Tuesday, October 1, 2019

Contoh Sederhana Perbedaan Posisi Long dan Posisi Short dalam Perdagangan Forex

Dalam perdangangan Forex banyak istilah teknis yang digunakan untuk bertransaksi, yang mana telah lumrah digunakan oleh pelaku pasar Forex, ada istilah posisi Long dan Short dalam transaksi Forex, bagaimana penjelasan sederhana tentang perbedaan Posisi Long dan posisi Short?? nah kami bahas dulu yang posisi Long


Penjelasan Trading Forex dengan Posisi Long 

Untuk lebih mudahnya kami sampaikan langsung dengan contoh posisi mata uang major currency, dengan ini kami contohkan kurs EUR/USD, Jika trader forex ambil Posisi long terhadap EUR/USD maka itu merupakan eksekusi trading yang mana trader berharap kurs EUR yang dipilih mendapat apresiasi dari market atau memiliki view bahwa EUR akan naik terhadap USD, saat trader forex mengeksekusi order buy EUR/USD, trader akan memberi posisi long untuk instrumen yang dipilih tersebut, Dalam hal ini, kami jelaskan ulang bahwa trader forex tersebut berharap kurs EUR akan menguat terhadap USD. Contoh lain pada posisi lot, trader yang membeli dua lot pasangan uang EUR/USD berarti mempunyai dua lot posisi long untuk EUR/USD.

Nah Jika mengacu pada karakteristik EUR/USD arah yang diambil yaitu long, dan ukurannya yaitu dua lot. bagaiman cara mendapatkan profitnya... untuk mendapatkan profit dari transaksi long EUR/USD maka trader harus pandai memilih waktu dan eksekusi beli untuk mengambil posisi long.



Untuk memutuskan posisi Long EUR/USD di level berapa... ada beberapa indikator yang bisa digunakan trader forex untuk monitor sinyal buy dan sell untuk masuk ke market atau ambil posisi buy EUR/USD. Jika dilihat tabel diatas dalam range 2 hari yaitu 30 September ke 1 Oktober pergerakan EUR/USD dikisaran 1.0880 (support) sampai 1.0960 (resistance) maka Sinyal beli yaitu saat harga mata uang EUR/USD jatuh ke level support, posisi saat ini EUR/USD sedang mengalami depresiasi di level 1.0885/1.0895 dan menyentuh level support 1.0880 beberapa kali. Poin 1.10880 menjadi level support dan menawarkan sinyal beli untuk trader hanya jika harga jatuh ke level 1.0880

Maka secara sederhana jika akan mengambil posisi Long EUR/USD :

buy di level 1.0880
taking profit di level 1.0950
stop loss di level 1.0860

Tips nya adalah, posisi stop loss tidak lebih 3% dibawah level saat beli, dan taking profit tidak lebih dari 5% diatas level saat beli


Penjelasan Trading Forex Posisi Short

Jika dilihat arti dari kalimat nya "Short" adalah pendek, kurang dan sedikit, Posisi short dalam trading forex secara umum merupakan kebalikan dari posisi long. Saat trader forex putuskan untuk ambil posisi short, trader tersebut pasti berharap mata uang yang dipilih dalam hal ini EUR/USD akan mengalami depresiasi (turun). Memutuskan melakukan posisi short pada satu mata uang berarti menjual mata uang dengan harapan harga akan turun di masa depan, yang dimaksud masa depan disini dalam rentang waktu bisa per jam, hari, mingguan dan seterusnya

Secara sederhana posisi Short Untuk mempermudah pemahaman, semisal trader mengambil posisi short untuk EUR/USD, bisa diartikan bahwa kalau trader menjual EUR untuk membeli USD saat ini diharga tinggi dan berharap nanti EUR/USD akan semakin turun, atau lebih rendah dari posisi saat trader tersebut melakukan aksi jual, Trader forex tersebut harus bisa mencari sinyal terbaik untuk mendapat profit maksimal dari aktivitas short, dengan cara yang bervariasi



Contoh sederhana penjelasan Posisi Short EUR/USD, Jika dilihat tabel diatas dalam range 2 hari yaitu 30 September ke 1 Oktober pergerakan EUR/USD dikisaran 1.0880 (support) sampai 1.0960 (resistance) maka Sinyal jual (Short) yaitu saat harga mata uang EUR/USD kesulitan naik ke level resistance, posisi saat ini EUR/USD sedang mengalami depresiasi di level 1.0885/1.0895 dan menyentuh level support 1.0880 beberapa kali

Maka secara sederhana jika akan mengambil posisi Short EUR/USD :

sell di level 1.0900
taking profit di level 1.0830
stop loss di level 1.0920

Tips nya adalah, posisi stop loss tidak lebih 3% diatas level saat jual, dan taking profit tidak lebih dari 5% dibawah level saat jual


Bagaimana Mengelola Risiko Long dan Short secara bijak (bijak dalam hal ini sangat relatif)

Jika trader forex Mengambil posisi short maka secara langsung memberi risiko tinggi karena dalam perdagangan forex tak ada nilai maksimal kerugian dalam sekali trading. Dalam kata lain, nilai kerugian tidak terbatas seiring nilai forex EUR/USD yang secara teoritis bisa meningkat sampai berkali lipat

Sedangkan jika trader forex pegang posisi long, maka nilai dari suatu mata uang dalam contoh hal ini kurs EUR/USD tak akan pernah jatuh di bawah nol yang sekaligus menjadi titik maksimal dari kerugian tersebut

Maka dari itu seorang trader forex harus bisa menjaga disiplin dalam memasang level stop loss dan taking profit dalam posisi apapun baik Long atau Short, seorang Trader forex juga harus cermat menyikapi segala bentuk berita ekonomi yang baru rilis karena punya potensi membuat harga menjadi anjlok atau bahkan naik.

Jika disesuaikan dengan kondisi market saat ini, Mengambil posisi short lebih tepat digunakan saat market mengalami penurunan, contoh dalam hal ini kurs EUR/USD memang mengalami tren pelemahan dalam periode 1 tahun terakhir ini

sumber gambar: investing.com 

No comments:

Post a Comment