Skip to main content

Posts

Featured

Prediksi Dollar Rupiah Hari Ini Bergerak di Kisaran 14825/14925

Info kurs valas USD/IDR pagi ini Selasa 13 November 2018, dibuka pada level 14830/14880  dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14800-14950.

Dari Pasar FX Global kemarin,USD kembali diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya, hingga menyentuh level tertinggi dalam 17 bulan pada Senin lalu. Penguatan USD didorong oleh pelemahan GBP pasca juru bicara PM UK yang menyangkal laporan yang menyebutkan bahwa elemen kunci dalam perundingan Brexit dapat disampaikan ke UK paling cepat Selasa ini. Hal ini menurunkan optimisme investor terkait perkembangan Brexit. USD index naik 0.67% ke level 97.38, sementara GBP terhadap turun 0.96% ke level 1.2847.

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14730/14750 diperdagangkan dalam rentang 14710-14810 dan ditutup pada level 14810/14820. JISDOR berada pada level 14747.

Penutupan saham dan harga komoditas 12 November 2018:
IHSG -1.65%
Dow Jones -2.32%
Nikkei +0.09%
Straits Times -0.32%
Gold $ 1202
Oil $ 59.09

Ind…
Recent posts

Penguatan Rupiah masih akan berlanjut, Trade War AS vs China mereda

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Kamis 8 November 2018 , dibuka pada level 14585/14615 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 14550-14750

baca juga: Kurs Rupiah menguat imbas data inflasi terkendali

Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya seiring dengan beralihnya fokus investor dari hasil pemilu tengah semester US ke kebijakan moneter The Fed dimana The Fed telah memulai pertemuan yang akan berlangsung selama dua hari. Federal Open Market Committee (FOMC) diekspektasikan akan tetap mempertahankan suku bunganya di level 2.00%-2.25% pada pertemuan saat ini, namun pelaku pasar akan memperhatikan laporan kebijakan moneter the Fed sebagai informasi lebih lanjut terkait rencana kenaikan suku bunga pada Desember mendatang. Sebelumnya, USD juga telah diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya setelah Partai Demokrat meraih kontrol di US House Representatives dan Partai Republik tetap bertugas di US Senate.

Dari Pas…

Woww Kurs Rupiah menguat tajam terhadap US Dollar, balik lagi ke level 14900

Kurs Dollar Rupiah hari ini terdepresiasi cukup dalam, diperdagangkan dalam rentang 14950/15125, cukup lebar memang, hal ini cukup menggembirakan, level support kurs Rupiah bisa menyentuh 14950, semoga penguatan kurs Rupiah terus berlanjut

India, Filipina dan Indonesia paling agresif merespon kenaikan suku bunga The Fed

Kenaikan suku bunga The Fed dimonitor secara ketat oleh beberapa negara di Asia, untuk meminimalisir dampak negatif terhadap ekonomi negara tersebut, terdapat tiga bank sentral di kawasan Asia yang paling aktif dengan menerapkan siklus pengetatan moneter ekonomi, dengan menerapkan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap merespon dari kebijakan suku bunga acuan The Fed

Nampaknya The Federal Reserve ada rencana menaikkan suku bunga lagi, mungkin pada bulan Desember akan dinaikkan lagi, dan yang paling dikhawatirkan, akhir-akhir ini tensi dalam perang perdagangan China dengan Amerika Serikat semakin meningkat, agresifitas respon dari bank sentral di India, Indonesia dan Filipina cukup terlihat nyata, dengan langsung merespon menaikkan suku bungan acuan juga hanya hitungan hari mengikuti kenaikan suku bunga The Fed

baca juga: Optimisme zona eropa membuat kurs EUR menguat

Upaya keras dari bank sentral di Indonesia, India dan Filipina terus dilakukan, sudah berjalan selama berbulan-bulan…

Kurs Rupiah menguat imbas data inflasi terkendali dan cadangan devisa diperkirakan naik

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Jumat  02  November 2018, dibuka pada level  15050 - 15115 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15050 - 15200

Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan melemah terhadap mata uang utama lainnya terkait berita positif mengenai kemungkinan deal antara Uni Eropa dan Inggris. Sektretaris Brexit Inggris, Dominic Raab, menyatakan bahwa dia memperkirakan akan menyetujui kesepakatan Brexit pada akhir November ini, dimana perusahan-perusahaan keuangan UK diperkirakan masih dapat mengakses pasar Uni Eropa. Selain itu, BoE juga menyatakan akan menaikkan suku bunga lebih cepat jika deal Brexit dapat terrealisasi dalam waktu dekat. GBP/USD diperdagangkan menguat ke level 1.3013.  Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR dibuka pada level 15,195/15,205, diperdagangkan dalam rentang 15,125-15,203, dan ditutup pada level 15,125/15,130. JISDOR berada pada level 15,195. Rupiah diperdagangkan menguat pada akhir sesi terhadap USD terkait rilis data inflasi y…

Prediksi Kurs Dollar Rupiah Pada Kisaran 15050 / 15150

Prediksi Kurs Dollar Rupiah diperdagangkan dalam rentang 15,050 / 15,150, Rupiah diperdagangkan menguat pada akhir sesi terhadap USD terkait rilis data inflasi yang relatif terkendali di sekitar level 3% (rilis data BPS inflasi YoY Indonesia 3.16%), dimana target inflasi pada 2018 sebesar 3.5%. Selain itu, Bank Indonesia memperkirakan bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober akan lebih tinggi

Bank of Japan pertahankan suku bunga jangka pendek di -0.10%, Deflasi tak kunjung reda

Bank of Japan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga jangka pendek pada level -0.10%. Deflasi yang tak kunjung reda memaksa Bank of Japan memangkas proyeksi inflasi inti untuk tahun fiskal ini menjadi 0.90% dari sebelumnya sebesar 1.10%. Untuk tahun fiskal 2019 dan 2020, proyeksi inflasi juga diturunkan menjadi 1.40% dan 1.50%.

Dikarenakan inflasi tetap dibawah target 2.00%, BoJ akan mempertahankan stimulus untuk masa yang akan datang.

RUU APBN 2019: Pendapatan Negara IDR 2,165.10 T, Anggaran Belanja IDR 2,461.10 T

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Kamis 1 November 2018 , dibuka pada level 15175/15200 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15170-15270

Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat mendekati level tertingginya dalam 16 bulan terakhir terhadap major currencies lainnya pada Rabu kemarin, seiring dengan data pasar tenaga kerja sektor privat yang masih kuat, yakni US Private Payrolls yang tumbuh 227k, lebih tinggi daripada ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 189k. DXY naik 0.11% ke level 96.90. Hal ini cukup mengejutkan para ekonom yang memperkirakan kenaikan pekerjaan sektor private akan terhambat akibat efek dari badai Florence.

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin diperdagangkan dalam rentang 15200-15233, JISDOR berada pada level 15227. Kemarin, DPR akhirnya menyetujui RUU APBN 2019 dengan rincian pendapatan negara sebesar IDR 2,165.10 Triliun dan anggaran belanja IDR 2,461.10 Triliun sehingga defisit anggaran sebesar IDR 296 Triliun atau 1.84%…

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Tensi perang dagang kembali memanas pasca Presiden AS, Donald Trump bersiap untuk mengenakan tarif tambahan kepada China jika negosiasi pada pertemua G20 di bulan November mendatang gagal mencapai kesepakatan.

baca juga : Prediksi pertumbuhan ekonomi China di 2019 

Tercatat Yield US Treasury tenor 10Yr sempat diperdagangkan ke level 3.05% sebelum kembali ke level 3.11% pada penutupan sesi Asia Selasa (30/10). Harga SUN benchmark juga ditutup menguat 20 - 25 bps dengan benchmark 5Yr (FR0063) dan benchmark 10Yr (FR0064) masing-masing ditutup pada level 8.36% dan 8.62%.

baca juga: Prediksi kurs Rupiah di 2019

Sedangkan update tentang realisasi investasi di Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi selama periode kuartal III 2018 mencapai IDR 173.80 Triliun atau turun 1.6% dibandingkan dengan kuartal III tahun lalu sebesar IDR 176.60 Triliun. Meskipun mengalami penurunan, secara year on year, investasi di Januari hingga September ini masih meningkat …

Inggris terancam resesi karena kesepakatan Brexit antara Inggris - Uni Eropa deadlock

Info kurs valas hari ini, USD/IDR pagi ini Rabu, 31 Oktober 2018 dibuka pada level 15210/15235 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15180-15280

Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya pada akhir sesi Amerika terkait rilis data US Conference Board Consumer Confidence Index yang lebih baik 137.9 dibanding sebelumnya 135.3. Dolar indeks, DXY, naik 0.45% ke level 97.01. Dari pasar Eropa, Kurs Euro diperdagangkan melemah terhadap USD, terkait berita mengenai Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang menyatakan bahwa dia tidak akan mengajukan diri untuk pemilihan berikutnya pada tahun 2021. Selain itu rilis data Eurozone GDP QoQ dirilis lebih buruk 0.2% dibanding sebelumnya 0.4%.

Kurs Poundsterling diperdagangkan melemah terhadap mata uang lainnya, setelah lembaga rating kredit S&P menyatakan bahwa tidak adanya deal Brexit antara Inggris-Uni Eropa akan membuat Inggris berada dalam resesi mengikuti krisis finansial global, dan akan memb…

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Semakin panasnya perang tarif perdagangan internasional antara Amerika Serikat dan China membuat ekonomi China diprediksi semakin surut secara periodik di akhir tahun 2018, dan sampai diujung tahun 2019, beberapa ekonom dunia nampaknya akan mengkoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi Cina selama kuartal-kuartal mendatang, hal ini karena langkah-langkah pemerintah China baru-baru ini untuk melawan balik perang perdagangan dengan Amerika Serikat dipandang kurang memadai

Jika diprediksi dari sisi Produk domestik bruto China mungkin akan meningkat sebesar 6,4 persen secara YoY di kuartal terakhir 2018, namun selanjutnya pertumbuhan melambat menjadi 6,3 persen pada kuartal pertama 2019, menurut 65 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. dilansir dari Bloomberg

"Kami melihat akan ada pelambatan di tahun 2019, meskipun ada upaya oleh pemerintah China untuk merangsang pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter," ucap Patrick Franke, ekonom dari Frankfurt yang berpartisipas…

Kurs Dollar Rupiah masih kokoh, Tensi perang dagang US vs China memanas lagi

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Selasa 30 Oktober  2018, dibuka pada level 15215/15240  dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15180-15280

Dari Pasar FX Global kemarin,  kemarin USD index ditutup menguat 0.25% ke level 96.37. Hal ini terjadi setelah Bloomberg News melaporkan bahwa US berencana menambah implementasi tarif impor dari barang-barang Tiongkok apabila pembicaraan antara US President Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jingping menemui kebuntuan. Saat ini US telah menetapkan tarif impor pada barang impor dari Tiongkok sebesar USD 250 Milyar, hampir separuh dari total impor US dari Tiongkok. Hal tersebut dibalas oleh Tiongkok dengan menetapkan tarif pada barang yang diimpor dari US senilai dari USD 110 Milyar. USD terhadap JPY menguat 0.46% ke level 112.40.
Dari eropa, EUR terhadap USD melemah 0.10% ke level 1.1391. Ditengah berita bahwa Chancellor Jerman Angela Merkel mengkonfirmasi bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Pemimpin Pa…

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Prediksi angka pertumbuhan perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,2% pada tahun 2018, ya setidaknya tidak turun, masih sama seperti tahun 2017. Investasi jangka panjang diproyeksikan akan meningkat lebih lanjut, karena pemulihan harga komoditas yang sedang berlangsung, dan juga perlahan kepercayaan investor yang meningkat setelah Indonesia naik tingkat rating investasinya, yang sudah diakui oleh agensi rating ternama

Jika dilihat dari sisi konsumsi sektor swasta, terlihat meningkat di tengah gejolak inflasi level moderat, untuk pasar tenaga kerja juga cukup bagus. Sementara itu, tindak lanjut menggenjot ekspor tetap terus menerus dilakukan pemerintah, hal ini untuk mengecilkan trade defisit. Inflasi terjaga di level 3,5% dengan asumsi bahwa tidak ada cuaca ekstrim yang mengganggu produksi dan panen komoditas pangan.

baca juga: Indikator makro ekonomi

Kurs Rupiah diperkirakan akan tetap di bawah tekanan di tengah ketidakpastian global sampai tahun 2019, termasuk keputusan T…

Kritik Trump terhadap Jerome Powell tidak akan mempengaruhi kebijakan The Fed selanjutnya

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Senin 29 Oktober  2018, dibuka pada level  15190 - 15235 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15175-15275

