Tuesday, February 2, 2016

Info Kurs Valas hari ini US Dollar, EUR, JPY, SGD, GBP, AUD, CNY sesi pagi, Rupiah melanjutkan penguatannya

Info Kurs Valas hari ini US Dollar, EUR, JPY, SGD, GBP, AUD, CNY sesi pagi,

USD 13600-13630
EUR 14812-14856
JPY 112.49-112.83
AUD 9658-9692
GBP 19616-19676
SGD 9551-9582
CNY 2050-2105

Pada sesi perdagangan forex global, AUD/USD melemah di awal sesi Asia hingga level 0.7042 seiring dengan melemahnya perekonomian China. China PMI manufacturing turun menjadi 49.4 di bulan Januari vs ekspektasi 49.6, yang merupakan level terendah sejak Agustus 2012. China non-manufacturing PMI juga turun menjadi 53.5. Pada pertemuan mendatang, Reserve Bank of Australia (RBA) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.

Pada sesi Eropa, UK PMI Manufacturing naik menjadi 52.9 di bulan Januari, lebih baik dari ekspektasi 51.8. GBP/USD menguat hingga level 1.4442. Pada sesi Amerika, USD diperdagangkan melemah terhadap beberapa mata uang seiring dengan rilisnya data US ISM manufacturing sebesar 48.2 di bulan Januari, lebih rendah dari ekspektasi pasar 48.6. Pelemahan USD didukung pula oleh pernyataan dari Fischer bahwa turbulensi di pasar keuangan global baru-baru ini dapat merugikan pertumbuhan ekonomi Amerika.

Rilis data untuk hari ini (survey/prior):

- Australia Cash Rate (2.00% / 2.00%)

- German Unemployment Change (-7k / -14k)

- UK Construction PMI (57.6 / 57.8)

- Eurozone Unemployment Rate (10.5 / 10.5)

Dari pasar domestik, IDR diperdagangkan menguat hingga level 13,637.5, menguat 1% dari penutupan hari sebelumnya. Dari pasar surat berharga, setelah sempat rally di awal sesi perdagangan, mayoritas harga SUN ditutup menguat 25-75 bps. Penguatan juga terjadi di bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4,624.64 atau menguat 9.47 poin (+0.21%).

Investor asing mencatatkan net buy sebesar IDR 416.7 Milyar. Dari bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 87.61 poin (0.45%) ke level 19,595.50, indeks Nikkei naik 346.93 poin (1.98%) ke level 17,865.23, dan Straits Times melemah 26.70 poin (1.02%) ke posisi 2,602.41. Sentimen positif di pasar domestik masih terjaga setelah BPS merilis CPI MoM Indonesia sebesar 0.51%, atau di bawah prediksi BI sebelumnya yang mencapai 0.75%.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan inflasi yang rendah disebabkan terjadinya penurunan harga bahan pangan. Ke depannya, Pemerintah akan berupaya mengendalikan laju inflasi agar sesuai target yang tercantum dalam APBN 2016 yaitu sebesar 4.7%. Hari ini, Kementerian Keuangan akan mengadakan lelang SBN yang terdiri dari SPN 3 bulan, SPN 1 tahun, FR0053 (5yr), FR0056 (10yr), dan FR0073 (15yr) dengan target indikatif IDR 12 Triliun.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)