Monday, December 10, 2018

Sinyal Resesi Ekonomi di Eurozone Mulai Meningkat, Meski Terlalu Dini

Beberapa periode yang lalu, tingkat kepercayaan diri para pelaku pasar dan investor cukup besar, bahwasanya Bank Sentral Eropa sudah on track untuk menaikkan suku bunga deposito (saat ini menerapkan suku bunga negatif) pada kuartal ketiga 2019, namun akhir-akhir ini keyakinan dan kepercayaan diri analis ekonomi dan pelaku pasar tersebut telah berkurang drastis selama sebulan terakhir, hal ini disebabkan karena mereka melihat sinyal resesi ekonomi global semakin dekat


Dilansir dari Reuters, Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Reuters pada 4-7 Desember juga menunjukkan para pelaku pasar dan ekonom sepakat mengatakan bahwa risikonya cukup rendah jika Bank Sentral akan memperpanjang program pembelian aset lebih dari 2,6 triliun Euro ($ 2,96 triliun) di bulan-bulan selanjutnya

Hasil survei Reuters tersebut diambil selama periode gejolak ekstrem di pasar keuangan global, juga sedikit menjawab benak pelaku pasar bahwa arah selanjutnya Bank Sentral Eropa akan menaikkan tingkat suku bunga refinancing nya dalam waktu satu tahun ke depan, dan mungkin sampai ke awal 2020. Sampai saat ini berada di level 0

Beberapa data ekonomi yang belum cukup bagus, termasuk melambatnya momentum peningkatan ekonomi Eropa menunjukkan pertumbuhan ekonomi turun menjadi hanya 0,2 persen pada kuartal ketiga, angka tersebut terendah dalam kurun waktu empat tahun, hal tersebut menjadi titik pemberat bagi beberapa pelaku pasar yang melihat bahwa ekonomi zona Eropa masih diliputi cuaca mendung

Survei Reuters pada para ekonom tentang arah kebijakan bank-bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve AS, menunjukkan turunnya keyakinan pasar bahwasanya era pengetatan kebijakan moneter masih cukup jauh

"Kami memiliki keraguan yang kuat ... bahwa tidak akan ada kenaikan fund rate pada tahun depan. Dan juga beberapa tahun ke depan, satu-satunya hal yang  muncul adalah sinyal normalisasi untuk menghentikan suku bunga negatif," kata Peter. Vanden Houte, Chief Economist di ING.

"Bank Sentral Eropa kemungkinan akan berencana menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya setelah musim panas 2019."

Sementara itu, Jajak pendapat Reuters terbaru juga menyiratkan kekhawatiran adanya kemungkinan resesi tahun depan, meskipun saat ini masih rendah, namun prosentase nya perlahan naik menjadi 20 persen dari 15 persen sebelumnya, terhitung sejak Agustus saat survei awal dilaksanakan.

Demikian pula, probabilitas kemungkinan terjadinya resesi dalam periode dua tahun juga naik, menjadi 30 persen dari 25 persen, kenaikan pertama sejak Juli, ketika Reuters pertama kali memulai pemungutan suara pada periode ini.

Economist ING's Vanden Houte memperkirakan peluang resesi pada akhir 2020 sebesar 40 persen, namun hal ini terlalu dini untuk dikhawatirkan, karena data ekonomi mencatat data pengangguran masih turun dan harga minyak yang melemah bisa memberikan kelonggaran sektor konsumsi

Angka Inflasi yang ditargetkan Bank Sentral Eropa yaitu di bawah 2 persen, diperkirakan akan menyusut tahun depan menjadi 1,7 persen, lalu menjadi 1,6 persen pada 2020.

Pertumbuhan ekonomi rata-rata Zona Eropa pada 2019 secara kuartalan menurut survei Reuters turun menjadi 1,6 persen dari 1,7 pada survei sebelumnya, Sedangkan perkiraan untuk 2020 tetap stabil di angka 1,5 persen.

source: reuters

Hot Topics

Abenomics (1) Angka Inflasi (1) Asuransi Jiwa (3) Bank Indonesia (10) Bank of England (1) Bank of Japan (2) Basic Forex Trading (33) Belajar Trading Forex (80) Bitcoin (3) Blockchain (3) Brexit Deal (19) Bursa Saham Amerika Serikat (2) Cadangan Devisa Indonesia (11) Cash Transaction (7) Credit Default Swap (3) Cryptocurrency (3) Cryptokittens (2) Dana Pensiun (6) Dasar Forex Trading (38) Day Trader (65) Deflasi di Jepang (14) Ekonomi ASEAN (12) Ekonomi China (17) Ekonomi India (1) Ekonomi Jepang (4) Ekonomi Proteksionis (15) Ekonomi Singapore (2) Ekonomi Zona Eropa (18) Entrepreneur (21) Ether (1) Fintech (1) Fitch Rating Agency (3) Forex Trading Platform (35) Global Bonds USD (11) Harga Minyak (45) Imbal Hasil Obligasi (15) Indikator Makro Ekonomi (126) Inflasi Volatile Food (1) Info Ekonomi Indonesia Terkini (133) Info Kurs Rupiah US Dollar (50) Info Kurs Valas Hari Ini (279) Info Special Rate Valuta Asing (130) Investasi (136) Investasi Apartment (1) Investasi Non Migas (21) Investasi Real Estate (1) Investasi Rumah Villa (1) Investor (46) Ketentuan Umum Structured Product (2) Krisis Hutang Yunani (13) Krisis Hutang Zona Eropa (20) Krisis Moneter Turki (11) Kurs EUR US Dollar (12) Kurs Pound Sterling (12) Likuiditas Keuangan Negara (52) Mata Uang Digital (2) Moneter dan Perbankan Indonesia (174) Obligasi Ritel Indonesia (2) Pasar Obligasi (16) Pasar Saham Asia Tenggara (3) Pedoman Transaksi Treasury (2) Perang Tarif Dagang Amerika Serikat dan China (46) Perang Tarif Perdagangan Amerika Serikat dan China (22) Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara (10) Pertumbuhan Ekonomi China (8) Pertumbuhan Ekonomi Zona Eropa (26) Prediksi Kurs Dollar Rupiah (69) Produk Domestik Bruto (20) Realisasi Tax Amnesty (5) Referendum Brexit (19) Resesi Ekonomi Global (17) Safe Haven Currency JPY (4) Saving Bond Ritel (3) SBN Ritel Indonesia (3) Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (77) Strategi Investasi (2) Strategi Investasi Property (1) Structured Product bagi Perbankan (2) Structured Product di Indonesia (3) Suku Bunga Negatif (37) Suku Bunga Rendah (56) Suku Bunga USD The Fed (77) Sukuk Ritel (2) Sukuk Tabungan (2) Surat Berharga Negara (3) Surat Utang Negara (3) Tax Amnesty di Indonesia (14) Tingkat Suku Bunga (19) Transaksi Forex Swap (1) Undang-undang Pengampunan Pajak (4) US Treasury Notes (7) Yield Obligasi (17)