Pages - Menu

Tuesday, December 4, 2018

Kekhawatiran Pelaku Pasar Obligasi: Imbal Hasil Tenor Panjang Mendekati Imbal Hasil Tenor Pendek



Pasar obligasi Amerika Serikat nampaknya sedikit dibayangi awan gelap, disisi lain ada berita positif yang dapat meningkatkan kestabilan ekonomi global yaitu meredanya perang tarif perdagangan antara Presiden Donald Trump dan China, Kira-kira apa penyebab para bond trader resah...

Pelaku pasar obligasi dibuat khawatir, karena kurva imbal hasil atau yield sangat flat dan stagnan, bisa disebut juga Inversi (yaitu ketika suku bunga obligasi berdurasi jangka panjang, ambil contoh seperti tenor 10 tahun, yield nya semakin dekat dan mendekati suku bunga tenor jangka pendek, seperti 2 tahun)


Jika dirunut dari kondis tersebut, maka ketakutan para trader obligasi dengan adanya 'kurva rata-rata' dapat mengarah pada kondisi inversi — di mana imbal hasil investasi obligasi dengan durasi yang lebih lama benar-benar tenggelam di bawah, dibandingkan imbal hasil obligasi dengan durasi yang lebih pendek - karena itu menandakan kondisi resesi.

baca juga: Perang tarif dagang Amerika Serikat vs China

Data 'inversi' terjadi pada hari Senin, antara obligasi tenor 3 tahun dengan 5 tahun dan tenor 2 tahun dengan 5 tahun, hal itu bagi trader obligasi menandakan kondisi spread imbal hasil yang tersebar luas di antara tenor 2 tahun hingga tenor 10 tahun juga akan segera berbalik.

Namun kondisi yang dirasa buruk ini tidak semua orang setuju bahwa hal tersebut merupakan pertanda buruk bagi ekonomi, mereka berkata: "Biasanya, trader di pasar obligasi adalah orang yang sangat jenius, tetapi tidak untuk hari ini. Apakah kondisi tersebut akan memicu resesi di masa mendatang? jawabannya, ya belum tentu

Dikutip dari CNBC pada hari Senin, selisih antara imbal hasil obligasi Treasury notes dengan tenor 10-tahun berada pada posisi 2,97 persen, dan imbal hasil tenor 2-tahun, berada pada posisi 2,82 persen, menyempit secara dramatis sebesar 5 basis poin

Bagaimana jika bercermin pada tarikan data masa lalu, Antara tahun 1988 dan 2008, inversi terjadi dari obligasi tenor 2 tahun dengan tenor 10 tahun, lalu berikutnya masuk masa resesi, perkiraan sekitar 24 bulan kemudian, menurut data Wells Fargo.

Imbal hasil Treasury notes tenor 10-tahun sempat turun di bawah 3 persen hanya setelah Gubernur The Fed Jerome Powell memberi statement pekan lalu untuk pertama kalinya sejak 18 September. Imbal hasil 3 persen adalah tonggak psikologis bahwa dengan tenor 10 tahun, imbal hasil lebih sering berada di bawah 3 persen daripada di atas 3 persen, terhitung sejak era krisis keuangan.

sumber : cnbc

No comments:

Post a Comment