Sunday, August 14, 2016

Mengapa Bank Indonesia perkiraan pertumbuhan ekonomi triwulan III tetap kuat, ini penjelasannya...

Optimisme ekonomi Indonesia mulai tampak, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2016 mencapai 5,18 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,91 persen (yoy) dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal kedua 2015 yang hanya 4,92 persen. Angka ini adalah angka tertinggi dalam dua tahun terakhir. Secara semesteran, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai sebesar 5,04 persen (yoy) didorong dengan tumbuhnya hampir di semua sektor usaha.

Peningkatan kinerja ekonomi pada triwulan II 2016 terutama didorong oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Konsumsi rumah tangga tumbuh karena didorong oleh peningkatan konsumsi menjelang perayaan Idul Fitri,  daya beli masyarakat seiring dengan terkendalinya inflasi. Sementara itu, peningkatan konsumsi pemerintah sejalan dengan akselerasi belanja yang terus berlanjut hingga triwulan II 2016.

Lalu bagaimana iklim investasi di Indonesia, meskipun investasi secara keseluruhan masih terbatas, investasi non-bangunan sudah mulai tumbuh meningkat sebagai akibat dari peningkatan permintaan domestik. Sementara itu, investasi pemerintah terkait proyek infrastruktur masih tetap kuat. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor menunjukkan perbaikan, meskipun masih terkontraksi, antara lain didukung oleh ekspor beberapa komoditas yang mulai membaik. Kepala BPS Suryamin menjelaskan, pada kuartal kedua tahun ini, harga komoditas di pasar internasional mengalami peningkatan. Harga minyak mentah pada kuartal kedua tercatat USD42,13 per barel, naik dari kuartal sebelumnya yang USD30,2 per barel.

Data Inflasi Indonesia tercatat terkendali, yaitu 0,44 persen dibanding kuartal sebelumnya. Sepanjang tahun 2016, BI rate tercatat sudah diturunkan sebesar 100 basis points (bps). Realisasi belanja pemerintah kuartal kedua tercatat IDR474,28 triliun, naik dibanding kuartal yang sama 2015 sebesar IDR384,74 triliun.

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2016 akan tetap kuat, didorong oleh perbaikan konsumsi rumah tangga sejalan dengan inflasi yang tetap terjaga. Peran pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap kuat, didorong oleh masih terjaganya stimulus fiskal, khususnya implementasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah.Percepatan implementasi Paket Kebijakan Pemerintah untuk mendorong daya saing dan memperbaiki iklim investasi diharapkan dapat mendorong kinerja investasi. Di sisi lain, pelonggaran kebijakan moneter dan makropudensial yang telah ditempuh secara konsisten diharapkan dapat turut memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi

Source : bank mandiri, bisnis Indonesia, Reuters

Hot Topics

Abenomics (1) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (10) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (33) Belajar Trading Forex (80) Bitcoin (3) Blockchain (3) Brexit Deal (19) Bursa Saham Amerika Serikat (2) Cadangan Devisa Indonesia (11) Cash Transaction (7) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (3) Cryptokittens (2) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (38) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (14) Ekonomi ASEAN (12) Ekonomi China (17) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (4) Ekonomi Proteksionis (15) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (18) Entrepreneur (21) Ether (1) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (11) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (15) Indikator Makro Ekonomi (126) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (133) Info Kurs Rupiah US Dollar (50) Info Kurs Valas Hari Ini (279) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (20) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (12) Kurs Pound Sterling (12) Likuiditas Keuangan Negara (52) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (174) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (16) Pasar Saham Asia Tenggara (3) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (46) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (26) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (69) Produk Domestik Bruto (20) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (19) Resesi Ekonomi Global (17) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (56) Suku Bunga USD The Fed (77) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (19) Transaksi Forex Swap (1) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (7) Yield Obligasi (17)