam menyiapkan kondisi suku bunga naik, Ini disampaikan oleh mantan eksekutif bank sentral Hideo Hayakawa dilansir dari Reuters

baca juga : Cara ekstrem mengurangi tingkat deflasi di Jepang

Bank sentral Jepang bulan lalu tetap mempertahankan target yield dari suku bunga, tetapi juga memberikan sinyal terbuka kemungkinan suku bunga jangka panjang untuk bergerak lebih fleksibel, dalam hal ini bisa naik dan turun tidak jauh di sekitar target nol persen

Pada kesempatan lain, Gubernur Bank sentral Jepang Haruhiko Kuroda mengatakan, suku bunga dalam tenor jangka panjang sekarang akan terbuka dan diizinkan untuk bergerak dua kali lipat dari kisaran yang se…

BI menaikkan suku bunga acuan jadi 5.50%, Rupiah mulai membaik

Kurs US Dollar Rupiah sedikit agak turun tekanannya, Rupiah mulai membaik seiring sentimen positif terjadi pasca BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke level 5.50%, dengan suku bunga Lending Facility sebesar 6.25% dan Deposit Facility sebesar 4.75%.

baca juga: BI menyiapkan rencana antisipasi krisis ekonomi Turki

Terkesan penuh tekanan dalam memutuskan kenaikan bunga acuan, Keputusan ini dilakukan guna mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan deifist transaksi berjalan dalam batas yang aman. BI juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5.00 – 5.40% tahun ini, lebih kecil dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya 5.15 – 5.50%.

baca juga: Pemerintah kerja keras tarik US dollar ke Indonesia kembali

Namun perlu diperhatikan juga data neraca perdagangan, rilis resmi dari BPS mencatat neraca perdagangan Juli 2018 kembali mencatat defisit sebesar USD 2.03 Miliar, dengan nilai impor mengalami kenaikan sebesar 31.56% YoY dan e…

Perbankan Eropa Terdampak Krisis Turki, Kurs EUR melemah

Ekonomi zona eropa masih belum membaik sepenuhnya, Kurs EUR masih melemah sampai saat ini, belum menunjukkan akan rebound naik, Dari Pasar FX Global, pada sesi eropa, kurs Euro diperdagangkan melemah seiring kekhawatiran depresiasi lira yang belum usai. Penurunan mata uang Turki hingga 40 % terhadap dollar AS sejak awal tahun ikut menekan Kurs EUR dikarenakan eksposur bank-bank Eropa yang cukup besar ke perekonomian Turki yang memiliki saham mayoritas di bank-bank lokal Turki. Pasangan mata uang ini berada di level terendanya yitu di 1.1317, atau melemah 0.22% dari penutupan hari selasa.Turki juga mengumumkan rencana penerapan tarif impor pada produk-produk asal AS antara lain mobil, minuman dan tambakau, dengan kisaran 60% hingga 140%.

baca juga: Pertumbuhan ekonomi zona Eropa masih melambat

Dari sesi Amerika, Kurs US dollar terus menguat dan semakin menjadi aset safe haven seiring dengan outlook penguatan dollar AS dari kebijakan moneter The Fed dan outlook solidnya perekonomian AS…

Info Kurs Valas Hari ini, Kurs US Dollar Rupiah diperkirakan bergerak antara 14580-14680

Info kurs valas hari ini US Dollar Rupiah dibuka di level 14600/14630, Kilas balik sebentar, Dari Pasar Domestik perdagangan kemarin, Spot Kurs USD/IDR diperdagangkan dalam rentang 14575-14650, dan JISDOR berada pada level 14621

Penutupan saham dan harga komoditas 15 Agustus  2018:
IHSG +0.81%
Dow Jones +0.84%
Nikkei -0.68%
Straits Times -0.70%
Gold $ 1165
Oil $ 64.55

baca juga: Kurs US Dollar masih menguat terhadap Rupiah

Indikasi kurs Valuta Asing 16 Agustus 2018, pukul 08.15 WIB:
USD/IDR: 14595/14625
EUR/IDR: 16530/16610
GBP/IDR: 18503/18596
JPY/IDR: 131.91/132.57
AUD/IDR: 10542/10585
SGD/IDR: 10546/10622
CNH/IDR: 2106/2128

Indikasi FORWARD USD/IDR
1Week: 14607/14639
2Weeks: 14621/14653
1Month: 14651/14684
2Months: 14713/14746
3Months: 14765/14805

Kurs US Dollar Rupiah Masih Perkasa Imbas Krisis Ekonomi Turki

Info kurs valas USD/IDR pagi ini Rabu, 15 Agustus 2018 dibuka pada level 14580/14630 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14575-14675, Dari Pasar FX Global, pada Sesi Amerika USD diperdagangkan menguat ke level tertinggi 13 bulan terakhir terhadap mata uang utama lain, terkait meningkatnya investasi pelaku pasar pada mata uang safe haven untuk menghindari risiko krisis dari Lira Turki.

baca juga: Krisis Turki mulai menyebar ke negara berkembang

Meskipun Lira pulih dari pelemahan, terkait pernyataan Menteri Keuangan Turki bahwa mereka akan menjaga Lira dari pelemahan lebih lanjut, kekhawatiran terhadap eksposur perbankan Eropa terhadap Lira membuat Kurs EUR melemah tajam terhadap USD. Pelaku pasar masih khawatir dengan kebijakan Presiden Turki, Erdogan, untuk menjaga suku bunga suku bunga di level rendah, dan meningkatnya ketegangan antara Amerika dan Turki mengenai tarif impor. Indeks Dolar DXY menyentuh level 96.79, tertinggi sejak Juni 2017.

baca juga: Harga saham masi…

BI Menyiapkan Langkah Antisipasi Efek Krisis Moneter Turki

Langkah antisipasi efek domino dari krisis moneter Turki sedang dilakukan oleh Bank Indonesia, dengan mekanisme suku bunga, Mayoritas survey yaitu Dua puluh satu dari dua puluh delapan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate pada level 5.25%, sementara sisanya memprediksi bahwa BI akan menaikkan suku bunga acuan ke level 5.50%. kurs US dollar Rupiah ditutup pada level 14,575/14,585. JISDOR berada pada level 14,625

baca juga: Krisis moneter Turki: Beban hutang valas sangat tinggi

Memang dari pengamat ekonomi menilai bahwa kondisi global yang tidak stabil dan pelebaran cadangan devisa menyebabkan BI harus mempercepat kenaikan suku bunga. Presiden Joko Widodo mengadakan rapat kabinet terbatas pada Selasa kemarin, dan menyatakan bahwa penguatan cadangan devisa sangat penting di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, serta meminta untuk menjaga  stabilitas Kurs US Dollar Rupiah dalam nila…

Pertumbuhan Ekonomi Turki Cukup Tinggi, Tapi Beban Hutang Valas Sangat Tinggi

Pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat dan terbilang tinggi dibanding negara sekelasnya tidak membuat Turki terbebas dari ancaman krisis moneter, lalu mengapa hal itu bisa terjadi, Presiden Turki yang baru terpilih kembali, membuat kebijakan yang kurang hati-hati, benar memang pertumbuhan ekonomi cukup masif dan cepat meningkatnya sebesar 7.4%, namun dibalik itu semua percepatan ekonomi Turki selama ini dibarengi dengan hutang luar negeri (dalam mata uang US Dollar) yang cukup besar dan kurang terukur

baca juga : Krisis Moneter Turki dan Ancaman Inflasi

Banyak korporasi besar di Turki yang memiliki portfolio hutang dalam bentuk valas US Dollar, sedangkan pemasukan mereka dalam mata uang lokal yaitu Lira, begitu mata uang US Dollar menguat karena rencana the Fed menaikkan suku bunga acuan, sudah jelas kurs Lira Turki melemah, sudah dipastikan beban hutang korporasi-korporasi tersebut membengkak, HANYA karena selisih kurs

baca juga: Krisis moneter Turki, US dollar dan safe haven currenc…

Penguatan Kurs US Dollar dan Mata Uang Safe Haven Lainnya Mulai Mereda

Penguatan kurs US Dollar terhadap Lira Turki mulai terkoreksi, setelah empat hari berturut-turut naik sangat tinggi akibat sentimen negatif terhadap krisis ekonomi Turki, saat ini mengalami rebound, kembalinya kurs Lira Turki menguat kembali terhadap US dollar mulai diyakini beberapa pelaku pasar sebagai hal yang baik, berharap bahwa setiap kejatuhan ekonomi atau buruknya kelola sistem keuangan di negara tersebut, dan dampak negatif atau sentimen negatif ke pasar forex negara berkembang atau mata uang lainnya akan berlangsung terbatas, Berharap tidak sampai melebar secara domino ke pasar forex negara berkembang

Perisitiwa kuatnya US dollar akhir-akhir ini jika ditelusuri lebih dalam pada dasarnya sejak Kamis, US Dollar diperdagangkan lebih rendah, seperti Yen Jepang; kondisi saat ini turbulensi pasar valas dan para pelaku pasar terhadap permintaan safe haven currency sudah mulai mereda

Namun perlu diketahui bahwa baru-baru ini Presiden Turki Recep Erdogan telah berjanji untuk membala…

China Beralih Fokus ke Peningkatan Permintaan Domestik

Perang dagang China lawan Amerika Serikat masih berlangsung, dan Amerika Serikat terus-menerus menambah tekanan, China perlahan-lahan telah mengalihkan fokus pertumbuhan ekonomi dengan action plan peningkatan pertumbuhan pasar industri dalam negeri, dengan menumbuhkan permintaan pasar domestik, Pemerintah China mengambil pendekatan yang lebih terukur untuk antisipasi tingginya risiko keuangan dan utang korporasi yang disebabkan tingginya biaya pinjaman, dan secara langsung memicu peningkatan jumlah kredit macet korporasi industri manufaktur

baca juga: China memberlakukan tarif mahal pada barang dan jasa asal Amerika Serikat

Pemerintah China telah berjanji untuk meningkatkan belanja dalam negeri di industri kereta api dan pembangunan jalan, dengan kata lain, lebih mementingkan belanja di pasar domestik ketika ekonomi sedang melambat

Sementara itu bank sentral China terus memompa lebih banyak uang beredar ke dalam sistem keuangan dan mendesak bank komersial di China untuk menawarkan le…

Harga Saham di Bursa Global Turun Akibat Krisis Moneter Turki

Imbas krisis moneter di Turki berdampak ke sektor saham di Indonesia, sejak kemarin masih terpuruk, US Dollar Rupiah saat ini di posisi 14610/14630, dengan kecenderungan bergerak naik, Kira-kira sebab utama nya apa nih...

Di sektor saham melemah karena seiring dengan pelemahan yang terjadi pada bursa global. pemicu awal karena perseturuan Amerika Serikat dengan Turki, akibat adanya penerapan kenaikan tarif baja dan aluminium dari AS serta belum adanya langkah dari pemerintah Turki yang mampu mendorong kestabilan mata uangnya yang mengalami pelemahan signifikan. Hal ini memicu kekhawatiran sejumlah negara terutama Eropa dan Asia.

baca juga: Pemerintah kerja keras tarik modal asing masuk Indonesia kembali

Pada pembukaan perdagangan saham, IHSG melemah 13,326 poin (0,23%) ke 5.847,920. Indeks LQ45 turun 2,953 poin (0,32%) ke 920,273. dilansir dari detikfinance

sumber: detik finance

Rupiah Masih Melemah Terhadap US Dollar Efek Domino Krisis Moneter Turki

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Selasa 14 Agustus 2018 dibuka pada level  14590/14600 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14550-14675, Dari Pasar FX Global kemarin, pada Sesi Amerika USD index ditutup menguat 0.08%. Penguatan terbatas USD index ini terjadi seiring recovery EUR setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam 13 bulan terakhir, imbas dari Krisis Turki. Usaha Bank Sentral Turki untuk meredam krisis salah satunya dengan memangkas ketentuan pencadangan Lira dan Mata Uang Asing oleh Bank di Turki untuk memberikan supply likuiditas sebanyak yang diperlukan, masih belum berefek banyak. EUR terhadap USD pagi ini berada pada level 1.1406.

baca juga : Penyebab utama krisis moneter di Turki

Penguatan terbatas USD juga dipengaruhi olwh meningkatnya permintaan safe haven currency dimana USD terhadap JPY melemah 0.16% ke level 110.63 dan USD terhadap CHF melemah 0.12% ke level 0.9940.

