Skip to main content

Harga minyak rebound AUD menguat terhadap USD, Rupiah terdongkrak naik terhadap USD

Rupiah pagi ini dibuka pada level 13810-13850, hari ini Rupiah diperkirakan diperdagangkan dalam kisaran 13800-13900, Pada sesi perdagangan forex global, JPY  menguat terhadap USD setelah keluarnya hasil FOMC meeting Amerika, dimana The Fed memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level 0.25%-0.50% sesuai dengan ekspektasi pasar.

Faktor lainnya adalah data penurunan retail sales untuk bulan desember yang dirilis lebih baik dari pada bulan november (0.2% vs 2.5%). aussie menguat terhadap USD ke level AUD/USD 0.7079 seiring dengan menguatnya kembali harga minyak pada hari kamis yang berada di atas $34 per barrel yang merupakan level tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Penguatan AUD juga dibantu oleh data import price yang turun 0.3% pada Q4 dibandingkan pada Q3 yang naik 1.4% dan lebih baik dari ekspektasi (0.8%).

Sesi perdagangan Eropa, Sterling kembali menguat terhadap USD setelah data ekonomi Inggris yang menunjukkan percepatan ekspansi ekonomi pada Q4 2015 dibandingkan kuartal sebelumnya (0.5% vs 0.4%) dimana GBP/USD berada di level 1.4373.

Sementara  EUR menguat terhadap USD dalam rally terpanjang sejak september terkait hasil FOMC meeting US dan juga data rilis dari German terkait kenaikan inflasi dan juga data spanish unemployment rate yang lebih baik dari pada ekspektasi (20.9% vs 21.1%) dimana kemarin penguatan sebesar 0.3% ke level EUR/USD 1.0933.

Dari sesi perdagangan Amerika, US dollar melemah terhadap mayoritas mata uang setelah hasil FOMC meeting dan juga data durable goods order yang lebih buruk dari ekspektasi (-5.1% vs 0.6%).

Rilis data untuk hari ini (survey/prior):
• EU CPI flash estimate YoY (0.4%/0.2%)
• CA GDP MoM (0.3%/0.0%)
• US advance GDP QoQ (0.8%/0.2%)

Dari pasar domestik, IDR kembali menguat dimana pada perdagangan pagi ditengah harga minyak yang cenderung bergerak menguat dan pelemahan USD. Faktor lainnya adalah estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkisar diantara 5.2%-5.6% pada tahun 2016 yang diperkirakan oleh BI turut menguatkan sentimen pasar.

Dari pasar obligasi Indonesia, SUN diperdagangkan mixed dengan tenor menengah seperti FR56 (10 tahun) dan FR71 (13 tahun) menguat 25 bps sementara tenor jangka panjang FR68 (18 tahun) melemah 40 bps.

Hasil FOMC meeting Amerika menyebabkan investor mulai melakukan penambahan aset di negara berkembang seperti Indonesia dimana global bonds seperti ROI26 menguat 79 bps dengan yield level 4.62% dan ROI46 yang menguat 199 bps di yield level 5.82%.

Sementara itu IHSG ditutup pada level 4,602.82 atau menguat 19.20 poin (+0.4%). Bursa Asia, diantaranya Hang Seng ditutup di level 19,195.83 atau menguat  143.48 poin (+0.75%), diikuti dengan Nikkei 225 ditutup pada level 17,041.45 atau melemah 122.47 poin (-0.71%) dan Straits Times ditutup pada level 2,562.45 atau menguat 16.27 poin (+0.64%).

Comments

Popular posts from this blog

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Apa itu Transaksi Swap dalam Perdagangan Forex... Begini Penjelasannya...

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...