Sunday, January 24, 2016

IMF Koreksi Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Global 2016 Menjadi 3,4 %

Perekonomian global di 2016 masih dirundung kabut pekat, lembaga keuangan paling berpengaruh IMF Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Global 2016 Menjadi 3,4%

Berikut Penjelasan lengkapnya, International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dan tahun depan. IMF menyatakan, pesimisme masih ada terkait pertumbuhan ekonomi dunia tidak akan setinggi proyeksi yang diperkirakan sebelumnya pada bulan Oktober tahun lalu. Terpicu dengan Pelemahan ekonomi Tiongkok yang sungguh lunglai, penurunan harga komoditas, dan tekanan di beberapa negara berkembang (emerging market) merupakan beberapa fakto penyebab pemangkasan estimasi pertumbuhan ekonomi global tahun 2016 sebanyak 0,2% menjadi 3,4%.

Lembaga keuangan IMF juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2017 sebanyak 0,2% menjadi 3,6%. Untuk tahun 2015, IMF memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,1%. IMF menyatakan, beberapa negara yang 'kini berada dalam kesulitan ekonomi' akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi global setelah dua tahun ke depan.

Dilaporkan lebih detail dari Tiongkok, Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan akan terus mengalami penurunan dari 6,9% pada 2015 menjadi 6,3% pada 2016 dan 6,0% di 2017. Perlambatan ekonomi Tiongkok tersebutakan berimbas pada penurunan harga komoditas dunia, karena permintaan dari Tiongkok menurun. Sementara pertumbuhan ekonomi India diprediksi mencapai 7,5% tahun 2016 dan 2017.

Pertumbuhan ekonomi sejumlah negara berkembang diprediksi melemah, seperti Brazil yang ekonominya diperkirakan mengalami kontraksi 3,5% di 2016, dan stagnan sebesar 0,0% di 2017. Hal ini dikarenakan adanya ketidakpastian kondisi politik di negara tersebut. Di sisi lain, terdapat tiga negara maju yang pertumbuhan ekonominya diperkirakan di atas 2% tahun 2016, yaitu Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Spanyol. Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi AS mengalami pemangkasan proyeksi sebanyak 0,2% dibandingkan perkiraan IMF pada Oktober 2015 menjadi 2,6% pada2016 dan 2017.

Terkait harga minyak global, IMF memperkirakan tahun ini rata-rata akan berada di kisaran USD42 per barel dan akan naik di atas USD48 per barel pada tahun 2017. 

Namun perlu dicatat, prediksi IMF ini dibuat berdasarkan harga minyak global pada 10 Desember 2015 saat harga minyak USD35 per barel. Saat ini, harga minyak berada di bawah USD30 per barel. Sejumlah negara eksportir minyak, ekonominya juga akan mengalam,i dampak penurunan tahun ini. Rendahnya harga komoditas juga menekan perekonomian sejumlah negara di Afrika, seperti Nigeria dan Angola, termasuk eksportir minyak Afrika Selatan.

Risiko tingginya bunga pinjaman terjadi karena adanya rencana kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (The Fed). Ini membuat suku bunga acuan di sejumlah negara juga meningkat, dan berimbas pada kenaikan bunga kredit perbankan. Kenaikan suku bunga Fed Rate juga menjadi risiko di berbagai negara karena kenaikan ini akan membuat USD semakin menguat.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)