Monday, December 10, 2018

IMF: Ancaman Resesi Ekonomi AS Tidak Dalam Waktu Dekat, Trade War AS vs China jadi Isu Utama

Ancaman Resesi Ekonomi AS Tidak Dalam Waktu Dekat

Mengenai merebaknya berita tentang ancaman resesi ekonomi di Amerika Serikat akhir-akhir ini yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat, atau mungkin 1-2 tahun ke depan, Christine Lagarde managing director IMF mengatakan, dia tidak melihat indikasi ekonomi Amerika sedang menuju resesi dalam waktu dekat, meskipun secara nyata terlihat pertumbuhan pasar saham merosot dan pertumbuhan data ketenagakerjaan mulai melambat.


Dilansir dari cbs news, Lagarde bersabda hehehe, "Kami (IMF) memiliki perkiraan untuk tahun ini dan berikutnya Ekonomi Amerika Serikat tumbuh 3,7 persen. Sebenarnya tidak buruk, Kami tidak melihat tanda-tanda resesi dalam waktu dekat berdasarkan informasi yang kami miliki saat ini."

baca juga: Perlambatan ekonomi global akan berlanjut di tahun depan

Namun, Lagarde sebagai direktur IMF yang anggota nya terdiri dari hampir 200 negara, mengisyaratkan bahwa mulusnya kerjasama keuangan internasional dan perdagangan antar negara sangat diperlukan untuk kestabilan ekonomi global, Lagarde memperingatkan bahwa kebijakan ekonomi proteksionis, kenaikan tarif impor ekspor antar negara dan perang perdagangan yang sedang berkembang antara AS vs China sudah pasti menimbulkan ancaman terhadap ekonomi global.

baca juga: Perang dagang AS vs China

"Jika ada lebih banyak ketegangan ekonomi antar negara, maka perdagangan antar negara akan terancam - dan tentunya pelaku pasar dan industri akan bingung, 'kemana saya harus berinvestasi? Dan haruskah saya benar-benar mengubah rantai pasokan saya?" - itu yang akan ada di benak setiap pelaku pasar dan investor, tentunya ini akan berdampak negatif, "kata Lagarde.

baca juga: Kekhawatiran pelaku pasar obligasi terhadap ancaman resesi ekonomi

"Hal ini sangat penting karena perdagangan antar negara adalah mesin utama untuk pertumbuhan ekonomi global" katanya. "Perdagangan, jika terjadi gangguan, jika terancam, akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, jika yang terjadi menurunnya pertumbuhan dan stagnasi, tentunya sektor ketenagakerjaan terancam, investasi berkurang, karena kepercayaan investor atas keberlangsungan bisnis menjadi tidak menentu

source: cbs news

Hot Topics

Abenomics (1) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (11) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (34) Belajar Trading Forex (81) Bitcoin (3) Blockchain (3) Brexit Deal (21) Bursa Saham Amerika Serikat (2) Cadangan Devisa Indonesia (12) Cash Transaction (7) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (3) Cryptokittens (2) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (39) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (14) Ekonomi ASEAN (12) Ekonomi China (17) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (4) Ekonomi Proteksionis (15) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (19) Entrepreneur (21) Ether (1) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (12) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (16) Indikator Makro Ekonomi (126) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (134) Info Kurs Rupiah US Dollar (50) Info Kurs Valas Hari Ini (282) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (20) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (15) Kurs Pound Sterling (15) Likuiditas Keuangan Negara (53) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (175) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (17) Pasar Saham Asia Tenggara (3) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (46) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (26) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (72) Produk Domestik Bruto (20) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (21) Resesi Ekonomi Global (17) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (57) Suku Bunga USD The Fed (80) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (20) Transaksi Forex Swap (1) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (8) Yield Obligasi (18)