Friday, October 4, 2019

Babak Baru Perang Tarif Dagang Antara AS vs Uni Eropa Membawa Sentimen Negatif

Pergerakan pasar global kemarin berasal dari babak baru perang dagang antara AS dengan Uni Eropa. Telah diketahui bahwa AS memenangkan gugatan yang diajukan melalui WTO untuk Eropa terkait pemberian subsidi illegal oleh Uni Eropa kepada perusahaan Airbus dan memberikan efek yang kurang baik terhadap Boeing. Sanksi yang diberikan adalah tambahan tariff impor kepada produk impor dari Uni Eropa pada dua level, yaitu sebesar 10% dan 25% senilai USD 7.5 Miliar. Sebagai tambahan bahwa tahun 2018, Uni Eropa merupakan pasar ekspor terbesar dari AS senilai USD 319 miliar dan AS mengimpor barang dari Uni Eropa sebesar USD 488 miliar. Terkait tarif tambahan tersebut, Uni Eropa berencana untuk memberlakukan tarif impor sebesar USD 4 miliar pada produk dari AS, namun belum sampai disetujui oleh Uni Eropa. Selain itu EU juga akan menggugat AS melalui WTO, bahwa AS juga memberikan subsidi ilegal terhadap perusahannya yaitu Boeing.

Proses saling membalas mengenai tarif dagang antara Amerika Serikat dan Eropa ini mengakibatkan munculnya kekhawatiran baru tentang pertumbuhan ekonomi kedua negara, dan tentunya akan berimbas ke negara-negara penyangga yang lainnya

Sementara itu dari Dari pasar FX global, USD diperdagangkan melemah ke level terendah empat minggu terakhir terhadap Yen dan terendah seminggu terhadap Euro, terkait buruknya rilis data ekonomi Amerika. US Initial Jobless Claims dirilis lebih buruk 219k dibandingkan survei 215k. US ISM Non-Manufacturing Index dirilis turun 52.6 dibandingkan sebelumnya 56.4. Dolar indeks turun 0.2% ke level 98.86. USD/JPY melemah ke posisi 106.83, EUR/USD menguat ke posisi 1.0974. GBP/USD menguat 0.6% ke level 1.2356, setelah adanya pernyatan dari salah seorang anggota Partai Konservatif Inggris, yang mendukung PM UK Boris Johnson, bahwa proposal Brexit terbaru menawarkan kemungkinan adanya deal dengan Uni Eropa

sumber gambar : investing.com 

No comments:

Post a Comment