Thursday, April 11, 2019

Risalah Rapat The Fed: Proyeksi Pertumbuhan GDP AS Melambat, Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga Tahun Ini

Bursa saham di Pasar Asia diperdagangkan hati-hati dan cenderung stagnan, hal ini disinyalir merespon rilisan risalah pertemuan Federal Reserve AS tentang arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika di bulan Maret, risalah tersebut mengungkapkan bahwa para perumus kebijakan The Fed akan meninggalkan peluang kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini, sampai saat ini tidak berharap untuk melakukan perubahan.

Update terbaru dari perkembangan perang tarif dagang AS dengan China, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada CNBC pada hari Rabu bahwa Washington dan Beijing telah "cukup banyak hal yang telah disepakati tentang mekanisme penegakan hukum perdagangan internasional antar kedua negara" ketika kesepakatan tercapai.

Kurs valas USD diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya setelah dirilisnya risalah rapat FOMC bulan Maret kemarin yang menunjukkan mayoritas pembuat kebijakan mengharapkan bank sentral untuk tetap menunda kenaikan suku bunganya sampai dengan akhir tahun ini.

Dari sisi data ekonomi, para pejabat The Fed memproyeksikan bahwa pertumbuhan GDP US akan cukup lambat di kuartal pertama, mencerminkan melambatnya pertumbuhan belanja konsumen dan investasi bisnis. Meskipun aktivitas ekonomi di kuartal kedua diperkirakan akan menguat kembali, namun pertumbuhannya tidak akan secepat di tahun 2018 lalu. indeks DXY turun 0.08% ke level 96.54

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (2) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (11) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (84) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (12) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (2) Ekonomi ASEAN (12) Ekonomi China (17) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (16) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (25) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (130) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (136) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (293) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (26) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (3) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (48) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (31) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (82) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)