Wednesday, October 19, 2016

Woww Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Tembus 6,3% (yoy) per Agustus 2016, ini besaran nominal nya...

Sedikit demi sedikit posisi utang luar negeri negara kita meningkat, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2016 tumbuh 6,3% (yoy) menjadi USD323 miliar. Bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan-bulan sebelumnya sepanjang tahun 2016, pertumbuhan ULN di bulan Agustus 2016 tergolong cukup tinggi. Berdasarkan tenor, pertumbuhan ULN jangka pendek masih tumbuh negatif sebesar 4,81%. Di sisi lain ULN jangka panjang masih tumbuh sebesar 8,1%, namun melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,3%. ULN jangka panjang juga mendominasi dengan nilai USD282,5 miliar atau berkontribusi sebesar 87,5% dari total ULN. Berdasarkan kelompok peminjam, ULN sektor swasta mengalami pertumbuhan negatif sebesar 3,9% (yoy) sementara ULN sektor publik mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya (19,2% vs 18,7%). Pada Agustus kontribusi sektor swasta dalam ULN sebesar 50,6% sedangkan sektor publik sedikit lebih rendah atau sebesar 49,4%.

Berdasarkan sektor ekonomi, sektor dengan ULN terbesar adalah sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang mencapai USD164,95 miliar USD atau 51,1% dari total ULNSektor lain yang juga menyumbang ULN cukup besar adalah sektor manufaktur (10,7%), listrik gas dan air bersih (7,4%) dan pertambangan dan penggalian (7,2%). Dari sisi pertumbuhan, selain memiliki kontribusi terbesar, ULN di sektor keuangan, perusahaan dan jasa perusahaan juga tumbuh sangat tinggi pada Agustus 2016, atau mencapai 15,06% (yoy). Pertumbuhan pada bulan tersebut adalah pertumbuhan tertinggi ULN sektor keuangan sepanjang periode Agustus 2015 - Agustus 2016. Sektor lain yang juga mengalami pertumbuhan ULN cukup tinggi adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, tumbuh 9,29% (yoy). Meskipun tumbuh relatif tinggi, namun sektor ini mengalami perlambatan pertumbuhan sejak Januari 2016. Untuk ULN sektor pertambangan dan penggalian, mengalami kontraksi sebesar 13,97% (yoy) pada Agustus 2016. Apabila ditarik lebih jauh ke bulan-bulan sebelumnya, ULN sektor pertambangan memang terus mengalami tren pertumbuhan negatif. Hal ini tidak mengherankan karena pertambangan masih dalam rezim harga rendah sejakcommodity boom berakhir.

Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada Agustus 2016 masih cukup sehatNamun tentu saja pengawasan harus tetap dilakukan terutama ULN sektor swasta. Isu kenaikan suku bunga the Fed juga menjadi alasan untuk pemantauan ULN sektor swasta agar tetap dalam koridor aman dan tidak menimbulkan gangguan stabilitas makroekonomi. Saat ini tingkat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 66% atau naik dari posisi September 2016 yang hanya mencatat angka 55%.Apabila pada Desember 2016 terjadi kenaikan suku bunga The Fed maka resiko kenaikan ULN jangka pendek akan meningkat dan rentan untuk menimbulkan gejolak di pasar

Source : bank mandiri

Hot Topics

Abenomics (1) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (10) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (33) Belajar Trading Forex (80) Bitcoin (3) Blockchain (3) Brexit Deal (19) Bursa Saham Amerika Serikat (2) Cadangan Devisa Indonesia (11) Cash Transaction (7) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (3) Cryptokittens (2) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (38) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (14) Ekonomi ASEAN (12) Ekonomi China (17) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (4) Ekonomi Proteksionis (15) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (18) Entrepreneur (21) Ether (1) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (11) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (15) Indikator Makro Ekonomi (126) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (133) Info Kurs Rupiah US Dollar (50) Info Kurs Valas Hari Ini (279) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (20) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (12) Kurs Pound Sterling (12) Likuiditas Keuangan Negara (52) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (174) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (16) Pasar Saham Asia Tenggara (3) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (46) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (26) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (69) Produk Domestik Bruto (20) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (19) Resesi Ekonomi Global (17) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (56) Suku Bunga USD The Fed (77) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (19) Transaksi Forex Swap (1) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (7) Yield Obligasi (17)