Kamis, 14 Juli 2022

Inflasi Amerika Serikat Terus Meningkat, Fed Rate Diperkirakan Naik Lagi

Pergerakan mata uang US Dollar semakin menguat terhadap mata uang global dunia, pun juga prediksi kurs Dollar Rupiah semakin mengarah ke penguatan lanjutan, Penyebab utama memang terkait sikap hawkish bank sentral US, data ekonomi terbaru Data U.S. Consumer Price Index YoY dirilis di atas ekspektasi (9.1% vs 8.8%). Angka ini merupakan angka tertinggi sejak November 1981. Hal ini menjadi alasan kuat tentunya untuk bank sentra AS untuk segera menaikkan suku bunga (lagi)

Peningkatan inflasi didukung oleh kenaikan harga energi dan makanan imbas dari konflik perang antara Rusia dan Ukraina. Adapun, data U.S. Core Consumer Price Index YoY dirilis di atas ekspektasi (5.9% vs 5.7%). Pelaku pasar mengekspektasikan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif pada akhir bulan ini.


Sementara itu data ekonomi penting lainnya yaitu Data U.K. Gross Domestic Product MoM dirilis di atas ekspektasi (0.5% vs 0%). Sektor jasa dan produksi meningkat hingga 0.4% dan 0.9%. Dari China, trade balance Juni dirilis di atas ekspektasi ($97.94b vs $75.70). Ekspor secara yoy meningkat hingga 17.9% akibat dari kasus COVID-19 yang mereda di China.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar