Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2018

Trump ajak Uni Eropa Perang Dagang Melalui Tarif Impor Mobil

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Senin, 3 September 2018, dibuka pada level  14700/14775 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14700-14900, Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat tajam terhadap major currencies lainnya pada Jumat pekan lalu seiring dengan meningkatnya tensi perdagangan global yang mendorong peningkatan demand USD.

Kekhawatiran akan perang dagang meningkat pasca Presiden US, Donald Trump, yang menolak proposal dari Uni Eropa untuk menghapus tarif impor mobil jika US juga menghapus hal yang sama. Trump berpendapat bahwa penawaran tersebut dirasa masih belum cukup. DXY naik 0.45% ke level 95.07 sementara EUR/USD turun 0.65% ke level 1.1590.

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14695/14705, diperdagangkan dalam rentang 14695-14775, dan ditutup pada level 14725/14735.

Penutupan saham dan harga komoditas 31  Agustus 2018:
IHSG -0.01%
Dow Jones -0.09%
Nikkei -0.45%
Straits Times -0.11%
Gold $ 1198
Oil $ 69.78

Indikasi ku…

Hampir 50% produk impor dari China akan dikenakan tarif tambahan oleh Amerika Serikat

Kurs valas US Dollar Rupiah dibuka naik signifikan dibanding minggu sebelumnya, saat ini kurs US dollar Rupiah 14750/14850, cukup mengkhawatirkan, pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia telah melakukan dual intervention pada pasar valas dan obligasi domestik.

baca juga: Pemerintah terus menerus berupaya menarik US dollar ke Indonesia

Bank Indonesia menginformasikan bahwa terdapat pembelian obligasi sebesar IDR 4.10 Triliun hari ini sehingga total pembelian SBN oleh BI sejak awal tahun mencapai IDR 79.23 Triliun, dengan rincian pembelian di pasar primer sebesar IDR 57.23 Triliun dan pasar sekunder sebesar IDR 22.18 Triliun.

baca juga : Besar kemungkinan Fed fund rate akan naik

Isu perang dagang antara AS dan China kembali meningkat pasca Presiden AS, Donald Trump mendukung untuk kelanjutkan tarif tambahan sebesar USD 200 Miliar sehingga hampir 50% produk impor dari China akan dikenakan pajak.