Wednesday, January 27, 2016

Volatilitas harga minyak dan masih melemahnya pasar saham China memicu pelemahan Rupiah

Rupiah hari ini dibuka pada level 13830-13890, hari ini diperkirakan masih bergerak pada kisaran 13825-13925

Berpindah menuju pasar global forex, Pada sesi perdagangan forex global, harga minyak kembali melemah di bawah $30 per barrel, setelah kemarin sempat menguat hingga $ 32.74 per barrel. Pelemahan harga minyak ini, menyebabkan mata uang komoditas melemah pada awal sesi Asia, AUD/USD diperdagangkan hingga level 0.6919 dan USD/CAD diperdagangkan hingga level 1.4326. Namun, mata uang komoditas kembali menguat pada awal sesi eropa seiring dengan harapan bahwa produsen OPEC dan non OPEC semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengatasi salah satu kondisi melimpahnya suplai dalam sedekade.

Dari pasar uang Australia, AUD/USD diperdagangkan hingga level 0.7020 dan USD/CAD diperdagangkan hingga level 1.4046. USD melemah terhadap mayoritas mata uang menjelang FOMC meeting dan beberapa data yang dirilis mixed, US Services PMI dirilis 53.7 dibawah periode sebelumnya 54.3 dan US Consumer Confidence Index dirilis 98.1 lebih baik dari periode sebelumnya 96.5.

Rilis data untuk hari ini (survey/prior):
- Australia CPI QoQ Q4 (0.3%/0.5%)
- Australia CPI YoY Q4 (1.6%/1.5%)
- UK National House PX MoM Jan (0.6%/0.8%)
- German Gfk Consumer Confidence Feb (9.3/9.4)
- US MBA Mortgage Applications Jan 22 (9.0%)
- US New Home Sales Dec (500k/490k)

Review perdagangan Rupiah kemarin dapat dilaporkan IDR melemah 27.5 pips dari penutupan hari sebelumnya, USD/IDR ditutup pada level 13,900. SUN benchmark juga kembali ditutup melemah 10-70 bps, seiring berlanjutnya tren bearish pada harga minyak dan melemahnya bursa saham China hingga 5%. Seluruh indeks saham di bursa Asia ditutup di teritori negatif, kecuali IHSG yang tetap stabil di level 4,510 (menguat tipis 0.1%). Dari Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 479.34 poin (2.48 persen) ke level 18,860.80, indeks Nikkei turun 402.01 poin (2.35 persen) ke level 16,708.90, dan Straits Times melemah 37.12 poin (1.44 persen) ke posisi 2.,545.52.

Hari Ini pasar saham diperkirakan masih bergerak mixed sembari wait and see keputusan the Fed FOMC meeting kaitannya dengan suku bunga acuan

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)