Kamis, 11 Juli 2019

Gubernur The Fed Beri Sinyal Kuat Rencana Pemotongan Suku Bunga Acuan, Kurs US Dollar Turun Terhadap Rupiah


Kurs valas US Dollar melemah secara drastis terhadap major currencies lainnya pada Rabu kemarin setelah Presiden The Fed, Jerome Powell, memberikan sinyal bahwa The Fed siap untuk memangkas suku bunga sebagai respon atas ketidakpastian pada proyeksi perekonomian US. Ia memberikan indikasi bahwa pertumbuhan secara keseluruhan sudah cukup, Ia juga menambahkan bahwa terdapat risiko inflasi yang cukup lemah saat ini dapat menjadi semakin lemah dari yang telah diantisipasi hingga saat ini. DXY turun 0.40% ke level 96.76.

Rilis Data untuk hari ini (Survey/Prior):
- GE CPI MoM (0.3%/0.3%)
- GE CPI YoY (1.6%/1.6%)
- US CPI MoM (0.0%/0.1%)
- US Initial Jobless Claims (221K/221K)

baca juga: Sinyal resesi ekonomi mulai muncul di Amerika Serikat dan Eropa

Sementara itu, Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR dibuka pada level 14,130/14,140, diperdagangkan dalam rentang 14,130/14,155, dan ditutup pada level 14,125/14,135. JISDOR berada pada level 14,152.  Harga SUN benchmark ditutup melemah 5 – 40 bps. Yield SUN Benchmark tenor 10 Tahun sebesar 7.32%.

baca juga: Apa itu Anti-Dollar Trade??? ini penjelasannya... 

Sentimen mixed mewarnai pasar global diakibatkan laporan dari pejabat AS yang menyatakan kelanjutan pembicaraan dengan China berjalan positif. Namun pasca data NFP yang baik menyebabkan ekspektasi pasar bahwa The Fed hanya akan menurunkan suku bunga 25 bps, serta pasar menunggu pidato dari Jerome Powell dihadapan kongres mengenai perkembangan kebijakan moneter AS. Pelaku pasar memperkirakan bahwa Powell akan membuat statement mengenai independensi The Fed, kemungkinan turunnya suku bunga tanpa menyebutkan berapa besar bps yang akan di cut. UST tenor 10 tahun dperdagangkan pada level 2.10% hingga sesi eropa setelah adanya komentar bahwa pasar keuangan global saat ini terlalu dovish terhadap ekonomi AS.

Kementerian Keuangan sudah menarik IDR 33.15 Triliun pada bulan Juli 2019 melalui lelang SBN, SBSN, dan private placement pada seri PBS-025. Pada tahun ini pemerintah menargetkan penerbitan SBN Bruto sebesar IDR 825.7 Triliun yang terdiri dari 70-75% persen pada penerbitan SBN dan sisanya pada penerbitan SBSN. Pemerintah berencana untuk melakukan lelang SBN sebanyak 24 kali pada tahun 2019. Sebagai tambahan, obligasi ritel yang sudah diterbitkan oleh pemerintah dari awal tahun sudah mencapai 6 obligasi dan menarik pembiayaan sebesar IDR 33.13 Triliun.

baca juga: Mengapa harga emas turun signifikan??? 

IHSG ditutup menguat 22,36 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.410,68. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 4,5 poin atau 0,44 persen menjadi 1.025,19. Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei melemah 31,67 poin (0,15 persen) ke 21.533,48, indeks Hang Seng menguat 88,41 poin (0,31 persen) ke 28.204,69, dan indeks Straits Times menguat 12,35 poin (0,37 persen) ke posisi 3.341,81