Friday, March 22, 2019

BI Rate terbaru di Level 6.00%, Deposit Facility 5.25% dan Lending Facility 6.75%

BI Rate terbaru

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate pada level 6.00%, dengan suku bunga DF sebesar 5.25% dan suku bunga LF sebesar 6.75%. Keputusan ini konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas perekonomian, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Juga tetap monitor ketat perkembangan suku bunga acuan USD

baca juga: Mengapa The Fed berencana tidak menaikkan suku bunga acuan sepanjang tahun 2019 ??? ini penjelasannya...

Sementara itu dari pasar obligasi, Harga SUN benchmark menguat 40 – 90 bps sejalan dengan penurunan yield UST 10Yr ke level 2.51%, terendah sejak Januari 2018. Adapun penurunan yield juga terjadi pada global bond pemerintah Indonesia dimana tenor 10Yr (ROI19) ditransaksikan pada level 3.92%. Pada lelang debt switch yang dilaksanakan kemarin, dari jumlah penawaran yang masuk sebesar IDR 8.447 Triliun untuk beberapa obligasi yang akan jatuh tempo pada 2020-2023, Kementrian Keuangan memenangkan total IDR 4.748 Triliun untuk seri FR0078, FR0068, FR0079, dan FR0076.

baca juga: Mengapa negara dengan suku bunga rendah susah payah menaikkan pertumbuhan ekonomi?? ini penjelasannya...

Dari Pasar FX Global, Kurs USD diperdagangkan menguat terhadap major currencies lainnya terutama terhadap kurs Poundsterling di tengah kekhawatiran no deal Brexit. Pemimpin uni Eropa mengadakan pertemuan pada Kamis untuk membicarakan tanggapan terhadap permintaan PM Inggris, Theresa May, mengenai Brexit. Setelah kesepakatan Brexit yang diajukan PM Theresa May ditolak parlemen Inggris dua kali, beliau meminta pada Presiden European Council, Donald Tusk, untuk menunda Brexit hingga 30 Juni 2019. Data US Initial Jobless Claims dirilis 221k lebih baik dibandingkan perkiraan ekonom di level 225k. Selain itu, data US Philadelphia Business Outlook dirilis 13.7, lebih baik dari data sebelumnya di level -4.1, turut membantu penguatan USD terhadap mata uang lainnya. Euro melemah ke level 1.1353, sedangkan GBP melemah ke level 1.3075 per USD. AUD/USD melemah ke level 0.7107, dan USD/JPY menguat ke level 110.77. Dolar indeks DXY menguat 0.63% ke level 96.36.

Rilis Data untuk hari ini (Survey/Prior):
- GE Markit/BME Manufacturing PMI (48.0/47.6)
- EZ Markit Manufacturing PMI (49.5/49.3)
- US Markit Manufacturing PMI (53.5/53.0)
- US Wholesale Inventories MoM (0.1%/1.1%)
- US Existing Home Sales (5.10m/4.94m)
- US Monthly Budget Statement (-$227.0b/-$215.2b)

Bagaimana dengan bursa saham Asia, kemarin bursa saham IHSG ditutup menguat sebesar 19,07 poin atau 0,29 persen menjadi 6.501,78. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 4,23 poin atau 0,41 persen menjadi 1.024,62. Sementara itu, bursa regional Asia antara lain indeks Hang Seng melemah 249,41 poin (0,85 persen) ke 29.071,56 dan indeks Straits Times menguat 5,99 poin (0,19 persen) ke posisi 3.213,65.