Pages - Menu

Tuesday, March 14, 2017

Bisnis Asuransi hanya tumbuh 5.1% di Sepanjang Tahun 2016

Sektor bisnis asuransi di Indonesia cukup bagus pertumbuhannya, Pertumbuhan premi asuransi 2016 hanya mencapai 5.1%.  Pendapatan premi industri asuransi umum pada 2016 mencatat pertumbuhan terendah yaitu 5,1% dibandingkan dengan pertumbuhan premi pada tahun sebelumnya yang disebabkan penurunan penjualan kendaraan bermotor. Pendapatan premi asuransi umum mencapai IDR 61,9 triliun atau hanya tumbuh di kisaran 5,1% jika dibandingkan capaian tahun 2015 yaitu IDR 58,9 triliun. Pertumbuhan premi di tahun ini merupakan pertumbuhan terendah selama lima tahun terakhir. Pada 2015 pertumbuhan premi industri masih lebih tinggi yaitu di kisaran 6,7%, sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya pertumbuhan premi masih bisa mencapai kisaran dua digit.

 

apa penyebab utama turunnya pertumbuhan bisnis Asuransi di Indonesia??, Penurunan pendapatan dari asuransi kendaraan merupakan pemicu rendahnya pertumbuhan premi asuransi tahun ini.  Faktor utama yang menyebabkan realisasi produksi pada tahun lalu sulit bertumbuh lebih tinggi disebabkan adanya penurunan pendapatan premi dari lini bisnis asuransi kendaraan. Lini bisnis asuransi kendaraan menjadi salah satu kontributor utama dalam menopang pertumbuhan industri. Pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor pada 2016 mencapai IDR 16,37 triliun cenderung stagnan jika dibandingkan realisasi pada tahun sebelumnya yang mencapai IDR 16,30 triliun.

 

Pada sektor asuransi pengangkutan dan kecelakaan masih tertekan, peningkatan terjadi di sektor asuransi penjaminan dan kredit. Selain itu, penurunan produksi pada tiga lini bisnis lainnya yaitu asuransi pengangkutan, asuransi kecelakaan, dan asuransi aneka turut menekan pertumbuhan industri. Terkait dengan lini bisnis asuransi pengangkutan, kinerja sektor komoditas yang belum pulih sepenuhnya di tahun lalu menyebabkan produksi pada lini bisnis tersebut menurun sebesar 1,2% (yoy). semoga tahun 2017 industri asuransi di Indonesia dapat tercapai sesuai target 


source: bank mandiri, bank indonesia 

 



Most Read