Senin, 26 Oktober 2020

Prediksi Kurs Dollar Rupiah Hari Ini

Para pelaku pasar dan investor sedang mencermati perkembangan Brexit deal dan meningkatnya kembali penyebaran Covid-19 ke warga benua biru Uni Eropa, Pound Sterling melemah Kembali dipicu kekhawatiran akan outlook no-deal Brexit dan menguatnya dolar AS telah berimbas negatif terhadap pergerakan GBPUSD di sesi perdagangan Asia, turun ke level rendahnya di 1.3050. Sementara mata uang benua biru Euro Tertekan oleh sentimen menguatnya dolar AS dan melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa telah memicu penurunan EURUSD di sesi perdagangan Asia ke level rendahnya di 1.1786.




Bagaimana prediksi kurs Dollar Rupiah... Prediksi kurs Dollar Rupiah akan diperdagangkan di level 14600/14750 dengan kecenderungan Rupiah menguat terbatas, sementara itu dari negri paman Sam, Debat terakhir calon presiden AS antara Donald Trump dan Joe Biden cukup menarik perhatian pelaku pasar dimana debat yang dilaksanakan pada malam hari waktu AS tersebut berjalan lebih kondusif apabila dibandingkan dengan debat pertama. Pada debat kali ini, masing – masing kandidat presiden AS dapat menjawab pertanyaan dengan lebih baik dan fokus pada pemecahan solusi. Beberapa poin yang menjadi perhatian adalah mengenai penangangan pandemi Covid-19 di AS, keterlibatan negara asing pada pemilu AS, program kesehatan, dan rencana upah minimum untuk pekerja di AS. 

Namun banyak analis melihat debat tersebut tidak banyak merubah pandangan pemilih terhadap kedua kandidat maupun raihan suara dalam pemilu secara nasional ataupun elektoral nantinya. 

Sementara itu Kabar dari domestik kembali ditandai dengan sentimen positif dimana Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan bahwa realisasi investasi di kuartal III-2020 mencapai IDR 209 Triliun atau naik 1.80% secara YoY. Terdapat perbaikan investasi pada kuartal III-2020 karena pada kuartal II-2020 sempat kontraksi 4.30% secara YoY karena puncak dari pandemi Covid-19. Secara YtD, BKPM sudah mengumpulkan investasi sebanyak 74.80% dari target akhir tahun sebesar IDR 817.2 Triliun.

Hingga saat ini Bank Indonesia telah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pemerintah melalui skema private placement yang termasuk dalam Program Ekonomi Nasional (PEN). Biaya yang diserap oleh pemerintah tersebut nantinya akan dialokasikan untuk pembiayaan public goods yang meliputi belanja kesehatan, perlindungan sosial, dan pembiayaan kementerian/lembaga atau pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19. Namun jumlah yang diserap tersebut baru mencapai 63.52% dari target awal dari total kebutuhan yang mencapai IDR 397.56. Sehingga dapat diperkirakan bahwa pelaksanaan burden sharing dengan BI masih akan berlanjut pada tahun 2021. Pada Kamis lalu (22/10), 

Kemenkeu kembali mengadakan private placement tahap ke-5 dengan BI dengan total penyerapan sebesar IDR 22.87 Triliun yang terdiri dari empat instrumen seri SUN Variable Rate (VR) yang dapat diperdagangkan VR0050, VR0051, VR052, dan VR00543, serta menawarkan suku bunga mengambang dengan acuan suku bunga reverse repo BI tenor 3 bulan. Pada tiga bulan pertama ini BI akan mendapat bunga pada masing – masing instrument sebesar 3.84%.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar