Wednesday, September 9, 2020

Rupiah Melemah Imbas Sentimen Negatif Brexit dan Ancaman Deflasi Indonesia

Prediksi kurs Dollar Rupiah hari ini akan berada dikisaran 14800/14875, dengan kecenderungan penguatan USD masih akan berlanjut, hal ini merujuk pada perdagangan forex global tadi malam, mata uang USD diperdagangkan menguat pada Selasa (8/9) seiring meningkatnya ketidakpastian atas kemungkinan kesepakatan perdagangan pasca-Brexit. Selain itu, penguatan USD juga dipengaruhi  ekspektasi investor terkait pesan dovish pada Kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pada pertemuan kamis mendatang. Indeks USD (DXY) naik 0.35% menjadi 93,53.

Update perkembangan terbaru Brexit, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyuarakan kekhawatiran tentang Brexit tanpa kesepakatan setelah memperingatkan bahwa Inggris akan mengakhiri negosiasi jika tidak ada kemajuan pada kesepakatan pada pertengahan Oktober. Kemarin Inggris juga telah mengumumkan rencana untuk memperkenalkan rancangan undang-undang pasar internal, yang bertujuan untuk membuat aturan umum yang berlaku di seluruh Inggris yang dapat berbenturan dengan persyaratan perjanjian penarikan yang mengharuskan Irlandia Utara, pada periode pasca-Brexit, mengikuti aturan Uni Eropa. 

Langkah yang tampaknya kontroversial oleh Inggris muncul ketika pembicaraan pasca-Brexit akan dilanjutkan dengan kepala negosiator Uni Eropa Michel Barnier, pada hari Selasa. Uni Eropa mengatakan akan siap untuk Brexit tanpa kesepakatan ketika periode transisi berakhir pada 31 Desember. GBP/USD turun 1.35% to $1.2988 ; EUR/USD turun 0,3% menjadi 1,1765

Data ekonomi domestik terbaru yaitu Indeks Keyakinan Konsumen yang dirilis kemarin naik di angka 86.9 ; namun hal ini masih belum mampu mengembalikan keyakinan investor dan para pelaku pasar. Hingga Q2 2020, Indeks Keyakinan Konsumen masih tercatat di level terendah sejak tahun 2010. Bank Indonesia turut memperkirakan bahwa deflasi masih akan terjadi hingga akhir kuartal 3, yang memperkuat keyakinan bahwa konsumsi rumah tangga masih sulit diharapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

No comments:

Post a Comment