Wednesday, December 18, 2019

Kurs Poundsterling Melemah 1.49% Imbas PM Boris Johnson Ingin Percepat Brexit

Kurs valas GBP melemah hampir 1.49% persen ke kisaran 1.3131 terhadap Dolar AS pada sesi perdagangan kemarin, setelah beredar kabar bahwa PM Boris Johnson menunjukkan usaha keras untuk menuntaskan Brexit dalam waktu singkat. Hal itu ditunjukkan dari rancangan amendment Withdrawal Agreement Bill, yang akan melarang ekstensi Brexit melebihi tenggat waktu Desember 2020. Para pengamat politik menilai bahwa kebijakan percepatan PM Johnson tersebut bisa meningkatkan peluang "No-Deal Brexit".

Sementara itu dari pasar FX Global, kurs valas USD diperdagangkan menguat tipis dalam trend sideways setelah rilisnya data ketenagakerjaan AS Selasa (17/12) malam  yang lebih baik dari ekspektasi. Angka pembukaan lapangan kerja di AS bertambah menjadi 7,267 juta di bulan Oktober 2019. Hasil tersebut naik dari periode sebelumnya, serta mematahkan ekspektasi penurunan ke 7,018 juta. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di 97.14 yang bergerak tak jauh dari level rendah pada akhir pekan lalu.

EUR / USD naik 0,04% ke level 1.1148.
USD / JPY naik 0.01% ke level 109.53

Rilis Data untuk hari ini (Survey/Prior):
- German Producer Prices MM  (0.1%/-0.2%)
- German Producer Prices YY (-0.6%/-0.6%)
- German Ifo Business Climate (95.5/95.0)
- EUR HICP YY (1%/1%)

Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR kemarin dibuka pada level 14,000/14,010, diperdagangkan dalam rentang  13,990 – 14,020 , dan ditutup pada level 13,985/13,995. JISDOR berada pada level 14,018. Pasar masih menanggapi negatif defisit neraca perdagangan Indonesia yang dirilis melebar, serta adanya wacana terhadap pelonggaran Current Account Deficit yang membuat harga SUN Benchmark terus diperdagangkan melemah. Yield SUN Benchmark tenor 10 Tahun (FR0078) ditutup di level 7.35 – 7.30%, atau tertinggi semenjak bulan Oktober 2019. Namun demikian, hal tersebut tidak berjalan selaras dengan pergerakan IHSG yang kembali menguat dalam 3 hari berturut – turut, serta kurs Rupiah yang hari ini ditutup menguat terhadap US Dollar ke level 13,990.

No comments:

Post a Comment