Monday, August 15, 2016

Rupiah Mencoba Lagi Tembus Dibawah 13100, Bursa Saham Masih Rawan Profit Taking

Info kurs valas hari ini US dollar Rupiah hari ini diperkirakan berada pada range 13075/13150, kemungkinan menguat, Dari perdagangan FX global hari Jumat pekan lalu, pada sesi Asia NZD  diperdagangkan menguat tipis ke level 0.7226 setelah data yang dirilis mixed, diantaranya Business NZ Manufacturing Index (actual 55.8 vs prior 57.6) dan NZ Retail Sales QoQ (actual 2.3% vs survey & prior 1.0%). Setelah itu, rilisnya data China yang mengecewakan menunjukkan perlambatan ekonomi di China, data tersebut diantaranya China Industrial Production YoY dirilis 6.0%, di bawah ekspektasi pasar dan periode sebelumnya 6.2% dan China Retail Sales YoY dirilis 10.2%, di bawah ekspektasi pasar 10.5% dan periode sebelumnya 10.6%.

Pada sesi Eropa, EUR sempat diperdagangkan menguat terhdap USD hingga ke level 1.1159 setelah data Eropa yang dirilis positif, diantaranya German Prelim GDP QoQ (actual 0.4% vs survey 0.3%) dan Eurozone Flash GDP QoQ (actual 0.3% vs survey 0.3%).

Pada sesi Amerika, USD melemah terhadap mayoritas mata uang setelah data perekonomian US dirilis lebih buruk dari ekspektasi, diantaranya Core Retail Sales MoM (actual -0.3% vs survey 0.2% & prior 0.9%), PPI MoM (actual 0.4% vs survey 0.1% & prior 0.5%), Retail Sales MoM (actual 0.0% vs survey 0.4% & prior 0.8%), dan U. of Michigan Confidence (actual 90.4 vs survey 91.5 & prior 90.0). Hal ini menurunkan optimisme pelaku pasar terhadap probabilitas kenaikan Fed Fund rate sebelum akhir tahun ini, probabilitas turun sampai dengan di bawah 50% untuk kenaikan di bulan Desember mendatang. Sementara itu, CAD menjadi mata uang terkuat pekan kemarin, USD/CAD diperdagangkan hingga level 1.2930. Penguatan CAD ini seiring dengan penguatan harga minyak mentah sebesar 2.83% hingga level $44.72/barrel, Menteri Energi Arab Saudi menyatakan rencana pertemuan dengan produsen anggota OPEC maupun non-OPEC untuk membahas upaya menstabilkan pasar. Penguatan harga minyak ini juga diikuti oleh penguatan mata uang komoditas lainnya seperti AUD dan NZD.

Data rilis untuk hari ini (cons/prior)
- Japan GDP QoQ Q2 (0,2%/0,5%)
- French Bank Holiday
- Italian Bank Holiday
- US Empire State Manufacturing Index (2.1/0.6)

Dari perdagangan FX domestik, spot USD/IDR interbank dibuka pada level 13,115/13,125. IDR masih diperdagangkan dengan range sempit 13,119-13,125, dan ditutup pada level 13,120/13,122. JISDOR berada pada level 13,120. Sementara dari surat berharga, harga SUN ditutup melemah hingga 20 bps di tengah minimnya sentimen penggerak pasar. Benchmark 10Yr (FR0056) diperdagangkan terkonsolidasi pada kisaran yield 6.77%-6.79%. Dari bursa saham, IHSG ditutup pada level 5,377.20 atau turun 41.89 poin (-0.77%). Pelemahan IHSG didorong oleh pelemahan dari berbagai sektor industri, dimana satu-satunya sektor yang menguat hanyalah sektor pertambangan, dengan penguatan tipis sebesar 0.15%. Di tengah pelemahan IHSG, investor asing masih mencatatkan net buy sebesar IDR 682.5 Miliar.

Dari bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng naik 186.36 poin (+0.83%) ke level 22,766.91, indeks Nikkei 225 naik 184.80 poin (+1.10%) ke level 16,919.92, dan indeks Strait Times turun 3.91 poin (-0.14%) menjadi 2,865.91.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)