Thursday, February 4, 2016

Safe haven currency JPY menguat terhadap USD setelah kembali melemahnya harga minyak dan tren harga komoditas

Info Kurs Valas hari ini US Dollar Rupiah dibuka pada level 13610-13650, hari ini Rupiah diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran 13575-13725

Dari perdagangan forex Rabu kemarin, JPY berbalik menguat terhadap USD setelah kembali melemahnya harga minyak dan tren harga komoditas lain yang masih bearish membuat investor memilih untuk membeli JPY sebagai aset safe haven.

AUD/USD melemah setelah munculnya sentimen risk aversion pasar serta data defisit perdagangan yang melebar pada bulan Desember. Sebagai salah satu mata uang komoditas, AUD sensitif dengan kondisi perdagangan sektor tersebut. Penurunan harga minyak dalam beberapa bulan belakangan ini juga diekspektasikan akan memengaruhi industri gas alam cair atau LNG dalam negeri yang sedang bertumbuh. Trade balance Australia sendiri dirilis sebesar AUD -3,54b vs survey AUD -2,45b & prior AUD -2,91b.

Sementara GBP/USD menguat setelah rilisnya PMI Services Inggris oleh Markit yang naik tipis menjadi 55,6 di bulan Januari, dari bulan Desember sebesar 55,5, vs survey penurunan menjadi 55,4.Sektor jasa merupakan tulang punggung perekonomian Inggris, yang berkontribusi sekitar 78% dari total output. Naiknya aktivitas ini diharapkan juga mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi Inggris.

Data rilis untuk hari ini (consensus/prior):
AU NAB Business Confidence (prior 0)
EU ECB Economic Bulletin
EU Retail PMI (prior 49)
UK BoE Rate Decision (0,5% / 0,5%)
UK BOE Asset Purchase Target (375b / 375b)
UK BOE Inflation Report
US Initial Jobless Claims (286k / 278k)
US Factory Orders (-2% / -0,2%)

Dari pasar saham, IHSG pada hari Rabu kemarin ditutup menguat 8,67 poin atau 0,18% menjadi 4.596,10. Sementara kelompok saham LQ45 bergerak naik 3,35 poin (0,42%) menjadi 796,80. IHSG ditutup naik setelah cenderung bergerak melemah di sepanjang perdagangan kemarin dengan volume yang moderat. Indeks kepercayaan konsumen yang dirilis mencatatkan kenaikan menjadi salah satu faktor penopang indeks.

Indeks consumer confidence Indonesia bulan Januari 2016 tercatat meningkat 5,1 poin dari bulan sebelumnya menjadi 112,6.

Aksi penguatan terbatas oleh pelaku saham asing yang mencatatkan foreign net sell sebesar IDR 168,121 miliar kemarin. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 455,25 poin (-2,34%) ke level 18.991,59, indeks Nikkei turun 559,43 poin (-3,15%) ke level 17.191,25, dan Straits Times melemah 30,83 poin (-1,19%) ke posisi 2.550,27.

Hot Topics

Abenomics (1) Analisis Ekonomi Makro (9) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (15) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (87) Bitcoin (4) Blockchain (4) Brexit Deal (27) Bursa Saham Amerika Serikat (4) Cadangan Devisa Indonesia (13) Cash Transaction (8) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (4) Cryptokittens (3) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (40) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (15) Ekonomi Amerika Serikat (8) Ekonomi ASEAN (13) Ekonomi China (24) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (5) Ekonomi Proteksionis (24) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (26) Entrepreneur (21) Ether (2) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (14) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (17) Indikator Makro Ekonomi (139) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (140) Info Kurs Rupiah US Dollar (51) Info Kurs Valas Hari Ini (299) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (27) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (20) Kurs Pound Sterling (21) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (176) Neraca Perdagangan Indonesia (1) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (18) Pasar Saham Asia Tenggara (4) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (59) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (32) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (88) Produk Domestik Bruto (22) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (25) Resesi Ekonomi Global (20) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (84) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (22) Trade Balance Indonesia (1) Transaksi Forex Swap (2) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (9) Yield Obligasi (19)