Thursday, February 7, 2019

Mengapa Uni Eropa Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jerman, ini Alasannya...


Komisi Uni Eropa Menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman, ini merupakan berita sedih, Jerman adalah penyangga ekonomi zona euro terbesar. Ini berarti bahwa perlambatan akan menjadi berita buruk bagi sisa anggota Euro zone yang terdiri dari 19 anggota tersebar dibelahan bumi Eropa. 

Beberapa hal menjadi latar belakang yang sangat kuat, kembali ke tahun 2018, Harapan Komisi Uni Eropa untuk pertumbuhan Jerman pada 2018 juga diturunkan dari 1,7 persen menjadi 1,5 persen. Lembaga tersebut juga mengatakan dalam laporannya bahwa perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh "melemahnya pertumbuhan ekspor dan meningkatnya tekanan belanja konsumen."

Data terbaru dari Jerman telah memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Kantor statistik Jerman mengatakan bulan lalu bahwa negara itu tumbuh pada tingkat 1,5 persen pada 2018, dibandingkan dengan 2,2 persen pada tahun sebelumnya. Ini adalah tingkat pertumbuhan ekonomi terlemah dalam lima tahun. Data Produksi industri Jerman turun 0,4 persen periode bulanan, di bulan Desember juga terjadi penurunan secara bulanan yang keempat berturut-turut.

Lembaga keuangan global, Dana Moneter Internasional juga memperingatkan resiko memburuknya pertumbuhan ekonomi Jerman, IMF mengatakan pada bulan lalu bahwa aturan emisi baru ramah lingkungan telah membebani industri manufaktur mobil dan otomotif di Jerman

Data volume pesanan pabrik, yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan penurunan 1,6 persen pada bulan Desember. Analis memperkirakan kenaikan 0,3 persen. Kementerian ekonomi Jerman mengatakan pada hari Rabu bahwa angka terakhir menunjukkan "momentum yang telah padam" pada awal 2019.

Meskipun demikian, beberapa analis masih mengharapkan kabar baik dari data ekonomi Jerman dalam beberapa minggu mendatang. "Rebound kuat yang telah lama ditunggu-tunggu harus benar-benar terjadi dan berlangsung pada kuartal pertama 2019, mungkin sudah dimulai pada Januari 2019," Andreas Rees, kepala ekonom Jerman di UniCredit mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Kamis. Dilansir dari situs resmi CNBC 

Dia menambahkan, bahwa perkiraan produksi industri Jerman akan meningkat pada Januari, yang pada gilirannya kemungkinan akan mendorong industri otomotif. Alhasil, Rees memproyeksikan rebound 0,6 persen periode perkuartal akan terjadi di kuartal pertama 2019.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (2) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (11) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (84) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (12) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (2) Ekonomi ASEAN (12) Ekonomi China (17) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (16) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (25) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (130) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (136) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (293) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (26) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (3) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (48) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (31) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (82) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)