Skip to main content

The Fed mempertahankan suku bunga acuan di 0.25-0.50%, Rupiah dibuka pada 13870-13900

Rupiah pagi ini dibuka pada level 13870-13900, diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran 13850-13925, update terbaru dari pasar FX global, The Fed pada FOMC semalam memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 0,25-0,50% sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi AS yang melambat akhir tahun lalu. The Fed menyatakan akan memonitor perkembangan ekonomi global dan meninjau pasar tenaga kerja dan inflasi AS, yang menurut pengamat adalah pernyataan yang lebih dovish dibandingkan FOMC sebelumnya.

Para forex traders dan investor menilai The Fed juga belum akan menaikkan suku bunga lagi pada meeting bulan Maret depan.

Kurs USD melemah terhadap mayoritas major currencies pasca FOMC meeting setelah bergerak ranging terhadap mayoritas major currencies sepanjang hari. Sementara itu NZD melemah tajam pasca RBNZ menyatakan bahwa pemotongan suku bunga diperlukan karena rendahnya inflasi mengingat harga minyak dunia yang terus turun dan perlambatan ekonomi global. Pada meeting dini hari tadi, RBNZ masih mempertahankan suku bunga acuan di level 2,50%.

Rilis data penting untuk hari ini (survey vs prior) :
- NZ Trade Balance (-130M vs -799M)
- JP Retail Sales (0,1% vs -1.1%)
- GB Prelim GDP qoq (0,5% vs 0,4%)
- US Jobless Claims (281k v 293k)
- US Core Durable Goods Orders (-0,1% vs 0,0%)

Sedangkan dari pasar domestik, USD/IDR bergerak ranging menjelang FOMC meeting. Gubernur BI, Agus Martowardojo kemarin menyatakan rupiah akan tetap menguat tahun ini meskipun Bank Dunia baru saja menurunkan proyeksi harga minyak mentah untuk 2016. Menurut beliau, investor akan tertarik untuk masuk pada pasar surat berharga Indonesia sehingga mendorong pasokan valas. USD/IDR diperdagangkan pada range 13.860-13.890 dan ditutup di 13.875.

Dari pasar saham domestik Indonesia, IHSG menguat 73,16 poin atau 1,62% ke posisi 4.583,63. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 11,05 poin (1,41%) menjadi 793,98. Tentunya Penguatan ini dipicu oleh harga minyak mentah dunia yang stabil di level USD 30 per barel. Hanya stock di China yang tetap melemah karena masih tingginya sentimen negatif pasar.

Bursa regional Asia, di antaranya indeks Hang Seng naik 340,86 poin (1,81%) menjadi 19.201,66, indeks Nikkei menguat 455,02 poin (2,72%) ke level 17.163,92, dan Straits Times menguat 6,09 poin (0,24%) ke posisi 2.551,70.

Comments

Popular posts from this blog

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Apa itu Transaksi Swap dalam Perdagangan Forex... Begini Penjelasannya...

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...