Skip to main content

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia RAPBN 2017 Ditetapkan Sebesar 5.3%, Bursa Saham IHSG Menguat Tembus 5,461.45

Dampak brexit mulai terasa, Namun ternyata tidak terlalu significant, Dari pasar FX global, GBP menguat tajam setelah rilis data Retail Sales Inggris yang melebihi ekspektasi, melengkapi data-data ekonomi lain yang solid dalam 3 hari terakhir. UK Retail Sales naik 1,4% mom dibandingkan ekspektasi 0,1% mom, mengikuti data inflasi dan tenaga kerja yang dirilis minggu ini. Data-data ini menunjukkan meredanya kekhawatiran mengenai dampak Brexit.

Pelaku pasar yakin bahwa Inggris dapat menghindari resesi pada semester II 2016 dengan dukungan easing dari BOE. Di sesi Amerika, US Initial Jobless Claims dirilis turun menjadi 262k, dibandingkan ekspektasi 269k. Sehari sebelumnya FOMC minutes menunjukkan perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan The Fed mengenai kenaikan Fed rate tahun ini. Namun mereka setuju untuk menunggu bukti lebih lanjut dari data ekonomi terutama mengenai pasar tenaga kerja dan inflasi. Fokus pelaku pasar selanjutnya tertuju pada simposium Jackson Hole pada 26 Agustus, di mana Janet Yellen akan menjelaskan lebih lanjut mengenai outlook ekonomi dan kebijakan moneter. Hal ini sangat ditunggu pelaku pasar mengingat outlook makroekonomi dari Yellen mungkin bisa sedikit berbeda setelah rilis data NFP yang solid beberapa waktu yang lalu.

Rilis data penting untuk hari ini (survey vs prior):
- JP All Industries Activity m/m (0,9% vs -1,0%)
- EZ German PPI m/m (0,1% vs 0,4%)
- UK Public Sector Net Borrowing (-2,3B vs 7,3B)
- CA Core CPI m/m (0,0% vs 0,0%)

Dari pasar domestik, USD/IDR kembali bergerak dalam range sempit. Pelaku pasar uang yang optimistis terhadap fundamental ekonomi Indonesia kembali mendorong permintaan terhadap aset berdenominasi rupiah menyusul proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 5,3 persen, meningkat dari penetapan target ekonomi dalam APBN-P 2016 sebesar 5,1 persen. Hal ini mengimbangi sentimen pasar pasca Fed minutes yang kembali membuka peluang kenaikan Fed rate tahun ini. USD/IDR diperdagangkan pada range 13.110-13.125 dan ditutup pada 13.118,5.

IHSG ditutup naik sebesar 89,60 poin atau 1,66 persen menjadi 5.461,45, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 19,51 poin (2,11 persen) menjadi 942,44. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 223,38 poin (0,98 persen) ke level 23.023,16, indeks Nikkei turun 259,63 poin (1,55 persen) ke level 16.486,01, dan Straits Times melemah 6,11 poin (0,21 persen) ke posisi 2.837,24.

Comments

Popular posts from this blog

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Apa itu Transaksi Swap dalam Perdagangan Forex... Begini Penjelasannya...

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...