Di sisi lain, GBP terhadap USD melemah 0.16% ke level 1.2750 dimana inve…

Krisis Moneter Turki: Hutang Perusahaan dalam Valas, Jatuhnya Lira, dan Ancaman Inflasi

Turki dilanda krisis moneter, baru mulai dampaknya ke market global, mata uang Turki Lira sedikit menguat hanya sebentar, ketika Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak mengatakan negara telah menyusun rencana untuk meredakan kekhawatiran investor, saat ini sedang membatasi transaksi swap. Namun US dolar masih naik terus hampir 10 persen pada hari yang sama di 6,9993 lira. padahal bulan lalu rata-rata masih berada di level 4,8450.

Mata uang Lira jatuh sangat dalam akibat merebaknya kekhawatiran market dan investor atas kebijakan Presiden Turki Tayyip Erdogan yang melakukan intervensi berlebihan atas ekonomi Turki dan memburuknya hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat.

baca juga : Krisis Moneter di Turki

"Sebenarnya jatuh nya mata uang Lira dimulai pada bulan Mei, sekarang terlihat lebih jelas lagi, jatuh nya mata uang Lira mendorong ekonomi Turki ke dalam kondisi resesi dan mungkin memicu krisis perbankan dalam waktu dekat," kata Andrew Kenningham, kepala ekonom global di Ca…

Krisis Turki Merebak, Safe Haven Currency US Dollar, CHF dan JPY Menguat Tajam

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Senin, 13 Agustus 2018, dibuka pada level  14485/14535 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14500-14650 Dari Pasar FX Global Jumat pekan lalu, EUR menyentuh level terendah satu tahun terakhir terhadap USD, dipengaruhi oleh Lira Turki yang kembali melanjutkan pelemahan dan membuat investor beralih pada mata uang safe haven, termasuk USD, CHF, dan JPY. Mata uang Lira sudah melemah lebih dari 40% dalam satu tahun terakhir terkait kekhawatiran meningkatnya kontrol, ekonomi oleh  Presiden Erdogan, dan terus memburuknya hubungan Turki-Amerika.


baca juga : Perbedaan trader fundamentalis dan teknikal

USD diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya, dengan Presiden Trump mengautorisasi penambahan tarif produk baja dan alumunium Turki menjadi 50% dan 20% masing-masing.

baca juga: Ketentuan umum structured product

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR dibuka pada level 14430/14440, diperdagangkan dalam rentang 14435-14480, dan ditu…

Manajemen Risiko Structured Product bagi Perbankan

Dalam melakukan kegiatan atau bertransaksi Structured Product, Manajemen risiko wajib diterapkan dan dipatuhi secara serius dan detail, Bank wajib menerapkan manajemen risiko secara efektif paling sedikit mencakup:

a. pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris;
b. kecukupan kebijakan dan prosedur;
c. kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko; dan
d. sistem pengendalian intern.

Direksi dan Dewan Komisaris bank wajib secara aktif mengawasi, lingkup pengawasan Direksi cakupannya antara lain, menetapkan rencana Bank untuk Kegiatan Structured Product; menetapkan kebijakan dan prosedur Bank untuk Kegiatan Structured Product; dan memantau dan mengevaluasi Kegiatan Structured Product.

baca juga : Ketentuan umum Structured Product di Indonesia

Sedangkan Dewan Komisaris, lingkup pengawasan paling sedikit setidaknya meliputi persetujuan Dewan Komisaris atas rencana Bank untuk Kegiatan Structured Product; dan evaluasi…

Ketentuan Umum Structured Product bagi Perbankan di Indonesia

Transaksi keuangan di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat, inovasi terhadap instrumen keuangan telah mengalami perkembangan yang cepat seiring perkembangan ekonomi global, ya mungkin bagian dari bentuk adaptasi perkembangan mekanisme ekonomi global yang berjalan saat ini
Tentunya bahwa perkembangan inovasi tersebut telah memfasilitasi bertumbuhnya berbagai bentuk maupun struktur instrumen keuangan termasuk yang memiliki kompleksitas tinggi, terutama instrumen keuangan dalam bentuk structured product, dalam hal ini terkait hubungan perbankan dengan nasabah, perlu diperhatikan ada hal penting bahwa tingginya kompleksitas instrumen keuangan dapat berakibat pada meningkatnya risiko yang dihadapi bank
Sudah pasti bahwa peningkatan risiko tersebut mengharuskan dilakukannya penyesuaian yang memadai terhadap prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang diterapkan setiap perbankan dalam menjalankan operasional terhadap transaksi structured product, dan harus pula diimbangi dengan …

