Kamis, 02 November 2023

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Pasar Merespon Positif

Hasil pertemuan FOMC yang sangat ditunggu oleh pelaku pasar akhirnya rilis, hasil rilis tersebut langsung di respon sentimen positif. Indeks utama US ditutup pada zona hijau setelah FOMC Meetings memutuskan untuk menahan level suku bunga acuan tetap pada level 5.25-5.50%, hal ini sesuai ekspektasi pasar, dimana bursa saham S&P500 ditutup naik sebesar 1.05%, bursa Nasdaq menguat 1.64%, dan bursa saham Dow Jones terapresiasi sebesar 0.67%. Sementara, yield UST 10yr ditutup turun ke level 4.73% (-19 bp).

Bank Sentral AS The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5.25-5.50%. Namun, perlu dicermati bahwa The Fed tetap menegaskan jika kondisi inflasi belum turun dengan cepat sesuai keinginan mereka, maka potensi kenaikan kembali suku bunga masih ada.

Berdasarkan data indikator ekonomi AS terbaru menunjukkan aktivitas ekonomi US masih kuat pada Q3 2023, tetapi data tenaga kerja sudah bergerak moderat meski masih tetap dalam fase yang cukup kuat. 

Begitu juga tingkat pengangguran juga masih rendah dan inflasi masih tinggi. Pelaku pasar menilai pernyataan The Fed yang menilai ekonomi AS masih kuat di tengah pengetatan suku bunga menjadi sinyal jika The Fed masih akan hawkish ke depan. Kebijakan suku bunga higher for longer mungkin masih akan tetap terjadi.

Sementara itu dari benua biru Eropa, Bank of England Diprediksi Menoleransi Inflasi Di Atas 2%. Tingkat inflasi Inggris saat ini berada di 6.7%, jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi rata-rata kawasan Euro dan AS. 

Para pelaku pasar dan investor semakin yakin bahwa Bank of England akan terpaksa menerima tingkat inflasi melebihi targetnya di level 2%. Hal ini tentunya akan semakin merusak kredibilitas Bank Sentral yang telah dianggap lamban dalam mengatasi lonjakan harga pascapandemi.

Sementara itu dari Asia, Japanese Yen menguat sebesar 35 bps terhadap USD ke level 151.2 akibat adanya pernyataan dari Masato Kanda, pejabat tertinggi kementerian keuangan Jepang, bahwa otoritas Jepang akan melakukan intervensi mata uang yen. Penguatan yen juga turut didorong oleh posisi defensif USD pasca dirilisnya data yang menunjukkan perlambatan ekonomi AS.


Virus-free.www.avast.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar