Wednesday, February 17, 2016

Menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Rupiah diperkirakan menguat

Pada sesi perdagangan forex global,
Dari sesi perdagangan Asia, NZD diperdagangkan melemah hingga -1,28% setelah dirilisnya data New Zealand 2yr Inflation Expectation yang dirilis lebih rendah dari ekpektasi yaitu 1,63% vs 1,85% dan merupakan level terendah sejak 1995.

Dari sesi Eropa, GBP diperdagangkan melemah terhadap USD setelah dirilisnya data UK CPI Core YoY yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi 1,2% vs 1,3%.
Dari sesi perdagangan Amerika, USD diperdagangkan menguat terhadap mayoritas major currencies setelah aksi risk aversion dari pelaku pasar terkait penurunan harga minyak 1,02% ke level 29,14.

Penurunan ini disebabkan oleh perjanjian antara Arab Saudi dan Rusia dalam menghentikan produksi minyak diperkirakan tidak akan membantu mendorong harga minyak dunia jika Iran dan Irak tidak ikut bekerja sama membatasi produksi minyak.

Rilis data untuk hari ini (survey/prior):
- UK Average Earnings Index Dec (1,9%/2,0%)
- UK Claimant Count Change (-2,9K/-4.3K)
- US Building Permits Jan (1,200M/1,204M)
- US Housing Starts Jan ( 1,177M/1,149M
- US PPI MoM (-0,2%/-0,2%)
- US Industrial Production MoM (0?4%/-0,4%)

Dari pasar domestik, USD/IDR ditutup pada level 13.400, IDR menguat 0,18% dari penutupan hari Senin lalu.Pada bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.745 atau menguat +0,09%. Dari Pasar SUN, mayoritas SUN diperdagangkan melemah 25-70 bps akibat tekanan supply SUN dari lelang SBN.

Dari hasi lelang SBN yang diadakan oleh Kemenkeu, dari total bid yang masuk sebesar IDR 24,65 Triliun, total SUN yang dialokasikan oleh Pemerintah adalah sebesar IDR 16,3 Triliun, atau lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar IDR 12 Triliun. Kepemilikan SBN naik 11,48 T menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDGBI) yang akan diselenggarakan 18 Februari 2016.
Mayoritas pelaku pasar membobot pemotongan BI Rate
sebesar 25 bps ke level 7,00%

Sementara itu dari bursa saham regional, di antaranya indeks Hang Seng naik 203,94 poin (1,08%) menjadi 19.122,08, indeks Nikkei naik 31,85 poin (0,20%) menjadi 16.054,43, dan indeks Straits Times naik 36,68 poin (1,41%) menjadi 2.644,58.