Thursday, October 10, 2019

Prediksi Kurs Valas Hari ini, Kurs Valas US Dollar Rupiah Akan Berada di Kisaran 14120/14180

Lesunya pertumbuhan ekonomi yang dialami beberapa negara akhir-akhir ini mulai menular ke Indonesia, Bank Indonesia prediksi pertumbuhan retail sales pada kuartal ketiga tahun 2019 akan mengalami perlambatan dengan survey dikisaran 1.80% secara yoy. Terjadi penurunan dari kuartal kedua tahun ini pada level 4.2% secara yoy. BI menambahkan bahwa perlambatan terjadi pada seluruh komoditas. 

Sementara itu update dari nilai tukar, kurs valas USD/IDR pagi ini Kamis 10 Oktober 2019 ,dibuka pada level 14165/14185 dan prediksi kurs valas US Dollar terhadap Rupiah akan diperdagangkan pada kisaran 14120 - 14180. pergerakan kurs Rupiah nampaknya cukup stabil, nilai tukar USD/IDR Dari Pasar Domestik kemarin, Spot USD/IDR dibuka pada level 14,160/14,170, diperdagangkan dalam rentang 14,170-14,185, dan ditutup pada level 14,165/14,175. JISDOR berada pada level 14,182. 

Update dari pasar obligasi, Pada perdagangan SBN kemarin, harga SUN Benchmark masih diperdagangkan melemah sebesar 5 – 35 bps dengan yield FR0078 ditutup pada level 7.28%. Tidak dipungkiri bahwa pelemahan yang terjadi beberapa hari belakangan ini akibat tingginya tensi perundingan antara Cina dan AS, dan terjadi aksi saling balas sentimen terkait perusahaan Cina yang diduga oleh AS melakukan diksriminasi terhadap muslim minoritas. Namun menjelang penutupan perdagangan pasar SBN, terdapat berita bahwa Cina siap menerima deal dari AS dengan syarat tidak ada tarif tambahan yang dikenakan. Malam kemarin Jerome Powell membuat pidato mengenai langkah yang sedang dijalankan oleh The Fed saat ini, yang berencana untuk melakukan perubahan neraca di pasar keuangan AS dengan melakukan fasilitas Repo untuk menambah likuiditas di pasar. Hal tersebut dilakukan karena keringnya likuiditas AS dari akhir bulan Agustus kemarin karena beberapa faktor yang terjadi diluar ekspetasi. Namun Powell menolak jika langkah tersebut dikatakan sebagai Quantitative Easing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membeli Treasury Bills ataupun instrumen lainnya.

Update Dari pasar FX global kemarin, kurs valas Japanese Yen menguat dan China Yuan melemah terhadap USD, setelah adanya laporan bahwa tidak terdapat progres pembicaraan dagang antara Cina-Amerika, yang membuat investor beralih pada safe haven currency. USD diperdagangkan sedikit melemah kemarin, setelah rilis minutes of meeting The Fed September, dimana investor masih menganalisa arah dari kebijakan the Fed kedepan pasca menurunkan suku bunga sebesar 25 bps. kurs valas USD/JPY melemah ke posisi 107.35, dan kurs valas EUR/USD menguat ke level 1.0988. kurs valas USD/CNH menguat ke posisi 7.1767, dan kurs valas AUD/USD stabil di level 0.6717. kurs valas GBP/USD stabil ke posisi 1.2214 setelah mengalami volatilitas yang cukup tinggi kemarin (range 1.2210-1.2292), disebabkan adanya laporan positif terkait Brexit mengenai perbatasan Irlandia, meskipun kemudian pemimpin Partai Union Demokrat Irlandia Utara mebantah hal tersebut.  

No comments:

Post a Comment