Wednesday, February 24, 2016

US Dollar menguat, EUR masih lemah, Rupiah pun juga

Info kurs valas hari ini US dollar Rupiah dibuka pada level 13420-13450, hari ini US dollar Rupiah diprediksi akan diperdagangkan di level 13400-13475

Dari pasar FX global, GBP masih menjadi mata uang terlemah minggu karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap Brexit. Gubernur BOE, Mark Carney mengatakan bahwa bank sentral memperlakukan referendum Brexit sebagaimana event politik lainnya dan menyatakan kesiapan bank sentral untuk menambah stimulus ekonomi jika diperlukan.

Dari pasar Forex Europe, EUR kemarin juga tertekan setelah rilis data Ifo Business Climate Jerman yang turun menjadi 105,7 di bulan Februari, lebih rendah dari ekspektasi 106,8 dan merupakan level terendah sejak Desember 2014.

Dari pasar Forex Tokyo, JPY menguat setelah pernyataan Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda bahwa untuk menaikkan inflasi tidak cukup dengan monetery base saja. Hal ini dinilai pelaku pasar sebagai bentuk pesimisme Kuroda dalam mencapai target inflasi. Di akhir sesi, rilis data Consumer Confidence AS bulan Februari yang lebih rendah dari ekspektasi (92,0 vs 97,2) tidak terlalu menggerakkan pasar.

Rilis data penting untuk hari ini (survey vs prior) :
- AU Construction Work Done q/q (-2,1% vs -3,6%)
- UK Mortgage Approvals (45,2k vs 44,0k)
- US New Home Sales (522k vs 544k)
- US Crude Oil Inventories (2,0M vs 2,1M)

Dari pasar domestik, USD/IDR melemah tipis di tengah minimnya data ekonomi lokal. Harga minyak dunia yang stabil di atas $32 per barrel masih menopang IDR. Sentimen positif pelaku pasar muncul dari adanya rencana beberapa negara anggota OPEC dan Rusia untuk menahan level produksinya. USD/IDR diperdagangkan pada range 13.380-13.430 dan ditutup di 13.425.

IHSG melemah 54,56 poin atau 1,16% ke posisi 4.654,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 12,17 poin (1,48%) menjadi 810,39. Pelemahan IHSG dimotori oleh saham sektor perbankan terkait rencana OJK membatasi Net Interest Margin (NIM) hingga 4%.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 49,31 poin (0,25%) menjadi 19.414,78, indeks Nikkei melemah 59,00 poin (0,37%) ke level 16.052,05, dan Straits Times menguat 11,42 poin (0,43%) ke posisi 2.672,07.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)