Skip to main content

Pernyataan Yellen bernada dovish terkait prospek kenaikan suku bunga The Fed, Rupiah menguat terhadap US dollar

Rendahnya kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed Rate memicu kenaikan indeks saham global dan kawasan pada perdagangan kemarinIndeks Dow Jones pada perdagangan kemarin (30/03) menguat 0,47% ke level 17.716,7 (+1,67% ytd) sedangkan S&P500 juga naik 0,44% ke level 2.064,0 (+0,98% ytd). Pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen yang bernada dovish atau berhati-hati terkait prospek kenaikan suku bunga acuannya. Pernyataan tersebut memberikan arahan bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terlalu agresif. Sementara itu, pasar saham Eropa pada perdagangan kemarin juga mencatat kenaikan, dimana FT100 Inggris naik sebesar 1,59%, sedangkan Xetra DAX Jerman mengalami peningkatan 1,60% dan CAC Perancis berhasil menguat sebesar 1,78%. Di Asia sebagian besar indeks bursa-bursa saham ditutup juga mengalami penguatan. Strait Times Index, Shanghai dan SETI ditutup menguat, masing-masing sebanyak 1,90%, 2,77% dan 1,25%.

Dari dalam negeri, bursa saham dalam negeri pada perdagangan kemarin ditutup meningkat seiring penguatan bursa regional. IHSG mencatat kenaikan sebesar 0,74% menjadi 4.816,7 (+4,87% ytd). 

Saham-saham pendorong peningkatan IHSG kemarin antara lain Kalbe Farma (+9.3%), Telekomunikasi Indonesia (+1.4%) dan BRI (+1.6%). Transaksi di pasar saham tercatat sebesar IDR7,6 triliun dan rata-rata transaksi sepanjang tahun 2016 di pasar saham tercatat sebesar IDR5,7 triliun. Investor asing mencatatkan net buying senilai IDR5,4 miliar, dan secara akumulasi investor asing mencatat net buy tahun 2016 sebesar IDR3,7 triliun. Sementara itu, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran 13.258 dan 13.378 per USD, dan ditutup terapresiasi 0,98% ke level IDR13.269 per USD, sedangkan imbal hasil SBN bertenor 10 tahun turun 11,5 bps ke posisi 7,74%.

Data DJPPR menunjukkan bahwa kepemilikan asing di SBN per tanggal 28 Maret 2016 mencapai IDR605,1, atau 38,7% dari total jumlah yang beredar. Sepanjang bulan Maret, arus modal asing masuk di Surat Berharga Negara mencapai IDR18,4 triliun, dan sepanjang tahun 2016 arus masuk modal asing di SBN sudah mencapai IDR46,6 triliun.Pada hari ini IHSG dan Rupiah diprediksi berada di kisaran 4.803-4.897 dan 13.232-13.30 terhadap USD.

 

Comments

Popular posts from this blog

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Apa itu Transaksi Swap dalam Perdagangan Forex... Begini Penjelasannya...

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...