Jumat, 03 April 2020

BI Meyakini Ekonomi Indonesia Imbas Coronavirus Tidak Akan Dibawah 2.30%, Bagaimana Caranya ?

Langkah-langkah penguatan stabilitas ekonomi dalam negeri terus diupayakan para stakeholder, Gubernur bank sentral Indones Pastikan Akan Bekerja sama Dengan Seluruh Stakeholder Menjaga Ekonomi Indonesia. Hal ini terinformasi Melalui siaran video online, hari ini, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan bahwa BI akan terus bekerja sama dengan seluruh stakeholders terutama dengan pemerintah dalam menjaga stabilnya perekonomian Indonesia. 

Gubernur BI Perry masih tetap meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan dibawah 2.30% jika langkah-langkah stimulus fiskal hingga IDR 405 Triliun dapat diserap dengan baik oleh sektor riil domestik. Bank Indonesia juga sudah mengeluarkan stimulus dari sisi moneter, makroprudensial, dan stabilitas nilai tukar rupiah. 

Penguatan stabilitas ekonomi dalam negeri juga dilakukan melalui pelonggaran batas defisit anggaran yang tengah digodok Pemerintah, Dengan rencana Pemerintah melakukan pelebaran defisit anggaran terhadap PDB menjadi 5.00%, BI juga bisa melakukan pembelian SBN secara langsung di pasar perdana jika pasar sudah tidak bisa menyerap surat berharga yang berakibat menyebabkan yield/imbal hasil terlalu tinggi atau irasional. 

Gubernur BI juga mengatakan, bahwa pemerintah membuat skenario terburuk terkait asumsi makro ekonomi karena masih banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak mengikuti imbauan terkait Covid-19 sehingga dapat memberikan dampak buruk ke ekonomi nantinya.

Investor luar negeri masih dalam proses "wait and see" untuk masuk kembali ke pasar Indonesia, Adanya rencana stimulus fiskal dan moneter masih belum bisa memberikan sentimen cukup kuat bagi pasar obligasi Indonesia, mengapa para investor tersebut masih ragu... hal ini karena investor cenderung waspada dan 'wait & see' melihat langkah penanganan pemerintah dalam menahan laju kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Apakah berbagai kebijakan terkait penanganan tersebut sudah optimal atau belum, Saat ini para investor dan para pelaku pasar juga menunggu apakah PERPPU tersebut akan disetujui oleh badan legislatif DPR RI. 

Sementara itu dilaporkan dari kondisi pasar obligasi kemarin, Pada sesi perdagangan hari kemarin, harga SUN benchmark di perdagangkan melemah 25 hingga 290 bps, dengan yield FR0082 (SUN Benchmark 10 Yrs) ditutup pada level 8.05%. 

Bagaimana kondisi kurs Rupiah terhadap US Dollar, Nilai tukar Rupiah juga mengalami pelemahan sebesar 25 poin ke level 16,475. Namun investor memulai ketertarikannya di pasar saham Indonesia, karena hal tersebut bursa saham IHSG mengalami penguatan sebesar 1.47% ke level 4,531.69. Hingga pada sore hari ini (2 April 2020).

Update terbaru data kasus positif Corona di Indonesia mencapai 1,790 orang, dengan 170 kasus orang meninggal dunia, dan 112 kasus pasien yang dinyatakan sembuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar