Skip to main content

Dampak Brexit mulai terasa, GBP terjun ke level terendah selama 31 tahun terakhir, Rupiah melanjutkan penguatan

Info kurs valas hari ini US dollar Rupiah, EUR Rupiah, JPY Rupiah, GBP Rupiah, SGD Rupiah, AUD Rupiah, CNH Rupiah, USD/IDR pagi ini Kamis, 6 Oktober 2016 dibuka pada level 12960/12990 dan diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 12950-13050

Pada perdagangan FX global kemarin, GBP/USD turun hingga ke level 1,2686, mencapai level terendah selama 31 tahun terakhir. Walaupun data UK Services PMI dirilis lebih baik dari ekspektasi, yaitu sebesar 52,6 vs 52,0, pelemahan GBP masih didorong oleh sentimen risk off terkait ketidakpastian Brexit, setelah pada akhir pekan lalu Theresa May menyatakan bahwa proses pemisahan Inggris dari Uni Eropa akan dimulai pada Maret 2017.

Dari perdagangan FX domestik kemarin, USD menguat terhadap Rupiah dibandingkan penutupan hari sebelumnya di 12.981,5, hal ini dipengaruhi oleh sentimen eksternal setelah komentar hawkish dari beberapa pejabat the Fed terkait Fed rate hike. Penguatan USD terhadap Rupiah relatif terbatas mengingat sentimen dari dalam negeri mengenai amnesti pajak masih positif, dimana jumlah penerimaan setoran amnesti pajak periode I mencapai Rp 97.2 Triliun atau sekitar 58.9% dari target sebesar Rp 165 Triliun hingga akhir Maret 2017. Adapun nilai pernyataan harta menembus Rp 3.629 Triliun, dengan nilai repatriasi mencapai Rp 137 Triliun.

Penutupan bursa saham 5 Oktober 2016:
IHSG -0.94%
Dow Jones +0.62%
Nikkei +0.50%
Straits Times -0.08%
Gold $ 1266.90
Oil $ 49.67

Indikasi kurs Valuta Asing, 06 Oktober 2016, pukul 08:30 WIB :
USD/IDR: 12970/12990
EUR/IDR: 14523/14554
GBP/IDR: 16519/16567
JPY/IDR: 125.18/125.47
AUD/IDR: 9857/9893
SGD/IDR: 9467/9498
CNH/IDR: 1925/1955

Disclaimer mode on

Comments

Popular posts from this blog

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Apa itu Transaksi Swap dalam Perdagangan Forex... Begini Penjelasannya...

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...