Skip to main content

BKPM: realisasi investasi 2015 Rp.545,4 triliun atau naik 17.8% dibandingkan tahun 2014

Indonesia Rupiah Exchange Rate dibuka pada 13835-13865, hari ini diperkirakan berada dikisaran 13775-13900

Pada sesi perdagangan forex jumat, JPY melanjutkan pelemahan terhadap USD setelah BoJ mempertimbangkan untuk menambah stimulus moneter dikarenakan penurunan harga minyak yang menjadi beban untuk mencapai target inflasi 2% dan diperkuat data PMI Manufacturing yang tidak sesuai ekspektasi (52.4 vs 52.8).

Dari market Australia dollars, AUD diperdagangkan menguat terhadap USD setelah PBoC pada hari kamis  menambah stimulus dalam bentuk pinjaman jangka pendek yang membuat aussie menyentuh AUD/USD 0.7000.
Sesi perdagangan Eropa, sikap dovish presiden ECB dan buruknya data France Manufacturing PMI (50 vs 51.6) membuat pelemahan EUR terhadap USD hingga sempat menyentuh EUR/USD 1.0800. Sterling menguat tipis terhadap USD setelah pelaku pasar kembali ditengah stimulus euro meski GBP/USD belum naik terlalu jauh dari level terendahnya.
Dari sesi perdagangan Amerika, sikap ECB dan mixed data dari US mempertahankan USD terhadap mayoritas mata uang lain, walaupun data jobless claims yang melebihi ekspektasi (293K vs 283K) masih dinilai kuat untuk pasar tenaga kerja dan didukung oleh data manufacturing indeks yang membaik dari ekspektasi (-3.5 vs -5.0) dan data pada bulan lalu (-5.9).

Bagaimana dengan market Rupiah, Dari pasar domestik, IDR kembali menguat sebesar 72 poin menjadi USD/IDR 13,834 dari USD/IDR 13,906, setelah harga minyak mentah yang sedikit naik menjadi penguat mata uang komoditas termasuk rupiah. Penguatan juga didorong oleh Kondisi lain yaitu realisasi investasi yang dirilis oleh BKPM mencapai Rp 545.4 T atau naik 17.8% pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2014 dan target pada 2016 yang tumbuh 9.3%.

Dari pasar obligasi SUN diperdagangkan menguat pasca sentimen positif pelaku pasar terhadap keputusan BoJ dan ECB. Sedangkan Surat berharga FR56 menjadi salah satu yang aktif diperdagangkan dengan penguatan yang signifikan selama satu minggu terakhir.

Dari pasar saham Indonesia, IHSG ditutup pada level 4,456.74 atau menguat 42.61 poin (+0.96%). Bursa Asia, diantaranya Hang Seng ditutup di level 19,080.5 atau menguat  538.96 poin (+2.90%), diikuti dengan Nikkei 225 ditutup pada level 16,958.53 atau menguat 941.27 poin (+5.88%) dan Straits Times ditutup pada level 2,577.09 atau menguat 44.39 poin (+1.75%)

Comments

Popular posts from this blog

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Apa itu Transaksi Swap dalam Perdagangan Forex... Begini Penjelasannya...

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...