Friday, March 24, 2017

Rupiah menguat terhadap US dollar karena capital inflow masih cukup tinggi

Info kurs valas hari ini US dollar Rupiah dibuka di level 13310/13325, Dari pasar FX global pada sesi perdagangan kemarin, NZD diperdagangkan melemah pada sesi Asia setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga acuan stabil di 1.75% sesuai dengan ekspektasi serta mengatakan bahwa pelonggaran kebijakan masih akan dilanjutkan. GBP diperdagangkan menguat setelah data UK Retail Sales dirilis lebih baik dari ekspektasi (1.4% vs 0.4%). GBPUSD naik 0.41% ke level 1.2527. EUR/USD turun 0.11% ke level 1.0784. Dari Amerika, data perekonomian AS dirilis bervariasi dengan data US New Home Sales dirilis lebih baik dari ekspektasi (592K vs 565K) sedangkan data US Initial Jobless Claims dirilis lebih buruk dari ekspektasi (258K vs 240K). Pelaku pasar berforkus pada voting Parlemen AS mengenai healthcare plan Trump yang dipersepsikan pasar sebagai indikator terkait kemampuan Presiden Donald Trump memenuhi janjinya selama kampanye dan menjalankan kebijakannya termasuk pemotongan pajak dan peningkatan pengeluaran infrastruktur.


Data rilis untuk hari ini (consensus/prior):
• EZ German PMI Manufacturing (56.5 vs 56.8)
• EZ Eurozone PMI Manufacturing (55.3 vs 55.4)
• US Durable Goods Orders MoM (1.2% vs 2.0%)
• US Manufacturing PMI (54.8 vs 54.2)


Dari pasar domestik,spot USD/IDR dibuka pada level 13,330/13,335, diperdagangkan dalam range 13,320-13,335, dan ditutup pada level 13,324.5. IDR menguat tipis dibandingkan penutupan hari sebelumnya di 13,329. JISDOR berada pada level 13,332. Penguatan IDR dipengaruhi oleh fundamental perekonomian yang semakin membaik sehingga meningkatkan kepercayaan investor asing menempatkan dananya di dalam negeri. Perekonomian yang membaik telah mendorong aliran dana investor asing ke dalam negeri, terutama ke pasar surat hutang. Dari pasar saham, IHSG ditutup menguat sebesar 29.66 poin (+0.53%) ke level 5,563.75 dengan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 4.82 poin (+0.52%) ke level 926.39. Penguatan IHSG masih didorong oleh besarnya aliran dana asing ke pasar saham domestik serta didukung oleh sentimen positif dalam negeri terkait peluang Indonesia mendapat kenaikan peringkat dari Standard & Poors (S&P). Investor asing mencatatkan foreign net buy sebesar IDR 429.14 Miliar. Sementara itu dari bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng naik 7.29 poin (+0.03%) ke level 24,327.70, indeks Nikkei naik 43.93 poin (+0.23%) ke level 19,085.31, dan Straits Times menguat 6.74 poin (+0.28%) ke level 3,126.93.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (13) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (16) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (36) Belajar Trading Forex (88) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (5) Cadangan Devisa Indonesia (14) Cash Transaction (9) Credit Default Swap (4) Cryptocurrency (8) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (15) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (145) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (306) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (137) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (47) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (178) Neraca Perdagangan Indonesia (2) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (60) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (95) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (21) Safe Haven Currency JPY (5) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (4) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (3) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (4) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (85) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (2) Transaksi Forex Swap (3) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (10) Yield Obligasi (20)