Monday, October 7, 2019

Prediksi Kurs Valas US Dollar Rupiah: Kurs Rupiah Akan Melanjutkan Penguatan Terhadap US Dollar

Info kurs valas hari ini USD/IDR pagi ini Senin, 7 Oktober 2019 dibuka pada level 14130/14140 dan prediksi kurs valas US Dollar terhadap Rupiah akan diperdagangkan pada kisaran 14130-14180, jika dilihat pergerakan minggu lalu, Dari Pasar Domestik, Spot USD/IDR diperdagangkan dalam rentang 14,120 - 14,145, dan ditutup pada level 14,130/14,140. JISDOR berada pada level 14,135. 

Sementara itu penguatan Rupiah kemungkinan masih akan berlanjut, namun tidak signifikan Akibat kekhawatiran terhadap melemahnya beberapa data ekonomi global, terutama data manufaktur, masih menjadi faktor utama beralihnya investasi dari pasar saham ke pasar SBN karena lebih minimnya risiko. Kenaikan harga SUN Benchmark kemarin sebesar 10 – 30 bps dengan yield FR0078 ditutup pada level 7.21%. Penguatan kemarin juga tercermin dari penguatan rupiah yang ditutup pada level IDR 14,135. 

Sentimen domestik lainnya adalah statement dari Presiden Joko Widodo yang merencanakan bahwa pada akhir tahun ini akan ada revisi UU terkait tenaga kerja and perbaikan regulasi untuk memudahkan investasi untuk masuk. Presiden juga memastikan bahwa Menkeu Sri Mulyani akan tetap berada di kabinet pada periode kedua. Sebagai tambahan, BI prediksi pertumbuhan ekonmi Indonesia di kuartall III-2019 akan mencapai 5.1% lalu pada akhir tahun akan diprediksi mencapai 5.1-5.2%. Selain prediksi ekonomi, berdasarkan suvey BI inflasi pekan pertama Oktober dikisaran 0.02%. Pelaku pasar menanti data indikator utama AS yaitu Non Farm Payroll (NFP) nanti malam yang diprediksikan pada level 145k.

Sementara itu Dari pasar FX global, USD diperdagangkan melemah, ekonomi Amerika Serikat yang diproyeksikan melambat membuat dolar AS menjadi kurang menarik bagi pelaku pasar, sehingga memicu pelaku pasar beralih ke aset mata uang lain salah satunya rupiah. Aktivitas jasa melambat, manufaktur terkontraksi, ditambah perang dagang dengan Uni Eropa sangat berisiko membuat perekonomian AS tersendat, sejumlah pihak menyatakan bahwa AS bisa disebut sudah mengalami semi-resesi. kondisi ini membuat pelaku pasar juga semakin yakin bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) bakal menerapkan kebijakan moneter longgar dengan menurunkan suku bunga acuan.

Kementerian Keuangan menerbitkan Obligasi Negara Ritel untuk individual yaitu seri ORI016. Seri tersebut merupakan seri ORI pertama yang diterbitkan secara online melalui sistem e-SBN. Nantinya ORI016 dapat juga diperdagangkan di pasar sekunder dengan tingkat kupon fix sebesar 6.80% dengan masa penawaran 2 - 24 Oktober 2019, min. Pemesanan 1 juta, dengan tenor 3 tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Oktober 2022. ORI016 memiliki holding period 1 (satu) kali periode pembayaran kupon atau baru bisa dipindahbukukan mulai tanggal 15 Desember 2019

No comments:

Post a Comment