China memberlakukan tarif sebesar 25% yang senilai $16 miliar untuk barang-barang AS

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini  Kamis 9 Agustus 2018, dibuka pada level 14430/14455 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14400-14475, Dari Pasar FX Global, USD/IDR terkoreksi ke level 14,430 – 14,450, kondisi ini turut dipengaruhi oleh pergerakan CNY yang stabil dan Menteri Perdagangan China telah umumkan kenaikan tarif sebesar 25% yang senilai $16 miliar untuk barang-barang AS. Barang-barang yang ditargetkan oleh China termasuk minyak mentah dan mobil. China juga menargetkan batu bara, minyak pelumas, vaselin, aspal dan produk plastik.

baca: Kurs US Dollar Rupiah sudah mulai turun

Dari Pasar Domestik perdagangan kemarin, Spot USD/IDR diperdagangkan dalam rentang 14430-14450, dan JISDOR berada pada level 14439

Defisit transaksi berjalan Indonesia diperkirakan akan turun dari 2.19% menjadi 2.12%. Hal ini menyebabkan Pemerintah berencana untuk mengurangi net penerbitan obligasi dari IDR 407.50 Triliun menjadi IDR 384 Triliun. Harga SUN benchmark diperdagangkan n…

Bank Sentral China Menerapkan Giro Wajib Minimum Perbankan 20%

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Rabu, 08 Agustus 2018, dibuka pada level 14420/14460 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14400-14500, Dari Pasar FX Global, pada Sesi Amerika USD diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya, terkait kebijakan Bank Sentral Cina (PBOC) mengenai giro wajib minimum perbankan sebesar 20% untuk menjaga stabilitas nilai tukarnya. Yuan sebelumnya sempat melemah ke level terendah 14 bulan terakhir, terkait perang dagang antara Amerika dan CIna yang terus memburuk. 

baca juga: Bank of England menaikkan suku bunga acuan
Dari pasar Eropa, mata uang Euro melanjutkan penguatan kemarin, ditopang oleh membaiknya sentimen risiko terkait kebijakan PBOC. Meskipun demikian, terdapat kemungkinan pelemahan terkait data German Industrial Productions yang dirilis lebih rendah -0.9% vs sebelumnya 2.6%, menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi zona Eropa. AUD turut diperdagangkan menguat terkait penguatan CNY, meskipun risiko pelemahan…

Kurs US Dollar Rupiah mulai turun ditengah perang tarif dagang US dengan China

Info kurs valas hari ini, USD/IDR dibuka pada level 14480/14490 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14425-14525.
Dari Pasar FX Global kemarin, pada Sesi Amerika USD index ditutup menguat 0.14% pada level 95.16, hal ini terjadi ditengah isu Trade War dengan China dan melemahnya GBP hingga menyentuh level terendah dalam 11 bulan terakhir.
baca: Tiongkok, Mexico, Kanada, Uni Eropa dan Turki melakukan balasan perang dagang dengan tarif tinggi kepada Amerika Serikat

Media menyebutkan bahwa Trump sedang melakukan drama perang dagang, dimana pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah China menyatakan akan menerapkan tarif 25%, 20%, 10%, dan 5% terhadap barang produksi amerika senilai lebih dari USD 60 milyar apabila US menindaklanjuti usulan Trump untuk menerapkan tarif yang lebih besar pada barang produksi China senilai lebih dari USD 200 milyar. Beberapa analis menyatakan bahwa meningkatnya kekhawatiran akan terjadinya perang dagang antara US dan China secara total…

Perbedaan Trader Fundamentalis dan Teknikal

Dalam penentuan keputusan beli atau jual valas, tentu dibutuhkan analisa forex yang mendalam dan kadang malah sederhana, disini banyak perdebatan tentang jenis analisis mana yang lebih baik bagi forex trader. Apakah lebih baik menjadi trader fundamentalis atau trader teknikal? Nah mari kita lihat perbedaan mendasarnya

