Monday, August 6, 2018

Bank of England (BOE) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 0.75%


Info kurs valas hari ini USD Rupiah dibuka di 14475/14500, sebagai gambaran sebelumnya, untuk pasar global jumat kemarin USD diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya pasca rilisnya data ekonomi US yang menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan baru serta perlambatan aktivitas jasa pada bulan Juli. Tercatat jumlah pekerjaan pada periode Juli hanya bertambah sebesar 157k, lebih rendah daripada ekspektasi investor yang sebesar 190k. Sementara itu data pengangguran dirilis tidak berubah di angka 3.9%. DXY turun 0.15% ke level 94.86.

Ketidakpastian di sektor perdagangan masih menjadi perhatian investor setelah China menyerang balik melalui proposal pengenaan tarif impor terhadap produk US yang senilai USD 60 miliar sebagai respon terhadap rencana Gedung Putih yang mengusulkan tarif yang tidak hanya sebesar 10 %, melainkan 25%, terhadap produk impor dari China  yang senilai USD 200 Miliar.

Rilis Data untuk hari ini (Survey/Prior):
- GE Factory Orders MoM (-0.5%/2.6%)
- GE Factory Orders WDA YoY (3.4%/4.4%)
- ID GDP YoY (5.12%/5.06%)
- ID GDP QoQ (4.08%/-0.42%)

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,490/14,500, diperdagangkan dalam rentang 14,495-14,516, dan ditutup pada level 14,490/14,495. JISDOR berada pada level 14,503. Dari pasar obligasi, Harga SUN benchmark diperdagangkan melemah 30 – 40 bps hari ini. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, volume transaksi obligasi di pasar sekunder mencapai IDR 14 Triliun, yang didominasi oleh SUN tenor menengah yaitu FR0065 (15Yr) dan FR0070 (6 Yr). Investor masih belum terlalu agresif di pasar sekunder menjelang rilis data GDP Indonesia kuartal II pada awal pekan depan. Bank Indonesia memprediksi GDP Indonesia sebesar 5.15% atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 5.06%. Pemulihan pertumbuhan ekonomi di kuartal II ini ditopang oleh inflasi yang masih terkendali serta faktor pergeseran waktu panen raya ke pertengahan tahun ini.

baca : Pemerintah berupaya lebih keras menarik kembali arus modal asing yang keluar

Pada rapat yang berakhir pada kamis (02/8), Bank of England (BOE) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 0.75%. Kenaikan suku bunga ini merupakan yang kedua kali dalam satu dekade terakhir. Pertumbuhan upah dan pasar tenaga kerja yang kuat menjadi alasan bagi BOE untuk menaikkan suku bunganya meskipun di tengah ketidakpastian akibat keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

baca: Ketidapastian masa depan Brexit

Dari pasar saham, Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, ditutup melemah tipis sebesar 4,18 poin atau 0,07 persen menjadi 6.007,53. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,79 poin atau 0,08 persen menjadi 950,17. Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei naik 12,65 poin (0,06 persen) ke 22.525,18, indeks Hang Seng melemah 38,24 poin (0,14 persen) ke 27.676,32, dan Straits Times melemah 20,59 poin (0,63 persen) ke posisi 3.265,73.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (13) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (16) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (36) Belajar Trading Forex (88) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (5) Cadangan Devisa Indonesia (14) Cash Transaction (9) Credit Default Swap (4) Cryptocurrency (8) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (15) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (145) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (306) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (137) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (47) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (178) Neraca Perdagangan Indonesia (2) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (60) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (95) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (21) Safe Haven Currency JPY (5) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (4) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (3) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (4) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (85) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (2) Transaksi Forex Swap (3) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (10) Yield Obligasi (20)