Kamis, 02 April 2020

Bagaimana Skenario Terburuk Kondisi Ekonomi Indonesia Imbas Coronavirus ?

Penyebaran coronavirus secara global dan bertambahnya jumlah korban membuat ekonomi Indonesia berada dalam situasi yang sulit, beberapa daerah diperkirakan mengalami penurunan pertumbuhan ekonominya, bahkan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun secara tahunan ini semakin berat akibat dampak dari kasus Covid-19 dan diperkirakan hanya mencapai level 2.80%. 

Bahkan pada skenario terburuknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menyentuh level negatif yaitu -0.4%. Sri Mulyani juga menambahkan bahwa dampak Covid-19 tersebut akan menyebabkan penerimaan negara tahun ini akan turun sebesar 10% dari sisi penerimaan negara dari pajak maupun non-pajak. 

Sementara itu Pagi kemarin (01/04), Presiden Joko Widodo juga menyampaikan bahwa beberapa skenario pembatasan sosial berskala besar masih terus dijalankan dan kemungkinan terburuknya akan menjalankan kebijakan darurat sipil jika kondisi menjadi abnormal. 

Merespon berbagai sentimen pergerakan pasar keuangan pada pagi kemarin, pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan dengan pelemahan pada rupiah, bursa saham IHSG, dan pasar obligasi. Harga SUN Benchmark ditutup melemah 25 – 55 bps denga yield FR0082 ditutup pada level 8.00%. Hingga sore ini, NDF rupiah tenor 1 bulan sudah sempat menyentuh level USD/IDR 17,000. Bisa diprediksi pergerakan US dollar semakin liar menuju angka 17,000



Virus-free. www.avg.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar