Skip to main content

Euro menguat terhadap major currencies setelah rilis data unemployment rate yang lebih baik dari ekspektasi

Indonesia Rupiah Exchange Rates dibuka melemah USD/IDR 13685-13725, diperkirakan hari ini Rupiah diperkirakan diperdagangkan dalam kisaran 13575-13750

Dari pasar FX global, RBA mempertahankan suku bunga acuan di level 2% pada meeting kemarin. RBA masih optimis dengan momentum pertumbuhan ekonomi domestik dan menilai angka inflasi sudah naik mendekati target, namun peluang pemotongan suku bunga kedepannya tetap terbuka. AUD bergerak stabil dalam range sempit pasca RBA meeting. Sementara itu PBOC dilaporkan menginjeksi CNY 10B ke pasar keuangan melalui reverse repo dan akan menginjeksi 100B lagi kedepannya untuk menjaga likuiditas selama tahun baru China. Dari Eropa, EUR menguat setelah rilis data EZ Unemployment Rate yang lebih baik dari ekspektasi (10,4% vs 10,5%). Sementara itu GBP melemah pasca publikasi data UK Construction  PMI bulan Januari yang mengecewakan (55,0 vs 57,6).

Rilis data penting untuk hari ini (survey vs prior) :
- AU Building Approvals (4,8% vs -12,7%)
- AU Trade Balance (-2,45B vs -2,91B)
- GB Service PMI (55,4 vs 55,5%)
- US ADP Non Farm Employment Change (193k v 257k)
- US ISM Non Manufacturing PMI (55,1 vs 55,3)

Dari pasar domestik, USD/IDR menguat karena aksi risk aversion setelah harga minyak dunia kembali turun tajam. Tercatat harga minyak untuk kontrak WTI turun hingga $30,39 per barel, level terendah minggu ini. Lelang surat berharga oleh Kementerian Keuangan kemarin ternyata tidak mampu menopang penguatan IDR. Lelang terbilang sukses karena tercatat incoming bid yang masuk sebesar Rp 34,6 T dari target indikatif Rp 12T. Sementara yang dimenangkan adalah Rp 15 T. USD/IDR diperdagangkan pada range 13.605-13.695 dan ditutup di 13.687,5.

IHSG melemah 32,07 poin atau 0,69% ke posisi 4.592,56. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 8,57 poin (1,07%) menjadi 794,46.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 91,84 poin (0,47%) menjadi 19.503,66, indeks Nikkei melemah 114,55 poin (0,64%) ke level 17.750,68, dan Straits Times melemah 19,47 poin (0,75%) ke posisi 2.581,99.

Comments

Popular posts from this blog

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Apa itu Transaksi Swap dalam Perdagangan Forex... Begini Penjelasannya...

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...