Friday, November 30, 2018

Maybank Group dan CIMB Group Bersaing Ketat di Malaysia, Pertumbuhan Profit Tipis


Sektor perbankan di negara tetangga Malaysia terlihat sedikit menurun pertumbuhan laba nya, dua bank teratas di Malaysia CIMB Group dan Maybank dihadapkan pada kondisi bisnis yang sungguh menantang, hal ini karena menurunnya pertumbuhan bisnis di sebagian besar pasar utama mereka, kondisi ini tentunya menekan pendapatan bunga bersih dan pendapatan lainnya.

Persaingan perbankan di Malaysia terbilang cukup ketat, Dilaporkan dari Nikkei Asia, Malayan Banking (Maybank), yang juga pemberi pinjaman terbesar di Malaysia dalam hal aset, dilaporkan perolehan laba bersih kuartal ketiga turun 3,5% pada Juli-September. menjadi 1,96 miliar ringgit ($ 466,88 juta) dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu. Sedangkan CIMB Group Holdings, bank terbesar kedua berdasarkan aset, laba bersih kuartal naik 4,4% year-on-year menjadi 1,18 miliar ringgit.

baca juga : Prediksi kurs dollar rupiah hari ini

Dilaporkan dari berita bursa saham di Malaysia, Saham CIMB Group menguat 1,7% hal ini lebih tinggi dari rerata pasar yang sangat kuat, sementara Maybank naik 0,2% lebih tinggi. Patokan FTSE Bursa Malaysia KLCI adalah 0,6% lebih tinggi.

Di sisi lain, Manajemen Maybank tetap mempertahankan target perusahaan yaitu sebesar 11% return-on-equity di tahun 2018. Namun, sesuai analisa dari manajemen bahwa marjin pendapatan dari bunga bersih kemungkinan akan stagnan atau sangat ketat dengan tone "sedikit kompresi" terhadap target awal untuk ekspansi hingga 5 basis poin.

baca juga : Kondisi Ekonomi Indonesia terkini

Maybank dan CIMB Group memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari Asia Tenggara secara keseluruhan rata-rata, namun pertumbuhan profit di beberapa negara besar menunjukkan tanda-tanda stagnasi. jika dirunut dari data Produk domestik bruto Indonesia, ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara, meningkat 5,17% pada kuartal ketiga, lebih lambat dari pertumbuhan 5,27% dalam tiga bulan sebelumnya.

Sementara itu Pertumbuhan ekonomi di Malaysia, yang merupakan negara kantor pusat Maybank dan CIMB Group, sementara melambat menjadi 4,4% pada kuartal ketiga dari 4,5% pada kuartal kedua.

Bagaimana dari sisi pendapatan net interest margin, Pendapatan bunga bersih di Maybank turun 2,3% menjadi 2,98 miliar ringgit pada kuartal ketiga sementara CIMB Group melaporkan penurunan 7,3% dalam pendapatan bunga bersih menjadi 2,41 miliar ringgit selama tiga bulan yang sama.

baca juga: Perkembangan Brexit Deal

"Kami tetap berhati-hati di tengah kondisi ekonomi regional yang masih lemah dan ketegangan perdagangan global," ucap Chief Executive CIMB Group Zafrul Aziz. "Dengan latar belakang ini, kami akan terus mengontrol kualitas dan biaya aset di semua bisnis dan geografi."

sumber: Nikkei Asia

Hot Topics

Abenomics (1) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (4) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (31) Belajar Trading Forex (78) Bitcoin (3) Blockchain (3) Brexit Deal (16) Cadangan Devisa Indonesia (5) Cash Transaction (7) Credit Default Swap (2) Cryptocurrency (3) Cryptokittens (2) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (36) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (13) Ekonomi ASEAN (12) Ekonomi China (15) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (3) Ekonomi Proteksionis (12) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (15) Entrepreneur (21) Ether (1) Fintech (1) Fitch Rating Agency (2) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (10) Harga Minyak (44) Imbal Hasil Obligasi (15) Indikator Makro Ekonomi (119) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (125) Info Kurs Rupiah US Dollar (50) Info Kurs Valas Hari Ini (268) Info Special Rate Valuta Asing (129) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (20) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (18) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (11) Kurs Pound Sterling (11) Likuiditas Keuangan Negara (49) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (172) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (16) Pasar Saham Asia Tenggara (3) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (43) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (21) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (8) Pertumbuhan Ekonomi China (7) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (22) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (60) Produk Domestik Bruto (19) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (16) Resesi Ekonomi Global (15) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (1) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (36) Suku Bunga Rendah (53) Suku Bunga USD The Fed (70) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (18) Transaksi Forex Swap (1) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (7) Yield Obligasi (17)