Sunday, May 5, 2019

Pentingnya Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal Pertama

Angka pertumbuhan ekonomi dari sisi produk domestik bruto Indonesia cukup menarik dicermati, Ekonomi Indonesia berpeluang mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama, dibantu oleh pengeluaran konsumsi yang kuat semakin meningkat, puncaknya saat pemilihan umum diadakan serentak 

Produk domestik bruto tumbuh 5,18 persen dalam tiga bulan, awal bulan hingga Maret dibandingkan tahun sebelumnya, menurut estimasi median dari 18 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Pencapaian itu sama dengan pertumbuhan pada kuartal keempat tahun lalu.

Faktor penentu: 

Negara Dengan Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini diperkirakan tumbuh 5,3 persen tahun 2019 ini, laju tercepat sejak 2013. Meskipun angka Itu masih jauh di bawah target 7 persen yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo ketika ia menjabat pertama kali pada tahun 2014

Sementara pertumbuhan hanya berputar di sekitar angka 5 persen sejak 2016, ada pertanyaan kunci mengenai apakah pertumbuhan ekonomi dapat mencapai target sesuai proyeksi pemerintah untuk 2019, karena Indonesia saat ini tengah bergulat dengan penurunan sektor manufaktur

Ada beberapa "pekerjaan rumah yang besar ke depan bagi para perumus pajak" di tengah tanda-tanda potensi pelambatan, kata Satria Sambijantoro, seorang ekonom dari PT Bahana Sekuritas di Jakarta.  Pendapatan pajak dari sektor manufaktur Indonesia merupakan kontributor terbesar terhadap PDB dan yang biasanya menyumbang sekitar sepertiga dari total pendapatan pajak, saat ini turun hampir 9 persen pada kuartal pertama

Sementara itu, frekuensi enam kali kenaikan suku bunga sejak Mei tahun lalu juga cukup membatasi pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia mengatakan suku bunga acuan sekarang mungkin mendekati puncaknya.  

Prospek bahwa pelonggaran kebijakan bisa digulirkan segera adalah upaya dorongan untuk Presiden Joko Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi, karena nampaknya saat ini tengah terlihat untuk me-reboot rencana ekonominya menjelang masa lima tahun periode kedua pemerintahannya 

Dengan selesai nya masa pemilihan umum legislative dan Presiden, investor yang wait and see dan duduk manis di sela-sela selama kampanye yang dimulai pada bulan September tahun lalu sekarang bisa mulai memompa uang untuk ekspansi bisnis nya, Penjualan ritel telah menguat selama tiga bulan pertama tahun ini, tumbuh sebesar 9 persen di bulan Februari dan 8 persen di bulan Maret.  Pertumbuhan Februari adalah yang tercepat sejak Desember 2016

Apa pendapat para Ekonom: 

Seperti dilansir dari Bloomberg, Enrico Tanuwidjaja, kepala ekonomi dan riset dari PT UOB Indonesia di Jakarta, mengatakan beberapa peningkatan inventaris dan konsumsi rumah tangga yang stabil, serta beberapa pengeluaran kampanye pemilu, kemungkinan menambah pertumbuhan keseluruhan pada kuartal pertama

UOB melihat pertumbuhan secara tahunan akan tetap "lambat" untuk setahun penuh, sekitar 5,2 persen.  "Tantangan jangka menengah adalah dalam menarik FDI atau foreign direct investment ke sektor-sektor yang lebih berorientasi ekspor, semoga di daerah-daerah di mana semakin banyak konten lokal digunakan," katanya.

Secara berurutan, PDB turun 0,42 persen dalam tiga bulan hingga Maret, menurut estimasi median dari 14 ekonom yang disurvei Bloomberg.  Itu lebih baik daripada kontraksi 1,69 persen dalam tiga bulan yang berakhir Desember

Sumber : Bloomberg, Bank Indonesia, Finance news 

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (13) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (16) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (36) Belajar Trading Forex (88) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (5) Cadangan Devisa Indonesia (14) Cash Transaction (9) Credit Default Swap (4) Cryptocurrency (8) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (15) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (145) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (306) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (137) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (47) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (178) Neraca Perdagangan Indonesia (2) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (60) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (95) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (21) Safe Haven Currency JPY (5) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (4) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (3) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (4) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (85) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (2) Transaksi Forex Swap (3) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (10) Yield Obligasi (20)