Wednesday, February 3, 2016

Euro menguat terhadap major currencies setelah rilis data unemployment rate yang lebih baik dari ekspektasi

Indonesia Rupiah Exchange Rates dibuka melemah USD/IDR 13685-13725, diperkirakan hari ini Rupiah diperkirakan diperdagangkan dalam kisaran 13575-13750

Dari pasar FX global, RBA mempertahankan suku bunga acuan di level 2% pada meeting kemarin. RBA masih optimis dengan momentum pertumbuhan ekonomi domestik dan menilai angka inflasi sudah naik mendekati target, namun peluang pemotongan suku bunga kedepannya tetap terbuka. AUD bergerak stabil dalam range sempit pasca RBA meeting. Sementara itu PBOC dilaporkan menginjeksi CNY 10B ke pasar keuangan melalui reverse repo dan akan menginjeksi 100B lagi kedepannya untuk menjaga likuiditas selama tahun baru China. Dari Eropa, EUR menguat setelah rilis data EZ Unemployment Rate yang lebih baik dari ekspektasi (10,4% vs 10,5%). Sementara itu GBP melemah pasca publikasi data UK Construction  PMI bulan Januari yang mengecewakan (55,0 vs 57,6).

Rilis data penting untuk hari ini (survey vs prior) :
- AU Building Approvals (4,8% vs -12,7%)
- AU Trade Balance (-2,45B vs -2,91B)
- GB Service PMI (55,4 vs 55,5%)
- US ADP Non Farm Employment Change (193k v 257k)
- US ISM Non Manufacturing PMI (55,1 vs 55,3)

Dari pasar domestik, USD/IDR menguat karena aksi risk aversion setelah harga minyak dunia kembali turun tajam. Tercatat harga minyak untuk kontrak WTI turun hingga $30,39 per barel, level terendah minggu ini. Lelang surat berharga oleh Kementerian Keuangan kemarin ternyata tidak mampu menopang penguatan IDR. Lelang terbilang sukses karena tercatat incoming bid yang masuk sebesar Rp 34,6 T dari target indikatif Rp 12T. Sementara yang dimenangkan adalah Rp 15 T. USD/IDR diperdagangkan pada range 13.605-13.695 dan ditutup di 13.687,5.

IHSG melemah 32,07 poin atau 0,69% ke posisi 4.592,56. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 8,57 poin (1,07%) menjadi 794,46.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 91,84 poin (0,47%) menjadi 19.503,66, indeks Nikkei melemah 114,55 poin (0,64%) ke level 17.750,68, dan Straits Times melemah 19,47 poin (0,75%) ke posisi 2.581,99.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)