Skip to main content

Data Inflasi April 2018 naik 3.41% (year on year), Harga Makanan, Minuman, Rokok dan Tembakau Penyumbang Terbesar Inflasi

Data inflasi terbaru Indonesia, Pada bulan April 2018, BPS mencatat inflasi sebesar 0,10% (mom) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,71.
Angka inflasi ini lebih rendah dari konsensus pasar yang sebesar 0,18% dan perkiraan kami yang sebesar 0,14%. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Secara tahunan, inflasi April 2018 naik menjadi 3,41% (yoy) (vs inflasi Maret 2018 sebesar 3,40% (yoy)). Angka ini menjadi angka tertinggi sepanjang tahun 2018. Penyumbang terbesar dari Komponen inti pada April 2018 (tidak termasuk komponen yang harganya diatur pemerintah dan komponen bergejolak) tercatat mengalami inflasi sebesar 2,69% (yoy) atau lebih tinggi dari bulan Maret 2018 sebesar 2,67% (yoy). 
Sektor mana saja yang paling besar imbas nya, Kelompok penyumbang inflasi tertinggi berasal dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,05%.
Diikuti oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,04% dan kelompok sandang sebesar 0,02%. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,05%.
Source:  Badan pusat statistik, bank mandiri, bank Indonesia 

Comments

Popular posts from this blog

Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Turun Bertahap Sampai Akhir 2019

Kurs Rupiah menjelang akhir 2018 sampai pertengahan 2019 masih akan dibawah tekanan

Apa itu Transaksi Swap dalam Perdagangan Forex... Begini Penjelasannya...

Tren investasi melambat karena penundaan beberapa proyek industri dalam negeri

Laju pertumbuhan profit Industri China melambat, inilah penyebabnya...