Wednesday, December 26, 2018

Kurs US Dollar Masih Melemah, Imbas Aksi Jual di Pasar Saham


Kurs USD diperdagangkan melemah pada akhir sesi Amerika Serikat Senin (24 Desember) terkait kekhawatiran pelaku pasar akan perlambatan ekonomi dan aksi jual pada pasar ekuitas. kurs Dollar Amerika sudah menunjukkan tanda pelemahan sejak The Fed menyatakan outlook yang lebih dovish terkait kenaikan suku bunga pada tahun mendatang. Investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga yang terlalu cepat dapat membahayakan perekonomian dan mengganggu pendapatan perusahaan-perusahaan di Amerika. 


Sementara itu US Treasury Secretary, Steven Mnuchin, memanggil enam bank terbesar Amerika dalam rangka menstabilkan pasar pada akhir pekan lalu, namun hal tersebut menimbulkan kekhawatiran baru terkait perekonomian Amerika. Dolar indeks DXY turun 0.32% ke level 96.64 pada akhir sesi. EUR/USD diperdagangkan menguat 1.1398, GBP diperdagangkan menguat 1.2704 terhadap USD. AUD/USD melemah ke level 0.7041. USD/JPY melemah ke level 111.29.

Sedangkan dari Pasar Domestik, kurs Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,480/14,490, diperdagangkan dalam rentang 14,460-14,575, dan ditutup pada level 14,550/14,560. JISDOR berada pada level 14,555. Dari pasar obligasi, harga SUN benchmark ditutup menguat 5 – 90 bps pada Jumat (21/12). Pada awal sesi, SUN tenor 11Yr (FR0078) diperdagangkan hingga level 7.87% dan kembali ditutup pada level 7.89%. Sentimen risk off masih terjadi di pasar global dengan pasar saham AS diperdagangkan melemah dengan indeks S&P 500 melemah ke level terendah selama 15 bulan terakhir.

Munculnya kekhawatiran investor terjadi akibat debat antara Presiden AS Donald Trump dan partai Demokrat dalam menetapkan anggaran serta adanya rencana The Fed untuk melanjutkan kebijakan pengurangan neraca. Selain itu, dewan rakyat AS akhirnya menyetujui RUU belanja sementara yang meloloskan anggaran pembangunan tembok perbatasan sekaligus dana operasional agar sejumlah instansi pemerintah dapat tetap berjalan hingga 8 Februari mendatang. Anggaran ini mencapai USD 5.70 Miliar dan disetujui melalui pemungutan suara dengan perbandingan 217-185 namun anggaran ini diperkirakan akan ditolak oleh Senat.