Sunday, March 24, 2019

Mengapa Kurs EURUSD bisa tembus 1,1000 dan terus memburuk?? ini Penjelasannya...


Kurs EUR terhadap USD bergerak semakin rendah, terkoreksi lebih dalam karena Uni Eropa dan proses Brexit masih terus bermasalah, Eropa berada di lembah resesi Imbas Brexit tersebut. Akhirnya Sebagai hasilnya, konsolidasi berubah menjadi semacam pelarian karena data ekonomi terbaru semakin menunjukkan keterpurukan ekonomi Eropa, dan kebijakan bank sentral Eropa memberi beberapa investor sinyal yang lebih jelas tentang di arah pergerakan mata uang safe haven dolar AS, euro, dan mata uang lainnya selanjutnya 

Mata uang safe haven USD mengakhiri pekan ini dengan posisi melemah cukup tajam terhadap kurs Japanese yen Jepang, tetapi lebih tinggi terhadap kurs euro, kurs Kanada, dan kurs dolar Australia. Mata uang safe haven Dolar AS melemah tajam setelah pertemuan Federal Reserve, sepertinya bisa terjadi selama seminggu ke depan di mana semua mata uang utama akan didorong lebih tinggi oleh pelemahan kurs dolar AS yang terdepresiasi. Bentuk pergerakan yang bagus untuk mata uang EUR

Tapi tetap saja, mata uang safe haven Dolar AS bisa bangkit kembali, Namun Fed yang dovish terus mendorong kurs US dolar begitu banyak mengalami penurunan, ketika masalah yang lebih besar adalah pertumbuhan secara global yang diambang resesi. 

Seperti dilaporkan dari Investing com, mata uang berkinerja terburuk saat ini adalah kurs euro, yang jatuh cukup dalam setelah data PMI yang memburuk. Kurs EUR / USD menembus 1,13 dalam beberapa menit setelah PMI jatuh ke posisi terendah periode multi-tahun, hal ini bisa meningkatkan kekhawatiran bahwa Eropa akan berada dalam resesi. Seperti dilansir dari Berlin, Jerman paling menderita dengan sektor manufaktur berkontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut pada laju tercepat sejak Agustus 2012.

Data ekonomi tersebut mendorong indeks komposit PMI Jerman ke level terendah sejak Juni 2013. Sementara itu Prancis juga melaporkan aktivitas sektor manufaktur dan jasa yang lebih lambat, indeks komposit EZ turun menjadi 51,3 dari 51,9 di bulan Maret.

Investor Eropa dan investor asing lainnya di Eropa khawatir tentang pertumbuhan ekonomi setelah ECB memangkas perkiraan awal bulan ini dan laporan PMI hari Jumat menunjukkan seberapa dalam kekhawatiran tersebut berjalan. 

Sementara itu, Trump seakan Menambahkan garam ke luka, saat membuka kemungkinan kenaikan tarif mobil Eropa yang akan masuk ke pasar Amerika Serikat - Presiden Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa mobil dari Uni Eropa sangat tangguh di pasar AS selama bertahun-tahun dan "kami sedang mencari sesuatu untuk memerangi."

Sementara itu dari pasar obligasi, imbal hasil obligasi tenor 10-tahun Jerman berubah negatif untuk pertama kalinya sejak Oktober 2016, menyebabkan kurs EUR / USD turun ke level rendah intraday di 1,1288. Sementara Fed masih dovish, dan tidak lagi berencana untuk menaikkan suku bunga tahun ini, ECB pun tidak akan menaikkan suku bunga sampai Fed membuat langkah lain atau jika ada perbedaan situasi yang signifikan, Secara teknis dan fundamental, kurs EURUSD di angka 1,10 masih menjadi target yang layak, Tetapi harap dicatat bahwa rebound bisa saja terjadi 

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (2) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (11) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (84) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (12) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (2) Ekonomi ASEAN (12) Ekonomi China (17) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (16) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (25) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (130) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (136) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (293) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (26) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (3) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (48) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (31) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (82) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)