Analisis fundamental melibatkan penilaian kesejahteraan ekonomi suatu entitas, perusahaan, negara, atau apapun yang sedang anda transaksikan, tidak memperhitungkan pergerakan harganya secara real time. Untuk trader di pasar saham, mereka akan melihat faktor pendapatan, pengeluaran, aset, dan kewajiban perusahaan. Bagaimana penampakan dan angka-angkanya, trader fundamental akan menggunakan titik-titik data tersebut untuk menentukan kesehatan perusahaan. Jika profit perusahaan mengarah ke positif dan lebih baik dari sebelumnya, seiring pendapatan dan neraca perusahaan mereka meningkat, maka para trader penganut faham fundamentalis dipasrikan membeli saham perusahaan terse…

Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa Melambat, EUR masih akan melemah

Kurs Euro terhadap US dollar masih cenderung melemah, Penurunan Euro dimulai setelah rilis laporan GDP Q2' 2018 zona Eropa, yang menunjukkan pertumbuhan lebih lambat dari prediksi pasar, beberapa forex trader juga memperkirakan bahwa Bank sentral Eropa akan menunda rilis kebijakan yang bersifat pengetatan anggaran bagi zona Eropa

Kemungkinan pelemahan EUR terhadap USD akan konsisten dalam minggu ini, bergerak dikisaran 1,1510-1,853 . Euro adalah mata uang dengan performa terburuk kedua minggu lalu, setelah Poundsterling Inggris (EUR / GBP + 0,03%).

Pelemahan Euro sangat disayangkan beberapa trader, tidak banyak hal yang bisa dilakukan atau terobosan baru untuk mendongkrak nilai kurs Euro. Kalender ekonomi selama seminggu kedepan yang cukup dibobot yaitu, dan rilis data German Factory Orders periode Juni (Senin) German Industrial Production periode Juni (Selasa)

baca: Pertumbuhan ekonomi Zona Eropa

Bahkan komentar atau speech dari bank sentral yang biasanya hadir menjadi katalis p…

Info Kurs US dollar rupiah, kurs Eur Rupiah, kurs GBP Rupiah, kurs JPY rupiah, kurs AUD, kurs SGD rupiah, kurs CNH rupiah

Info kurs valas hari ini, kurs US dollar rupiah, kurs Eur Rupiah, kurs GBP Rupiah, kurs JPY rupiah, kurs AUD, kurs SGD rupiah, kurs CNH rupiah

Indikasi kurs Valuta Asing, 06 Agustus  2018, pukul 08.30 WIB:
USD/IDR: 14480/14505
EUR/IDR: 16735/16775
GBP/IDR: 18820/18865
JPY/IDR: 130.15/130.45
AUD/IDR: 10700/10730
SGD/IDR: 10585/10615
CNH/IDR: 2112/2125


Bank of England (BOE) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 0.75%

Info kurs valas hari ini USD Rupiah dibuka di 14475/14500, sebagai gambaran sebelumnya, untuk pasar global jumat kemarin USD diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya pasca rilisnya data ekonomi US yang menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan baru serta perlambatan aktivitas jasa pada bulan Juli. Tercatat jumlah pekerjaan pada periode Juli hanya bertambah sebesar 157k, lebih rendah daripada ekspektasi investor yang sebesar 190k. Sementara itu data pengangguran dirilis tidak berubah di angka 3.9%. DXY turun 0.15% ke level 94.86.

Ketidakpastian di sektor perdagangan masih menjadi perhatian investor setelah China menyerang balik melalui proposal pengenaan tarif impor terhadap produk US yang senilai USD 60 miliar sebagai respon terhadap rencana Gedung Putih yang mengusulkan tarif yang tidak hanya sebesar 10 %, melainkan 25%, terhadap produk impor dari China  yang senilai USD 200 Miliar.

Rilis Data untuk hari ini (Survey/Prior):
- GE Factory Orders MoM (-0.5%/2.6%)
- GE Fact…

Cara Ekstrem Mengurangi Tingkat Deflasi di Jepang

Berbagai cara dan kebijakan Moneter yang adaptif terus diupayakan pemerintah Jepang untuk mengurangi tinggi nya tingkat deflasi di Jepang, dan tentu menjaga ekonomi tetap hidup. Hal ini dimulai dengan pertanyaan sederhana: Bagaimana jika Bank of Japan membuang atau ya mengurangi secara nyata keberadaan uang tunai... 
Alih-alih mendorong lebih banyak yen ke dalam sirkulasi ekonomi dalam negeri dengan kebijakan suku bunga dari bank sentral yang sangat murah dalam lima tahun, namun ternyata sampai saat ini tak kunjung datang tanda-tanda inflasi 2 persen yang ditunggu-tunggu, mungkin inilah saatnya untuk menghapus uang tunai sama sekali.
Bank of Japan telah berupaya kerasa dengan segala kemampuan mengatur kebijakan moneternya dalam lima tahun terakhir tetapi cita-cita mencapai 2 pesen tingkat inflasi tetap sulit,

