Thursday, January 28, 2016

The Fed mempertahankan suku bunga acuan di 0.25-0.50%, Rupiah dibuka pada 13870-13900

Rupiah pagi ini dibuka pada level 13870-13900, diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran 13850-13925, update terbaru dari pasar FX global, The Fed pada FOMC semalam memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 0,25-0,50% sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi AS yang melambat akhir tahun lalu. The Fed menyatakan akan memonitor perkembangan ekonomi global dan meninjau pasar tenaga kerja dan inflasi AS, yang menurut pengamat adalah pernyataan yang lebih dovish dibandingkan FOMC sebelumnya.

Para forex traders dan investor menilai The Fed juga belum akan menaikkan suku bunga lagi pada meeting bulan Maret depan.

Kurs USD melemah terhadap mayoritas major currencies pasca FOMC meeting setelah bergerak ranging terhadap mayoritas major currencies sepanjang hari. Sementara itu NZD melemah tajam pasca RBNZ menyatakan bahwa pemotongan suku bunga diperlukan karena rendahnya inflasi mengingat harga minyak dunia yang terus turun dan perlambatan ekonomi global. Pada meeting dini hari tadi, RBNZ masih mempertahankan suku bunga acuan di level 2,50%.

Rilis data penting untuk hari ini (survey vs prior) :
- NZ Trade Balance (-130M vs -799M)
- JP Retail Sales (0,1% vs -1.1%)
- GB Prelim GDP qoq (0,5% vs 0,4%)
- US Jobless Claims (281k v 293k)
- US Core Durable Goods Orders (-0,1% vs 0,0%)

Sedangkan dari pasar domestik, USD/IDR bergerak ranging menjelang FOMC meeting. Gubernur BI, Agus Martowardojo kemarin menyatakan rupiah akan tetap menguat tahun ini meskipun Bank Dunia baru saja menurunkan proyeksi harga minyak mentah untuk 2016. Menurut beliau, investor akan tertarik untuk masuk pada pasar surat berharga Indonesia sehingga mendorong pasokan valas. USD/IDR diperdagangkan pada range 13.860-13.890 dan ditutup di 13.875.

Dari pasar saham domestik Indonesia, IHSG menguat 73,16 poin atau 1,62% ke posisi 4.583,63. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 11,05 poin (1,41%) menjadi 793,98. Tentunya Penguatan ini dipicu oleh harga minyak mentah dunia yang stabil di level USD 30 per barel. Hanya stock di China yang tetap melemah karena masih tingginya sentimen negatif pasar.

Bursa regional Asia, di antaranya indeks Hang Seng naik 340,86 poin (1,81%) menjadi 19.201,66, indeks Nikkei menguat 455,02 poin (2,72%) ke level 17.163,92, dan Straits Times menguat 6,09 poin (0,24%) ke posisi 2.551,70.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)