Friday, February 19, 2016

Bank Indonesia rate turun menjadi 7,00 %, EUR/USD bearish respon akan adanya penambahan stimulus dari ECB

Dari perdagangan forex global, AUD/USD melemah setelah rilisnya data tingkat pengangguran Australia yang naik menjadi 6% bulan lalu, vs ekspektasi 5,8%. Data rilisan tenaga kerja ini sangat signifikan mempengaruhi Australia Dollar, Jumlah tenaga kerja di Australia berkurang 7.900 orang di bulan Januari 2016 vs ekspektasi penambahan 12.900 pekerja dan prior pengurangan 800 pekerja.

Bank sentral Australia, RBA sendiri memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan usai pertemuan moneternya pada awal bulan ini dan mengatakan akan memonitor "perkembangan kondisi tenaga kerja" sebelum memutuskan akan mempertahankan atau memangkas suku bunga acuan pada pertemuan bulan Maret. Namun, sebagian besar analis menilai data tenaga kerja bulanan yang volatil belum tentu bisa menjadi sinyal kuat adanya hambatan dalam pertumbuhan tenaga kerja di Australia.

Dari pasar Forex Eropa, EUR/USD menuju tren bearish terpanjang dalam 10 bulan seiring spekulasi bahwa ECB akan menambah stimulus pada pertemuan bulan depan. Rilis dari risalah pertemuan ECB bulan Januari lalu menunjukkan adanya wacana pelonggaran moneter terbaru untuk mengantisipasi resiko perlambatan ekonomi global.

Dari pasar Forex London, GBP/USD rebound dari level terendah dalam dua minggu terakhir, serta rebound terhadap EUR setelah pasar saham Eropa kembali menguat. Isu Brexit yang masih kuat membatasi penguatan GBP, mencemaskan investor terhadap masa depan Inggris di dalam Uni Eropa.  Pergerakan kurs forex GBP sendiri dalam pekan ini cenderung beriringan dengan aset berisiko karena defisit transaksi nasional yang besar dan tingkat suku bunga Inggris yang cukup tinggi dibandingkan negara maju lain.

Fokus juga tertuju pada pertemuan dua hari Dewan Eropa yang dimulai pada hari Kamis, dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron yang mendiskusikan keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa.

Data rilis untuk hari ini (consensus/prior):
• GE PPI mom (-0,3% / -0,5%)
• UK Retail Sales mom (0,8% / -1%)
• US CPI mom (-0,1% / -0,1%)
• EU Consumer Confidence (-7 / -6,3)

Dari perdagangan forex dalam negeri, USD/IDR dibuka pada level 13.470/480. Sementara kurs JISDOR berada pada level 13.479. IDR sempat menguat ke level 13.445/450 sebelum kembali melemah ke level 13.460/480. IDR kembali menguat setelah Rapat Dewan Gubernur BI menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, dari 7,25% menjadi 7%. Namun adanya sentimen eksternal terutama mata uang ASEAN yang melemah terhadap USD membuat USD/IDR kembali menguat dan ditutup pada level 13.500/505 dengan kisaran harian 13.445-13.505.

Dari pasar saham, IHSG akhir pekan lalu ditutup naik 13,29 poin atau 0,28% menjadi 4.778,79. Pergerakan IHSG sesuai dengan pergerakan saham regional di ASEAN, Jepang dan Korea Selatan yang mulai stabil. Nikkei 225 Stock Average naik 2,28% atau 360,44 poin ke level 16.196,80. I

Lalu kondisi saham Jepang bagaimana, Indeks Topix Jepang juga menguat 2,25% atau 28,80 poin ke level 1.311,20. Pergerakan IHSG sendiri juga sejalan dengan penguatan di bursa ASEAN, dimana Straits Times menguat +1,74%, indeks Malaysia menguat +0,78%, indeks Thailand +0,90%, dan indeks Filipina menguat +0,92% pada pertengahan hari sebelum penutupan.

Hot Topics

Abenomics (1) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (10) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (33) Belajar Trading Forex (80) Bitcoin (3) Blockchain (3) Brexit Deal (19) Bursa Saham Amerika Serikat (2) Cadangan Devisa Indonesia (11) Cash Transaction (7) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (3) Cryptokittens (2) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (38) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (14) Ekonomi ASEAN (12) Ekonomi China (17) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (4) Ekonomi Proteksionis (15) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (18) Entrepreneur (21) Ether (1) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (11) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (15) Indikator Makro Ekonomi (126) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (133) Info Kurs Rupiah US Dollar (50) Info Kurs Valas Hari Ini (279) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (20) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (12) Kurs Pound Sterling (12) Likuiditas Keuangan Negara (52) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (174) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (16) Pasar Saham Asia Tenggara (3) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (46) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (26) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (69) Produk Domestik Bruto (20) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (19) Resesi Ekonomi Global (17) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (56) Suku Bunga USD The Fed (77) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (19) Transaksi Forex Swap (1) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (7) Yield Obligasi (17)