Dilaporkan dari Pasar FX Global Jumat pekan lalu, USD diperdagangkan melemah mendekati level terendahnya pada sesi perdagangan kemarin, didorong oleh penurunan yield US Treasury pasca rilisnya data US GDP yang mengalami kenaikan sebesar 3.5% secara tahunan untuk periode Juli-September, lebih tinggi daripada estimasi ekonomi sebesar 3.3%, dimana analis memperkirakan pertumbuhan akan semakin susah pasca kebijakan pemotongan pajak berakhir. DXY turun 0.25% ke level 96.00, Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR Jumat lalu dibuka pada level 15192/15202, diperdagangkan dalam rentang 15200-15225, dan ditutup pada level 15215/15218. JISDOR berada pada level 15207.

baca juga: Pemerintah kerja keras untuk tarik US Dollar kembali ke Indonesia

Penutupan saham dan harga komoditas 26 Oktober  2018:
IHSG -0.73%
Dow Jones -0.50%
Nikkei +0.35%
Str…

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...

Sektor industri China mulai terlihat perlambatannya, ini dibuktikan dari melambatnya profit secara rerata sebagian besar industri di China, Pertumbuhan laba di perusahaan industri China melambat dalam kurun waktu 5 bulan kelima berturut-turut, pada bulan September karena penjualan bahan baku dan barang-barang manufaktur semakin surut, juga terlihat pada permintaan domestik yang juga ikut turun


Data pelambatan ini sejalan dengan data yang dirilis pekan lalu yang menunjukkan tingkat produksi pabrik-pabrik secara rata-rata bulan September tumbuh pada laju terendah, terhitung sejak Februari 2016. ini sangat tidak bagus kondisinya

baca juga : hampir 50% produk impor dari China akan dikenakan tarif tambahan untuk masuk ke Amerika Serikat

Perlambatan pada sisi laba perusahaan industri akan memberi tekanan pada jumlah pekerjaan, pada akhirnya terjadi perlambatan juga pada sektor konsumsi rumah tangga dan secara keseluruhan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi China.

Secara rata-rata keuntungan indus…

Permintaan Safe Haven Currency Meningkat, Kurs USD masih kokoh terhadap Rupiah

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Selasa 16 Oktober  2018, dibuka pada level  15195/15210 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15175-15275
Dari Pasar FX Global kemarin, USD index ditutup melemah 0.23% ke level 94.72, seiring rilis data ekonomi US Retail Sales yang di bawah ekspektasi. Selain itu, penguatan dari GBP dan EUR turut menjadi faktor.Kemarin US Retail Sales (MoM) (Sep) dirilis di bawah ekspektasi, yakni 0.1% v. proyeksi 0.7%. Selain itu US Core Retail Sales (MoM) (Sep) juga dirilis di bawah ekspektasi, yakni -0.1% v. proyeksi 0.4%.Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran di antara pelaku pasar, akan kemungkinan tren peningkatan ekonomi yang kuat ini akan terus berlanjut.

Dari Eropa, GBP terhadap USD menguat 0.08% ke level 1.3166 serta EUR/USD menguat 0.27% ke level 1.1590. Ditengah kabar dari Theresa May yang menyatakan kepada Parlemen Inggris bahwa meski pembicaraan dengan EU telah mencapai kemajuan yang positif namun perbatasan Irlandia masih me…

Kurs US Dollar terhadap Rupiah naik tajam menuju 15200, ini penyebabnya....

Rupiah masih terdepresiasi, belum ada tanda-tanda penguatan, Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini  Kamis 4 Oktober 2018 , dibuka pada level 15090/15140 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 15050-15200
Dari Pasar FX Global, USD diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya pasca rilisnya data sektor ketenagakerjaan yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan. Data US ADP Employment Change dirilis naik 230k dari periode sebelumnya sebesar 163k. Kenaikan ini jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebagian besar analis yaitu sebesar 184k. DXY naik 0.13% ke level 95.25. Di sisi lain, EUR diperdagangkan melemah meskipun Pemerintah Italia berencana menguranfi target defisit anggaran untuk tahun 2020 dan 2021 menjadi 2.2% dan 2%, dan tetap bertahan dengan rencana sebelumnya untuk tahun 2019 di 2.4%. Sebelumnya pemerintah Italia menyatakan target sebesar 2.4% selama tiga tahun, yang mana akan melewati aturan fiskal dari Uni Eropa. EURUSD turun 0.1% …