Friday, October 16, 2020

Bagaimana Prediksi Kurs Dollar Rupiah di Tengah Ancaman Gelombang 2 Covid-19 ?

Penularan Covid-19 secara global masih menjadi sorotan para pelaku pasar, kenaikan jumlah penularan di berbagai penjuru dunia masih dengan angka yang tinggi, pun juga di negara zona Eropa. hal ini membuat pelaku pasar kembali beralih pada safe haven USD di tengah ketidakpastian ekonomi dan situasi pandemic yang kembali melonjak terutama di Eropa. 

Negara Three Lions Inggris menjadi negara berikutnya setelah Perancis yang akan melakukan lockdown yang lebih ketat sehubungan dengan meningkatnya kasus gelombang kedua covid-19. 





Kekhawatiran seputar gelombang kedua virus corona memperberat sentimen pasar menyusul peningkatan jumlah kasus infeksi di kawasan Eropa. Dengan angka kasus baru mencapai sekitar 100.000 setiap hari, selisih penambahan kasus antara Eropa dengan Amerika Serikat semakin melebar, di mana AS mencatatkan penambahan rata-rata lebih dari 51.000 infeksi Covid-19 dilaporkan setiap hari. Terbaru, pemerintah Prancis mengumumkan status darurat kesehatan pada Rabu kemarin setelah jumlah pasien Covid19 di negara tersebut melonjak. Hal ini membuat pelaku pasar secara global masih berhati-hati dan terus memperhatikan setiap perkembangan yang ada.





Sementara itu dari dataran Amerika Serikat, Data US Jobless Claims juga secara mengejutkan memburuk dengan rilis 898k dibandingkan dengan sebelumnya 845k, masih mengindikasikan perlambatan ekonomi dan kebutuhan mendesak akan paket stimulus penyelamatan ekonomi oleh Pemerintah. Di sisi lain, kemarin Presiden AS Donald Trump bersiap mengajukan paket stimulus fiskal yang lebih besar dari USD 1.8 triliun sebelumnya, untuk meraih dukungan dari partai Republikan dan Demokrat, yang kemudian ditolak oleh pimpinan Senat Republikan, Mitch McConnell. Meskipun demikian mayoritas pelaku pasar masih skeptis bahwa kesepakatan kedua kubu dapat terjadi sebelum pemilu US 3 November nanti.

Terkait rencana stimulus AS, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa kesepakatan stimulus corona sulit dicapai sebelum pilpres karena kubu Demokrat dan Republik masih terbelah mengenai beberapa hal penting di dalamnya. Hal ini membuat US Dolar indeks DXY menguat ke posisi 93.91, 

Sementara mata uang safe haven lainnya Japanese Yen menguat ke level 105.38/USD. EUR/USD diperdagangkan melemah 0.3% ke posisi 1.1705, dan GBP/USD turun ke level 1.2902. AUD sebagai mata uang yang sensitif risiko, melemah tajam hampir 1% ke posisi 0.7057 pasca sentiment risk-off kembali muncul terkait gelombang kedua corona global. NZD/USD juga melemah 1% ke level 0.6577. 

Lalu bagaimana prediksi kurs Dollar Rupiah ditengah sentimen negatif pasar global, prediksi kurs Dollar Rupiah akan diperdagangkan di level 14650/14900 dengan kecenderungan pelemahan terbatas

No comments:

Post a Comment