Tuesday, October 1, 2019

Sikap Dovish The Fed dan Sentimen Ketidakpastian Ekonomi Global Menjadi Penentu Arah Pasar Forex

Penguatan kurs Rupiah masih terhalang beberapa sentimen negatif kondisi politik dalam negeri, Info kurs valas hari ini, kurs valas USD/IDR pagi ini Selasa, 1 Oktober 2019 dibuka pada level 14175/14200 dan prediksi kurs valas US Dolar Rupiah akan diperdagangkan pada kisaran 14.160/14.220

Indikasi kurs Valuta Asing, 1 Oktober 2019 pukul  8.15 WIB
Info kurs valas USD/IDR: 14170/14210
Info kurs valas EUR/IDR: 15430/15482
Info kurs valas GBP/IDR: 17405/17459
Info kurs valas JPY/IDR: 130,90/131,43
Info kurs valas AUD/IDR: 9570/9600
Info kurs valas SGD/IDR: 10251/10284
Info kurs valas CNH/IDR: 1985/1999

Kilas balik dari hari kemarin Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR dibuka pada level 14,170/14,180, diperdagangkan dalam rentang 14,170/14,200, dan ditutup pada level 14,190/14,200. JISDOR berada pada level 14,174. 

Sementara itu dari update pasar obligasi terbaru, Harga SUN Benchmark diperdagangkan mixed 5 – 40 bps dengan yield FR0078 ditutup pada level 7.30%. Dua sentimen utama untuk penggerak pasar SBN kemarin disebabkan oleh keluarnya data ekonomi China dan pandangan dovish mengenai ekonomi AS dari salah satu pelaku ekonomi. Keluarnya data Markit Factory PMI keluar pada level 51.4 di bulan September yang merupakan level paling baik semenjak februari 2018. Data Manufacturing PMI China keluar pada level 49.8 (vs 49.5 survey). Isu lainnya berasal dari komentar salah satu presiden dan CEO the Fed Bank of Chicago, Charles Evans, yang menyatakan bahwa dirinya siap berdiskusi secara terbuka untuk menentukan suku bunga yang tepat terhadap ekonomi AS saat ini. Ditambahkan bahwa Evans menyarankan untuk melakukan pemotongan suku bunga hingga 50 bps oleh the Fed yang merupakan hal yang tepat saat ini karena selama 6 bulan terakhir inflasi AS sulit untuk mencapai level 2%, banyak ketidakpastian isu global, dan terjadi perlambatan ekonomi pada Eropa – China. Namun isu positif tersebut terhambat dengan isu domestik terkait adanya gelombang demonstrasi di kawasan Indonesia yang memberikan kekhawatiran bagi investor menjelang pelantikan anggota dewan dan pemerintahan yang baru

Kilas balik pergerakan harga saham hari kemarin, IHSG ditutup melemah 27,79 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.169,1. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,3 poin atau 0,44 persen menjadi 968,15. Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 123,06 poin (0,56 persen) ke 21.755,84, indeks Hang Seng menguat 137,46 poin atau 0,53 persen ke 26.092,27, dan indeks Straits Times melemah 6,32 poin (0,2 persen) ke posisi 3.119,31.

Dari pasar FX global, kurs valas EUR diperdagangkan melemah terhadap USD hingga level terendahnya sejak Mei 2017 setelah kembali dirilisnya data inflasi yang lemah, terutama dari Jerman. Hal ini memicu spekulasi bahwa akan ada pergerakan yang agresif dari ECB untuk mendukung perekonomian zona eropa. Kemarin data GE CPI dirilis tumbuh sebesar 1.2% secara YoY (ekspektasi 1.3%), turun dibandingkan periode sebelumnya yang tumbuh 1.4%. EUR turun hingga menyentuh level 1.0885

No comments:

Post a Comment