baca: Penyebab Deflasi di Jepang tak kunjung reda
Dimulai dengan rapat perdana pertamanya sebagai gubernur pada April 2013, Kuroda telah memperluas kepemilikan bank sentral atas…

Antisipasi Currency War dan Inflasi Tinggi, Bank Sentral India Menaikkan Repo Rate Menjadi 6.5%

India sedang bersiap untuk mengatasi tekanan inflasi yang cukup kuat dirasakan di India saat ini, Gubernur bank sentral India merespon bahwa hal ini karena semakin naiknya tekanan perang mata uang global yang dirasakan, Bank sentral India menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir, hal ini untuk memperkuat mata uang Rupee dan diharapkan dapat mengurangi tekanan inflasi
Gubernur Reserve Bank of India Urjit Patel mengatakan, dia berusaha menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya risiko dari perdagangan global dan ketegangan tensi perang antar mata uang.
Urjit Patel berkata, "Kami merasakan turbulensi di beberapa bulan terakhir," kata Patel kepada wartawan di Mumbai pada hari Rabu. "Ini sepertinya akan berlanjut dan untuk berapa lamanya, saya tidak tahu. Perang dagang antar negara maju sedang berevolusi menjadi perang tarif ekspor dan impor, dan sekarang kita mungkin berada di awal perang mata uang antar negara"
Pergerakan suku bunga Bank se…

Info kurs valas hari ini US Dollar rupiah, EUR Rupiah, GBP Rupiah, SGD Rupiah, AUD Rupiah, CNY Rupiah

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Jumat 3 Agustus  2018, dibuka pada level  14475/14500 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14450-14550
Dari Pasar FX Global, pada Sesi Amerika DXY ditutup menguat 0.40% pada level 94.84, hal ini terjadi setelah data US Initial Jobless Claims yang dirilis lebih baik dari ekspektasi (218K / 220K).  Seiring menguatnya permintaan safe haven currency, pasca US President Donald Trump mengajukan tarif yang lebih tinggi, yakni 25%, terhadap barang impor dari Tiongkok senilai USD 200 Milyar, pada Rabu kemarin. Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR dibuka pada level 14,440 /14,450, diperdagangkan dalam rentang 14,440-14,477, dan ditutup pada level 14,470/14,480. JISDOR berada pada level 14,446. Yield UST 10Yr diperdagangkan naik hingga level 3.00% setelah The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 1.75 – 2.00% sesuai prediksi survei. Sebagai tambahan, Pemerintah AS juga berencana untuk meningkatkan penerbitan US Treasury minggu…

Info kurs valas hari ini US Dollar terhadap Rupiah masih kuat

Info kurs valas hari ini US Dollar Rupiah, EUR Rupiah, JPY Rupiah, SGD Rupiah, GBP Rupiah, AUD Rupiah, CNY Rupiah, USD pagi ini  Kamis 2 Agustus 2018, dibuka pada level 14430/14455 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14400-14500
Dari Pasar FX Global, pada sesi eropa EUR masih tertekan walaupun data terbaru manufaktur zona euro di bulan Juli sesuai ekspektasi pasar (55.1 vs 55.1). Pergerakan euro sempat tertahan karena market ingin melihat data rilis terkatt pengumuman FOMC di AS dimana hasil akhirnya tingkat suku bunga tetap < 2%. Para investor memprediksi bahwa suku bunga AS baru akan dinaikkan pada FOMC bulan September dan Desember mendatang. Sebagai informasi, implied probability kenaikan Fed Fund Rate pada September 2018 mencapai 92.00%.
Dari Pasar Domestik perdagangan kemarin, Spot USD/IDR diperdagangkan dalam rentang 14435-14445, dan JISDOR berada pada level 14442
Penutupan saham dan harga komoditas 1 Agustus  2018: IHSG +1.63% Dow Jones -0.32% Nikkei +0.86% Straits Ti…