Selasa, 22 September 2020

Ancaman Covid-19 2nd Wave di Eropa dan Inggris Pukul EUR dan GBP Melemah, Bagaimana dengan Rupiah?

Ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global yang sudah mulai mereda akhir-akhir ini kembali menyeruak ke permukaan, hal ini terkait ancaman lockdown di beberapa negara di Uni Eropa, pelaku pasar dan investor beralih ke safe haven currencies. Sementara itu mata uang USD kembali mengklaim statusnya sebagai safe haven currencies berhasil rebound, tercatat posisi US dollar index menguat 0.8% ke level tertinggi 93.69, tertinggi sejak 13 agustus 2020. 

Bagaimana kondisi kurs GBP dan kurs EUR, Pelemahan terbesar di alami oleh GBP dan EUR yang masing-masing melemah 190pips dan 140pips ke level 1.2775 dan 1.1731. Pejabat berwenang dari European Health Minister menyatakan bahwa uni eropa saat ini meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gelombang kedua pandemic covid19. salah satu contoh yaitu Kota Madrid di Spanyol menerapkan kebijakan lockdown kembali

Kabar dari Inggris, Boris Johnson tengah membuka pembicaraan tentang penanganan krisis covid dan kemungkinan lockdown di kota London dengan Chief Scientific Adviser, mereka memperkirakan akan ada 50.000 kasus baru tambahan setiap hari di UK pada pertengahan oktober. Tentunya hal ini menjadi ancaman pertumbuhan ekonomi di Inggris, perlu dicermati juga bahwa Inggris juga akan menghadapi situasi sulit yaitu Brexit hard landing

Sentimen risk off mewarnai market karena kekhawatiran investor atas naiknya angka kasus covid 19 di berbagai negara akan memicu lock down atau pengetatan kembali, Bagaimana prediksi kurs dollar rupiah hari ini ? diperkirakan penguatan Rupiah kemarin agak tertahan di hari ini, diprediksi akan bergerak di kisaran 14675/14800 dengan sentimen penguatan USD secara terbatas




Tidak ada komentar:

Posting Komentar